
“ Dey, emang ini masih kurang? “ tanya Davin yang sudah keberatan membawa belanjaan Deycla.
“ masih Vin, kita harus beli baju-baju kamu lagi. Kita kan akan lama disini, kalau kamu keberatan kenapa tidak panggil Johan saja? “ ujar Deycla sambil melirik ke kiri dan kanan mencari toko baju yang bagus.
“ Ohiya ya dengan begini aku tidak akan capek. “ ujar Davin, dia pun mengambil hpnya dan langsung menghubungi Johan untuk datang ke pusat perbelanjaan. Dalam 15 menit Johan pun sampai dan langsung menyerah kan semua belanjaan ke Johan. Johan melongo karena belanjaan yang cukup banyak.
Davin mengikuti Deycla dan berjalan di sampingnya, mereka masuk ke salah satu toko dan mulai memilih-milih baju. Deycla mendapatkan satu set baju yang sangat modis dan meminta Davin untuk mencobanya. Davin sebenarnya sangat malas, namun tidak ingin membangkitkan harimau betina yang sedang tidur maka dia pun mencobanya. Selesai mencoba yang satu, Deycla memberikan yang lain dan Davin pun terus mencoba semua yang di berikan oleh Deycla.
Karena kelelahan berbelanja mereka pun menuju ke tempat makan dan memulai memesan makanan. Saat pesanan datang Davin dan Johan langsung menyesap minuman mereka karena kehausan. Deycla tertawa kecil dan menggelengkan kepalanya melihat mereka berdua.
“ Kalian pasti kecapekan banget ya. “ kata Deycla sambil terkekeh.
“ Aku lebih baik bersihin mansion daripada harus keliling begini. “ ujar Davin lalu menyantap makanannya.
“ Saya juga nona. “ sahut Johan yang juga terlihat kelelahan karena membawa banyak belanjaan.
“ Ah kalian baru segitu saja sudah lelah, belum lagi jika nanti kalian membopong istri kalian yang hamil. “ ujar Deycla sambil menyuap makanan ke mulutnya.
“ Kau sudah bahas istri saja, pacar saja aku belum punya. “ ujar Davin sambil menggelengkan kepalanya.
“ Makanya tuan sebaiknya anda cari pacar, tuan besar juga sudah menginginkan cucu. “ kata Johan menyanggah.
“ Kau ini berani sekali bilang begitu padaku. “ ujar Davin tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh Johan.
“ Itu atas perintah tuan besar tuan, jika anda tidak bisa menemukan pasangan sendiri maka anda akan di jodohkan. “ ujar Johan yang tidak ada takutnya dengan tuannya.
“ Dey, bagaimana kau jadi pasanganku saja, hm? “ ujar Davin sambil menatap memohon ke Deycla.
“ Kau mau mati ya? “ ujar Deycla lalu balas menatap tajam Davin dan membuat Davin bergidik.
“ Ya maaf, habis aku tidak ingin di jodohkan. “ ujar Davin berpura-pura sedih.
“ Sudahlah tuan terima saja. “ sahut Johan.
“ Kau… aku akan memotong gajimu 20 persen. “ kata Davin tegas.
“ Jangan tuan, nanti saya akan makan apa? “ ujar Johan sedih.
“ Kau ini sungguh tega sekali terhadap asistenmu. Yang sabar ya Johan punya majikan jahat seperti ini. “ kata Deycla menggelengkan kepalanya melihat Chris dan menepuk lengan Johan untuk menyabarkannya.
“ Kenapa kau jadi membela dia? “ kata Davin yang berkacak pinggang.
“ Habisnya kau itu kejam sekali. “ ujar Deycla.
“ Itu kan karena kesalahannya. “ kata Davin tegas.
“ Hhh sudahlah, tidak akan habisnya berdebat dengan anoa. “ ucap Deycla dengan menghela nafasnya.
“ A-anoa katamu? “ kata Davin membelalakkan matanya.
Johan dan Deycla tertawa bersama melihat Davin yang sudah mulai emosi. Sungguh senang rasanya mengerjai Davin, apalagi melihat ekspresi Davin yang sedang meloto saat ini bukannya mereka takut malah membuat mereka semakin tertawa. Davin tidak habis pikir bahwa dirinya sedang di kerjai, ingin rasanya dia membalas dua orang ini.
Dari jauh ada yang memandangi mereka, dan ternyata orang ini telah mengikuti mereka daritadi. Mereka merasa seperti mengenali Deycla namun masih tidak yakin denga napa yang dikatakan oleh Chris. Mereka sedang mencari tahu tentang Davin dan Deycla siapa sebenarnya. Dan mereka ingin melihat sendiri apakah Deycla dan Davin memang dekat dan ternyata apa yang dikatakan seperti di media itu benar.
“ Kalau dia pernah di Indonesia, lalu apa hubungannya? “ tanya Kean yang masih tidak mengerti.
“ Kedatangan mereka secara bersamaan dan seperti yang di katakan Chris bahwa mereka punya alasan yang sama datang kesini bukankah itu mencurigakan? “ ujar Ferga yang juga mulai merasa aneh.
“ Ah kau benar juga ya, pasti mereka mempunyai suatu rencana disini. “ jawab Kean lalu menatap ke arah Deycla dia merasa ada sesuatu di hatinya saat menatap Deycla.
Davin sadar kalau saat ini mereka sedang di awasi oleh seseorang, makanya dia mencoba membuat topik pembicaraan. Davin tahu dimana letak kedua orang itu, ya Davin memang orang yang sangat jeli. Dulu Davin pernah masuk ke dunia militer, belajar tentang ******* dll makanya itu mata Davin sangat jeli dalam memperhatikan sesuatu.
“ Dey, arah jam dua sebelah kananmu. “ bisik Davin.
“ I know it. “ jawab Deycla sambil tersenyum agar tidak ketahuan.
“ Sudah selesai kan kita berbelanjanya? Kalau begitu kita pulang saja, hari juga sudah mulai malam. “ kata Davin yang sudah berdiri dan mengajak pulang.
“ Eh Vin, bayar dulu ini makanannya. “ ujar Deycla menyuruh Davin untuk membayar makanannya.
“ Hah? Aku yang bayar? “ kata Davin mengerutkan keningnya.
“ Ya jelas anda tuan, tidak mungkin saya. “ sahut Johan yang menahan diri daritadi melihat tuannya yang sedikit lelet.
“ Pffffttt. “ Deycla mencoba enahan tawanya.
Davin memanggil pelayan meminta bill mereka lalu membayarnya, Deycla mengangguk senang karena kali ini dia tidak keluar duit. Ya memang selama di Indonesia Deycla tidak ingin mengeluarkan duitnya, dia ingin mengerjai Davin. Ingin Davin yang membayar semua keperluannya selama di Indonesia. Belanjaan yang tadi memanglah Davin yang membayar semuanya, dan Deycla merasa puas.
“ Lama-lama bisa bangkrut aku Dey. “ ujar Davin memonyongkan bibirnya sambil memasukkan kartunya ke dompet.
Mereka bertiga pun masuk ke mobil, hari ini Johan yang menyetir. Dia mengantar kedua majikannya ke apartment mereka. Selama di dalam mobil hanya ada hening karena sibuk memainkan hp masing-masing. Davin sedang fokus melihat tablet kerja melihat profit perusahaannya, sedangkan Deycla sedang asik ber dman dengan temannya di L.A. Dia sangat merindukan sahabatnya itu, sahabat yang membantunya selama di L.A. saat pulang nanti dia sudah berjanji untuk membawakan oleh-oleh untuknya.
“ Apa dari perusahaan Sinthya ada menghubungimu? “ tanya Davin yang masih fokus melihat tabletnya.
“ Sudah dan aku menolaknya. “ jawab Deycla seadanya.
“ Wah apa yang akan dikatakan wanita iblis itu saat kau menolaknya, aku penasaran. “ ujar Davin yang membayangkan pasti Sinthya sangat frustasi tidak bisa bekerja sama dengan pengusaha terkenal dari L.A
“ Bagaimana denganmu? Apa dia ada menghubungimu? “ tanya Deycla balik.
“ Hm aku tidak tahu, Johan apa mereka ada hubungi kita? “ ujar Davin lalu bertanya kepada Johan yang sedang menyetir.
“ Ada tuan, katanya bu Lasya sangat ingin bertemu dengan anda. “ ujar Johan menjelaskan kepada Davin.
“ Wah, aku yakin jika dia bertemu denganmu dia pasti akan berusaha mendapatkanmu. “ kata Deycla yang sudah sangat tahu dengan sifat jeleknya Sinthya.
“ Cih, aku tidak akan sudi untuk berhubungan dengan wanita itu. “ jawab Davin jijik.
“ Sekarang kau bilang begitu, nanti saat melihatnya kau pasti akan naksir dengannya. “ ujar Deycla.
“ Amit-amit Dey, tidak akan akum au dengan wanita serigala seperti dia. “ jawab Davin yang merasa semakin jijik.
Tak lama mereka pun sampai di apartmentnya masing-masing dan langsung masuk. Mereka membersihkan diri mereka dan mulai beristirahat karena besok mereka akan bekerja. Sungguh lelahnya hari ini apalagi dia harus menemani Deycla berbelanja tapi tak apa, baginya menghabiskan waktu dengan Deycla adalah hal yang menyenangkan.