
“ Hai Ven, udah lama nunggu? “ sapa Jodes yang baru datang dari kamarnya dan menghampiri Xaven teman sma nya itu yang sudah menunggu diruang tamu.
“ Engga kok, baru aja gue juga sampai. “ jawab Xaven.
“ Btw ada apa nih? Adakah info terbaru? “ tanya Jodes, karena tidak biasanya Xaven datang secara tiba-tiba kerumahnya. Kalo iyapun biasanya mereka akan bertemu di cafe.
“ Gue mau ngasih tau sesuatu tentang kematian Naya. Dan itu memanglah mayat Naya bukan orang lain, dan dalang dari itu semua adalah Riana karena Naya mengetahui rencana busuk Riana, karena itulah Riana membunuhnya.
Oh iya, dan soal Kean itu bukan murni kecelakaan melainkan sudah direncanakan dengan dalang yang sama. “ jelas Xaven sambil menunjukkan foto orang-orangmya Riana yang kedepatan dari rekaman dasbor mobil tetangganya yang sedang menyabotase mobilnya Kean.
“ What? Jadi tante Riana yang bunuh Kean? Sumpah ya jahat banget tuh orang, melebihi iblis tingkat dua. “ Jodes tidak menyangka bahwa Riana akan sejahat itu, yang dia tahu kejahatannya hanya berusaha menjatuhkan Zarra tidak sampai membunuh.
“ Dan gue saranin lo juga harus hati-hati Des. Gue takut lo juga jadi sasarannya Riana, sama seperti Kean dan Naya. “ ucap Xaven dengan khawatir, tak ingin Jodes menjadi korban juga seperti Kean dan Naya.
“ Lo tenang aja Ven. Gue pasti main aman dan ada beberapa orang yang ikut andil ngebantu gue kok. “ jawab Jodes dengan santai.
“ Siapa Des? “ tanya Xaven.
“ Kak Ferga dan kak Ragan serta teman-teman gue Lingga dan Morphine. “ jawab Jodes, “ soal kak Ferga dan Ragan lo gak usah khawatir, mereka orang yang lebih pintar dari kita. Jadi kalo kita bersama mereka kita aka naman. “ jelas Jodes meyakinkan Xaven agar tidak terlalu khawatir.
“ Baguslah kalo gitu. Gue pamit dulu karena gue ada acara di panti asuhan dan menjadi donator disana, gue diwajibin datang. “ Xaven langsung berdiri dan hendak pamit ke Jodes.
“ Wih ternyata bapak Xaven ini berhati mulia juga. Kalo ada info lagi jangan lupa ngasih tau gue. “ ucap Jodes sambil mengantar Xaven keluar dari rumahnya.
Xaven pun mengangguk dan pamit pergi, lalu menuju ke panti asuhan yang harus dia datangi. Tablet nya berbunyi, dia mendapat pesan dari anak buahnya dan mengirim file berkas Edison. Saat lampu merah, Xaven pun membukanya lalu dia terkejut tak disangka ternyata Edison atahnya Zarra ikut andil dalam kecelakaannya Kean. Ya dia melihat rekaman antara Edison dan Riana yang sedang membicarakan rencana untuk membicarakan Kean.
Karena ayah Edison yang tidak sengaja terpegok Riana sedang bersama wanita lain maka Riana menggunakan itu sebagai senjata untuk mengancamnya.
Xaven pun langsung mengirimkan file it uke Jodes, begitu juga dengan Jodes dia terkejut melihat isi rekaman itu. Dia pun menghubungi Ferga dan Ragan untuk bertemu ditempat biasa mereka untuk membahas soal info yang baru saja mendapatnya.
Sungguh info yang mengejutkan baginya, gimana kalo sampai Zarra tahu? Zarra tidak bisa membayangkan bagaimana kemarahan Zarra. Jodes pun berangkat menuju ke cafe biasa tempat dia, Ferga dan Ragan bertemu. Dan ternyata Ferga dan Ragan on time sedang menunggu Jodes. Saat Jodes sampai dia pun langsung masuk dan menghampiri dua lelaki itu dengan tergesa-gesa.
“ Ets santai, minum dulu des. Kalem aja. “ Ferga memanggil pelayan dan meminta air putih yang melihat Jodes datang hamper kehabisan nafas. Pelayan pun langsung mengantarnya.
Jodes mengambil air putih itu dan langsung meneguk habis membuat Ferga dan Ragan melongo, lalu dia berusaha mengatur nafas dan mengambil ponselnya membuka file dan menunjukkan ke Ferga dan Ragan.
“ Kalian berdua harus liat ini kak. “
Ferga dan Ragan pun mengambil ponsel Jodes dan membuka rekaman itu, Ragan terkejut sedangkan Ferga biasa saja karena dia memang sudah tahu dari awal soal Edison yang bekerja sama dengan Riana, ibu tirinya. “ Gila?!! Om Edison sekongkol sama mama Riana? Wah gak bisa di biarin nih, kita harus kasih tahu Zarra. “ geram Ragan.
“ Kak Ferga udah tahu soal ini? “ tanya Jodes yang heran dengan sikap Ferga yang biasa saja.
“ As you see. Dan lo Ragan santai aja, kita ikuti dulu permainan mereka gak usah buru-buru. “ ucap Ferga dengan santai sambil menyesap minumannya sambil mengambil rokok dari saku celananya lalu menghidupkannya dan menyesapnya.
“ What? Lo udah tau dan gak ngasih tau ke kita? “ ucap Ragan yang kaget karena Ferga sudah tahu tapi gak memberi tahu mereka semua.
“ Sudahlah kak Ragan. Mungkin kak Ferga sudah punya rencana sendiri. “ jawab Jodes yang sedikit kecewa dengan Ferga.
“ Wowowo, kalian santai aja. Gue gak ngasih tahu karena pengen liat kalian cari tahu sendiri tentang Riana. Supaya juga kalian tahu bahwa ada musuh lain mungkin diantara kita. “ ujar Ferga sambil menghembuskan asap rokoknya.
Ragan dan Jodes mengangguk ngerti karena apa yang dikatakan Ferga itu benar, selama ini mereka hanya fokus ke Riana tidak mencoba mencari hal yang lain yang mungkin bersangkutan dengan Riana. Ada sih tapi itu soal Sinthya dan Riana yang memang sudah kelihatan dari awal bahwa mereka bekerja sama.
Sedangkan soal Edison, ayahnya Zarra sendiri mereka berdua sangat tidak menyangka. Ferga pun awalnya juga terkejut saat mengetahui nya pertama kali, namun dari ini dia belajar bahwa jangan hanya terfokus ke satu orang cobalah cari yang lain.
Ragan dan Jodes dibuatnya melongo karena kejujuran Ferga yang menyelidiki mereka serta sampai kekeluarganya. Ya Ferga memang orang yang sangat waspada bahkan sangat teliti terhadap masalah sekecil apapun dia tidak melewatkannya. Itu semua agar tidak ada satu bukti pun yang terlewat yang bisa merugikan mereka. “ Kalian tidak usah seperti itu, aku bahkan menyelidiki sepupuku sendiri. “ ucap Ferga kembali dengan santai.
“ Wah man, kau sungguh mengerikan. “ Ragan menggelengkan kepalanya sambil menatap dengan tatapan tidak percaya denga napa yang dikatakan Ferga, sedangkan Ferga hanya tertawa saja.
“ Kalau begitu, ada hal lain yang kak Ferga tau dan belum sampaikan ke kami? “ tanya Jodes sambil memangku dagunya dengan tangan kanannya.
“ Not now. Kalian akan terkejut sendiri nanti saat menyaksikannya langsung. “ Ferga melirik ke jam tangannya dan pamit karena dia harus menemui seseorang yang sangat penting. Sedangkan Jodes dan Ragan masih di cafe untuk membicarakan hal lainnya.
Ferga pun pergi ke restoran milik Danil Darmana tempat dimana semua orang tidak bisa mengganggunya karena tempat ini berada di daerah perumahan padat dan sangat susah untuk menemuinya, bahkan bisa membuat tersasar.
Saat sampai Ferga pun masuk dan menghampiri seeseorang yang sudah menunggunya sejak tadi. Ferga menjabat tangan dengan orang itu dengan senyum ramahnya.
“ Sudah lama menunggu bro? “ tanya Ferga dengan ramah lalu duduk.
“ Tidak terlalu . “ jawab Pria itu. “ Kapan aku harus tampil? Rasanya aku sangat tidak sabar. “
“ Tidak lama lagi, tunggu saja. Apa kau merindukannya? “ tanya Ferga.
“ Aku sangat merindukannya. Apa dia bahagia? “ tanya pria itu sambil menatap Ferga dengan tatapan sendu.
“ Dia sangat bahagia dengan sepupuku. Kau tenang saja, sepupuku akan menjaganya dengan baik. “ jawab Ferga meyakinkan pria itu agar tidak perlu terlalu khawatir.
“ Tapi jika sepupumu membuatnya menangis, aku tidak segan-segan akan merebutnya kembali. “ jawab pria itu dengan tegas.
Ferga pun mengalihkan topiknya agar tidak terlalu canggung, “ Bagaimana dengan pengobatanmu? Dan bagaimana dengan kakimu? “
“ Sepertinya dokter darimu memang dokter yang handal. Sekarang aku sudah bisa sedikit berjalan dan kakiku sudah tidak kaku lagi. “ jawab pria itu sambil menggoyangkan kakinya dan menunjukkan ke Ferga, Ferga mengangguk puas karena saat kecelakaan pria itu sama sekali tidak bisa berjalan bahkan sangat sulit di gerakkan sehingga jika ingin membuang air kecil harus lewat selang khusus( yang pernah ngerawat nenek kakek atau kerabatnya yang kondisinya sangat lemah tau lah ya gimana)
“ Kau harus cepat pulih agar kau bisa membalas semua kejahatan wanita iblis itu. “ ujar Ferga dengan tatapan dendam menatap ke arah jalan.
Pria itu pun mengangguk dan mengepalkan tinjunya mengingat kembali kecelakaan yang dialaminya dan hampir merenggut nyawanya. Kalau bukan karena Ferga mungkin sekarang pria itu tidak selamat, saat proses operasinya Ferga meminta dokter di rumah sakit tempat dimana dia di operasi untuk merekayasa kematiannya.
Untung saja saat itu rencananya berhasil dan membawa pria itu keluar dari rumah sakit itu secara diam-diam dan membawanya ke perumahan terpencil untuk dirawat. Ferga menyewa dokter dan perawat terbaik dan membayar dengan harga yang sangat mahal dengan syarat mereka harus menyelamatkan pria itu.
Dan untungnya pria itu berhasil bertahan dan melewati masa kritisnya selama dua tahun. Ferga sering datang untuk menjenguk pria itu dan memeriksa kondisinya. Ayah dari pria itu sangat berterimakasih karena Ferga telah menyelamatkan putranya, untuk melengkapi kebutuhan hidup keluarga itu Ferga memberi uang untuk mereka membuka restoran dan mereka harus menyamarkan nama mereka agar tidak ketahuan.
“ Bagaimana keadaan papamu kak? “ tanya Jodes ke Ragan dengan berhati-hati takut membuat Ragan sedih.
“ Masih seperti biasa, belum ada kemajuan.” Jawab Ragan dengan tatapan sendu.
“ Kau dan Khanva harus kuat kak. Apalagi untuk melawan wanita iblis itu. “ Jodes berusaha menenangkan Ragan sambil mengusap bahu Ragan, Ragan membalasnya dengan senyum.
Setelah satu jam di cafe itu dan tidak ada lagi hal yang harus dibicarakan, mereka saling pamit untuk pulang. Ponsel Jodes berbunyi mendapat pesan dari Xaven temannya, sepertinya Xaven mendapat info baru lagi. Jodes sangat salut terhadap Xaven karena dia sangat cepat dalam mencari sesuatu hal yang baru mau sesulit apapun itu. Jodes membuka pesan dan foto yang dikirim oleh Xaven yaitu foto ayah Zarra dengan wanita lain serta juga ada foto Riana sedang bersama pria lain. Jodes juga melihat foto Riana yang membayar perawat untuk memberi obat ke Antonio suaminya Riana, dan itu sebenarnya adalah racun.
“ Aku tebak pasti kak Ferga sudah tahu tentang ini. “ Jodes mengirim pesan ke Ferga dan dia juga sudah menebaknya mengingat pengakuan Ferga tadi yang menyelidiki dia dan Ragan.
From Ferga:
You’re right little sister.
Jodes menghela nafas, karena dugaannya benar bahwa Ferga sudah tahu, Jodes pun mengirim pesan ke Ragan dan memberi tahu info yang baru saja didapatnya. Ragan terkejut saat melihat foto Edison namun saat melihat foto Riana dia biasa saja. Karena disaat Antonio ayahnya masih sehat dia saja berani selingkuh dibelakang ayahnya.