
"aku tidak mau !" tolak Mizumi dengan tegas, dan berjalan duluan
"kenapa !?"
"aku lapar, bukan kah kau tadi ingin mengajak ku mencari makan, kenapa malah merubah rencana ?" kata Mizumi menjelaskan keinginan nya
Cristo mengangguk, ia menyadari kesalahannya
"ya sudah kita cari makan dulu" kata Cristo membuat keputusan
Mizumi setuju dengan keputusan itu, mereka mencari restoran sembari masih membawa 4 koper berukuran jumbo
ini mau ikut Cristo, apa mau pindahan ?
•
•
•
seusai makan keduanya memesan taksi menuju apartemen milik Cristo, kemudian lanjut menuju studio syuting
sesampainya
Cristo masuk ke dalam studio lebih dulu dari Mizumi, sepasang mata milik Mizumi tidak henti henti memandang dekorasi yang ada di studio tersebut
"syut~" Cristo memberi isyarat agar Mizumi memperhatikan langkah nya
Mizumi segera mengerti isyarat itu, ia berjalan ke arah Cristo, dan melingkarkan tangannya di lengan Cristo
di dalam studio mereka di sambut oleh produser film itu, Tuan Lou
"hey Cristo, je bent terug" (hei Cristo, kau sudah kembali) ucap Tuan Lou menyambut Cristo
"ja, ei gen lijk heb Ike geen 6 dagen vrij genomen" (iya sebenarnya aku tidak jadi mengambil cuti 6 hari) sahut Cristo sembari berjabat tangan dengan sang produser
Tuan Lou merasa senang Cristo kembali dengan cepat, ia baru pergi kemarin dan kembali setelah satu hari nya, tetapi sebagai seorang produser ia juga ingin mengetahui kenapa Cristo kembali dengan cepat
"waarom" (kenapa) tanya Tuan Lou menyelidik
Raut wajah Cristo seketika berubah, ia nampak lebih bahagia, ia mulai tersenyum senyum sendiri, membuat Tuan Lou yang menatap nya bergidik merinding
ekspresi macam apa itu ?
apa begitu seorang bawahan menghadapi atasan nya ?
Cristo menunjuk ke arah koridor, di sana berdiri seorang gadis imut yang tengah mengagumi keindahan alam yang ada di Amsterdam, dari sebuah kaca tembus pandang, gadis itu tidak lain adalah Mizumi
Mizumi juga terlihat mengagumi dekorasi ruang studio
Tuan Lou melihat ke arah Mizumi, tak sengaja Mizumi juga melihat ke arah nya, dengan cepat Mizumi memberi senyuman agar suasana tidak canggung...
Tuan Lou tidak berkedip, entah karena terpana atau apa ?
tapi kelihatannya Tuan Lou menyukai Mizumi
"is ze he gelief de?" (dia kekasih mu?) tanya Tuan Lou sembari memperbaiki jas yang ia kenakan
apa apaan tingkah mu itu pak _-"?
Cristo mengangguk, ia memanggil Mizumi, tanpa menunggu lama Mizumi sudah berada di samping sang pangeran nya
"stel dit voor Erisa Febergland" (kenalkan ini Erisa Febergland) kata Cristo memperkenalkan kekasih kepada Tuan Lou
"hallo"(halo) ucap Mizumi menyapa
"heel mool" ( cantik sekali) puji Tuan Lou pada Mizumi, Cristo mulai merasa ada yang tidak beres dengan gerak gerik atasan nya, segera Cristo mengajak Mizumi menjauh
"apakah kau akan aman jika aku meninggalkan mu syuting" ucap Cristo mulai waspada, raut wajah nya terlihat sangat khawatir akan sesuatu
"serahkan saja pada ku" ucap seseorang yang ada di pojok ruangan
Elia.....
gumam Cristo, keringat dingin menetes di pipi nya
"jangan menatap ku seperti itu, aku hanya ingin membantu, lagi pula aku juga pernah menjadi incaran Tuan Lou, hanya saja aku berhasil mengetahui kalau dia hanya ingin memakai wanita sekali dan membuang nya" katanya
seperti kacang lupa akan kulitnya" lanjut Elia
to be continue......