You Are My Life

You Are My Life
Chapter 38. Menghampiri Zarra



Hari ini Chris berangkat ke paris di antar oleh Ferga dan Raga. Chris berangkat pukul 6 pagi dengan pesawat airlines. Tidak sabarnya untuk dia cepat-cepat ampai ke paris karena dia sudah sangat merindukan Zarra. Setelah check out, Chris pamit kepada Ferga dan Ragan dan langsung berjalan menuju pesawat. Di pesawat dia menyempatkan tidur dan sudah memasang alarm karena waktunya yang lumayan lama. 16 jam 15 menit kira-kira perjalanan dari bandara soekarno hatta menuju paris, cukup waktu yang sangat lama. Dipesawat Chris pun sambil mengerjakan pekerjaannya menggunakan waktu yang ada untuk mengisi waktu kosongnya. Agar tidak bosan dia mendengarkan music menggunakan headset.


Setelah 16 jam 15 menit, sampailah Chris di Charles de gaulle Bandara di paris dan sudah din tunggu oleh asistennya. Dia bersama asistennya pun langsung berangkat ke hotel yang sudah di pesankan oleh asistennya. Chris merasa sangat lelah dan memutuskan untuk menemui Zarra besok saja karena sudah sangat larut. Chris masuk ke kamar hotelnya dan membersihkan diri lalu pergi tidur.


Pagi-pagi Chris sudah bangun, dia langsung mandi dan setelah mandi dia langsung bersiap-siap menuju ke Naleri Corporation. Chris menatap dirinya yang sedang memasang dasi didepan kaca, dia tersenyum puas karena melihat dirinya yang masih terlihat gagah. Setelah selesai dia langsung masuk ke mobil dan menuju ke perusahaan Zarra. “ Zarra, I’m coming. “ batinnya dalam hati.


Disisi lain Zarra baru bangun dan buru-buru untuk mandi karena dia bangun telat hari ini. Zarra pun hanya makeup tipis dan langsung turun ke bawah dan keluar dari apartmentnya menuju mobil. Zarra meminta supirnya untuk mengebut agar dia tidak telat kekantor. Zarra membuka hp dan mengirim pesan ke Gino untuk mengirimkan jadwalnya hari ini. Untung saja tidak ada meeting penting hari ini hanya ada pertemuan biasa saja dengan kliennya.


Setelah sampai Zarra pun langsung turun dan buru-buru menuju keruangannya. Saat masuk keruangannya dia melihat ada seorang pria yang sudah menunggunya dengan posisi membelakanginya, Pria itu mendengar pintu terbuka dan seorang Ceo telah masuk ke dalam ruangan itu, dia menyunggingkan senyum dan berbalik menghadap ke Zarra secara perlahan. Zarra sangat terkejut karena melihat Chris berada di ruangannya sekarang.


“ Hello pretty, do you miss me? “ ucap Chris dengan tersenyum.


Zarra yang masih tercengang melihat Chris yang sedang menatapnya sekarang berusaha mengembalikan kesadarannya. Dia pun berjalan perlahan menuju ke Chris dan mencoba mencubit lengannya takut ini hanya mimpi, dan ternyat ini nyata. Chris tertawa melihat kelakuan Zarra yang sepertinya mengira dirinya hayalan. Chris pun berjalan menghampiri Zarra dan langsung meraihnya ke dalam pelukannya.


“ I miss you so badly Vozarra. Kau tahu? Sungguh kacau hari-hariku tanpa dirimu. “ kata Chris sambil mengusap punggung wanita yang sedang dipeluknya saat ini, rasanya tidak ingin melepasnya walau sejenak karena dia sangat merindukan sosok Zarra. Wangi vanilla di tubuh Zarra membuat Chris menjadi candu, Chris merenggangkan pelukannya dan memegang pipi Zarra ingin menciumnya namun Zarra mendorong tubuh Chris sehingga dia terlepas dari pelukannya.


“ K-kkau untuk apa kau kesini. “ tanya Zarra dengan tergagap.


“ Untuk menemuimu. “ jawab Chris dengan santai lalu duduk di sofa ruangan itu.


“ Jangan bercanda aku harus bekerja dan tidak bisa meladenimu. Jika tidak ada hal penting, pergilah. “ ujar Zarra dengan wajahnya yang tegang.


Chris menghela nafas pendek dan berjalan menuju Zarra, dan Zarra pun jalan termundur karena Chris terus berjalan maju sehingga Zarra tersudut di tembok. Chris meletakkan tangannya di tembok dan mendekatkan wajahnya ke Zarra, sementara Zarra memejamkan matanya karena sepertinya Chris sangat menciumnya. 1 senti bibir mereka berdekatatn, Chris terssenyum melihat wajah Zarra yang merona.


“ Kau masih sangat cantik, dan kecantikanmu tidak pernah memudar. Karena itu sangat candu melihat wajahmu. “ ujar Chris lalu sedikit menjauh dari Zarra.


Zarra membuka kedua matanya dan mengerucutkan bibirnya karena dia merasa sangat malu ternyata Chris tidak menciumnya. Zarra menghentakkan kakinya dan berjalan ke kursinya lalu duduk dan dia membuka laptopnya untuk mulai bekerja. Chris tertawa melihat kelakuan Zarra yang sangat lucu lalu kembali duduk di sofa/


“ Kenapa kau masih disini? Apa kau tidak lihat aku sedang sibuk bekerja? “ kata Zarra dengan nada yang sedikit tinggi.


“ Aku hanya duduk diam saja, apa salah? “ tanya Chris dengan wajah yang berpura-pura bodoh.


“ Salah sangat salah keluarlah, kau mengganggu ku. “ jawab Zarra sambil fokus mengetik di laptopnya.


“ Tidak mau, aku akan menunggumu disini sampai kau selesai bekerja. “ balas Chris sambil memainkan ponselnya.


Zarra pun mendengus kesal karena Chris yang tidak mendengarkan perkataannya, dia pun kembali fokus menatap ke arah laptopnya. Gino mengetuk pintu dan masuk ke ruangannya Zarra untuk mengantarkan berkas-berkas penting, lalu saat melihat Chris dia sangat bingung kenapa Chris Stanford berada disini? Apakah bosnya memiliki hubungan dengan Chris? Gino pun menyerahkan berkas penting itu ke Zarra dan Zarra langsung memeriksanya. Setelah itu Gino memberi tahu Zarra bahwa sebentar lagi kliennya akan sampai dan meminta Zarra untuk segera ke restoran seberang.


Zarra pun mengangguk dan dia beranjak berdiri berjalan keluar ruangan, sebelum keluar Zarra membalikkan badan karena Chris juga tidak kunjung beranjak. “ Apa kau akan tetap disini? “


Chris mengangguk dan tetap fokus memainkan game yang berada diponselnya. Entah kenapa Zarra sangat merasa kesal melihat perubahan sifat Chris yang sekarang menjadi cuek dan hanya menjawabnya dengan anggukan. Zarra pun keluar dari ruangannya, dan Chris pun beranjak dan mengikuti Zarra dari belakang.


Zarra menyambut hangat kliennya ini dan menjabat tangan kliennya dengan ramah dan mempersilahkan mereka duduk. Hari ini hanya pertemuan biasa dengan kliennya jadi mereka hanya bersikap santai saja tetapi sesekali mereka membahas ide-ide tentang sesuatu yang sedang mereka buat. Karena usianya kliennya tidak jauh berbeda dengan Chris, ada rasa cemburu di hati Chris. Chris menyesap jusnya sampai habis karena kesal meihat Zarra tersenyum kepada pria lain.


Zarra tersenyum puas karena bisa mengerjai Chris yang sekarang juga berada di restoran itu. Zarra tahu Chris mengikutinya daritadi dan ingin membuat Chris cemburu. Melihat wajah Chris cemburu membuat Zarra ingin tertawa namun Zarra mehannya. Zarra terus memancing agar Chris semakin panas, dan sebenarnya saking cemburunya entah berapa minuman yang sudah dia pesan. Reynold, klien Zarra yang merupakan warga prancis itu menatap Zarra dengan intens. Rasanya Reynold ingin mengenal Zarra lebih jauh lagi.


Makan siang pun selesai dan mereka saling pamit pulang, saat Reynold ingin menjabat tangan Zarra, Chris datang menepisnya. Chris memasang wajah cemburu, sedangkan Reynold hanya memasang wajah santai, lain halnya dengan Zarra dengan raut wajah yang bingung.


“ qui est Zarra? “ (siapa dia Zarra?) tanya Reynold.


“ ah il est… “ ( ah dia adalah) belum sempat Zarra menjawabnya, Chris sudah memotong pembicaraan mereka.


“ je suis son amant. “ ( perkenalkan, saya kekasihnya) jawab Chris dengan ekspresi datarnya.


“ oh si ui. “ ( ah begitu). Reynold merasa sedikit malu karena mendekati Zarra yang ternyata sudah punya kekasih, Reynold pun menyunggingkan senyumnya untuk menyembunyikan rasa sedihnya, “ alors je dirai d'abord au revoir “ ( kalau begitu saya permisi dulu)


“ ok, soyez prudent monsieur Reynold. “ ( baiklah, hati-hati di jalan Tuan Reynold). kata Zarra dengan senyum ramahnya.


Chris tersenyum senang akhirnya Reynold pergi dan sekarang dia bisa bersama Zarra, sedangkan Zarra menunjukkan raut wajah kesal terhadap Chris namun Chris hanya cuek saja dan menarik Zarra menuju mobilnya. Zarra yang tangannya ditarik oleh Chris bingung dan memukul-mukul tangan Chris untuk melepaskannya namun Chris malah membuka pintu mobil dan mendorong Zarra untuk masuk.


“ Chris ! aku masih harus bekerja. “ kata Zarra dengan nada yang sedikit ditinggikan.


“ Kau kan Ceo, aku rasa jika bolos sehari tidak akan bermasalah. “ ujar Chris lalu masuk kedalam mobil dan mulai menyetir.


“ Dasar gila. “ Zarra memegang keningnya dan menatap ke arah luar kaca mobil.


“ Ya, aku memang gila karenamu. “ jawab Chris dengan santai.


“ Lama-lama bisa stress juga gue ngadepin orang ini. “ Zarra menghembuskan nafas kasar karena jika ngejawabin Chris terus tidak akan ada habisnya.


Chris terkekeh melihat Zarra yang ekspresinya seperti kesal, dia sangat suka menganggu Zarra saat ini. Entah kenapa ada kesenangan dihatinya. Chris menyetir menuju ke Menara Eiffel, dan ingin berduaan saja disana. Chris telah menyewa tempat di restoran sekitar Menara Eiffel itu. Mereka pun sampai, Chris segera turun dan Zarra pun ikut turun mengikuti berjalan dari belakang. Zarra merasa sangat canggung karena sudah lama mereka tidak jalan beruda apalagi status mereka sekarang berbeda.


“ Tidak, aku dibelakangmu saja. “ jawab Zarra.


Chris gemas dengan tingkah Zarra diapun langsung menghampiri Zarra dan menarik tangan Zarra untuk berjalan disampungnya. Chris menggenggam tangan Zarra membuatnya senang sedangkan Zarra wajahnya berubah merona merah. Mereka berjalan sore di sekitar taman dekat Menara itu, ada rasa senang di hati Zarra karena bisa berjalan bersama pria yang masih sangat ia cintai. Apalagi Chris, dia telah menunggu saat-saat ini. Rasanya Chris tidak ingin melepas genggaman tangannya dengan Zarra dan tidak ingin jauh dari Zarra.


Chris akan berusaha untuk mendapatkan hati Zarra kembali dan dia berjanji tidak akan membiarkan Zarra lepas dari pelukannya lagi. Dia sangat tidak sanggup kehilangan Zarra setelah Naya. Bahkan dia sempat berpikir pertemuannya dengan Zarra saat di rumah sakit dimana Kean di operasi adalah takdir. Jika mereka memang ditakdirkan Chris sangat senang karena selama dia berpacaran apalagi setelah Naya rasa cintanya kali ini sangat besar dari sebelumnya.


Mereka pun berhenti di depan Menara Eiffel itu, Chris memejamkan matanya sejenak lalu memandangi Menara Eiffel itu. “ Kamu tahu ga? Usia Menara ini sudah 133 tahun. Sangat lama waktunya dan penuh perjuangan karena banyak kisah tragis dibalik Menara ini.” Ujar Chris sambil menghela nafas mengingat kisahnya dulu dengan Zarra yang sangat sulit bahkan mereka sering berdebat dan di pisahkan oleh perbuatan dua wanita ular itu. “ Sama seperti apa yang kita alami di hari kemarin, membuatmu menderita dan membuatku sangat terpuruk. Kamu tahu? Kenapa aku tidak menggubirsmu disaat kamu berusaha untuk selalu meyakinkanku bahwa kamu tidak bersalah? “


“ Kenapa? “ jawab Zarra dengan suaranya yang tiba-tiba serak.


“ Karena aku takut harus kehilangan seseorang yang kucintai lagi, daripada ditinggalkan mending aku yang meninggalkan. Tapi ternyata aku salah dan aku sangat menyesal karena telah meninggalkanmu. “ Chris menundukkan kepalanya karena matanya sudah berkaca-kaca dia tidak mau Zarra melihatnya.


Zarra menoleh ke arah Chris, mendengar perkataan Chris membuatnya yakin bahwa pria itu masih mencintainya. Namun dia tidak mau terlalu banyak berharap, cukup ikuti saja waktu berjalan. Dan jika ini adalah mimpi, tidak ingin rasanya Zarra terbangun dari mimpi ini.


“ Zarra, aku.. aku.. masih sangat mencintaimu. Aku tidak memintamu untuk menerimaku langsung, mari kita jalani saja dari nol emm seperti kita pdkt kembali. Apa kamu mau? “ tanya Chris yang menyatakan perasaannya kembali dan memegang tangan Zarra.


Jujur hati Zarra sangat senang saat ini, bahkan dia sangat bingung apa yang harus dijawabnya padahal ini saat-saat yang memang di inginkan oleh Zarra. “ A-aku mau. “ jawab Zarra dengan tergagap.


Chris menyunggingkan senyumnya dan langsung memeluk erat Zarra. Walaupun mereka harus mulai dari pendekatan tapi Chris tidak masalah dengan semua itu dan dia berjanji akan menjaga Zarra sebaik mungkin. Zarra membalas pelukan Chris, dia sangat merindukan pelukan dari pria ini dan akhirnya hari ini dia mendapatkannya. Zarra dan Chris mengambil foto di menara itu lalu mereka pergi ke restoran yang sudah Chris sewa untuk makan malam.


Malam ini adala malam terindah bagi mereka karena mereka jarang makan malam bersama apalagi saat menjadi sepasang kekasih. Chris memotong steaknya dan menyuapnya ke Zarra, awalnya Zarra malu namun karena menghargai Chris memberi potongan steaknya padanya dia pun membuka mulut dan memakannya. Hari ini Chris memperlakukannya dengan sangat romantis dan membuat pengunjung di restoran itu iri. Saat Zarra pergi ke toilet, Chris dihampiri oleh seorang wanita yang merupakan rekan kerjanya. Lesta Namanya, dan dia sudah mengincar Chris sejak lama dan kebetulan dia melihat Chris di restoran ini dia pun langsung menghampiri Chris.


“ Mr. Chris, je ne pensais pas qu'on se rencontrerait ici. “( Tuan Chris tidak menyangka kita akan bertemu disini) kata Lesta sambil menatap genit Chris.


Chris hanya menunjukkan senyum cuek, dia sangat malas meladeni Lesta saat ini, “ Oh bu Lesta ternyata anda ada disini.”


“ Ya seperti yang kau lihat, aku sedang mengurus perusahaan ketigaku disini. Ngomong-ngomong ada apa kau kesini? Apakah ada perjalanan bisnis? “ tanya Lesta lalu duduk di kursinya Zarra.


“ Aku datang kesini ingin menemui seseorang. “ jawab Chris dengan cuek.


“ Siapa orang itu? Apakah kekasihmu? Tapi setauku kau masih sendiri, apakah tidak bisa aku mendaftar sebagai kekasihmu? “ kata Lesta lalu menghampiri Chris dan mengusap pundaknya.


Zarra melihat Chris yang digoda oleh seorang wanita dari jauh hatinya merasa sangat panas dan membara, dengan langkah yang sedikit di hentakkan dia pun menghampiri mereka. Zarra pun menghempas kasar tangan wanita itu karena tidak rela Chris disentuh oleh Lesta “ Jauhkan tangan kotormu itu darinya. “


Chris merasa senang dengan sikap posesifnya Zarra dan tersenyum puas melihat Zarra cemburu, sedangkan Zarra malah menatap Chris tajam dan membuat senyuman Chris pun memudar. Lesta bingung dengan wanita yang berani berlaku seperti itu padanya. Rasanya Lesta ini emosi namun tidak bisa karena dia menjaga imagenya di depan Chris.


“ Chris? Siapa wanita ini ? apakah kau mengenalnya? “ tanya Lesta sambil menatap tidak suka ke arah Zarra.


Zarra yang ditatap seperti itupun balas menatap tajam, “ Aku kekasihnya, dan jangan berani-berani kau menyentuh kekasihku lagi atau aku akan mematahkan tanganmu. “ ujar Zarra dengan nada yang sangat dingin.


“ Haahaha, kau jangan mengaku-ngaku deh. Sudah banyak wanita yang kulihat mengaku sebagai kekasihnya. Kau sama saja seperti wanita penggoda yang bahkan merelakan tubuhnya untuk pria lain. “ kata Lesta dengan tatapan yang merendahkan.


Mendengar perkataan Lesta membuat Chris sangat marah sehingga tanpa sengaja Chris menampar Lesta karena tidak terima Zarra dikatai oleh wanita ini, “ Jaga bicaramu bu Lesta. Apakah kau sadar kau telah menjatuhkan nama baik seseorang. Dan ya Zarra memang kekasihku, serang wanita yang sangat kucintai dan satu-satunya dihatiku. Sebaiknya kau pergi lah, aku tidak ingin melihatmu disini. “ ujar Chris dan menatap datar Lesta.


“ Chris aku akan memutuskan kerja sama dengan perusahaanmu! Dan aku pastikan kau akan menyesal! “ bentak Lesta yang merasa dirinya telah di tolak oleh seorang Chris Stanford


“ Kau yang akan menyesal Lesta. “ jawab Chris dengan senyum sinis nya lalu merangkul pinggangnya Zarra.


Lesta pun pergi dari restoran itu dan sangat kesal karena Chris sudah berani menamparnya. Lesta bertekad akan membalas Chris dan juga Zarra karena telah membuatnya malu di depan orang-orang. Lesta meminta orang-orangnya untuk mencari tahu siapa Zarra dan dia meminta supirnya mengantarnya ke mansion karena dia sangat pusing dan tidak mood makan.


Zarra rasanya sudah tidak mood makan dan dia keluar dari restoran itu, Chris pun heran dan langsung mmbayar makanan nya dan mengikuti Zarra dari belakang. Zarra sangat marah kepada Chris dan akan pulang ke mansionnya, namun Chris menarik tangan Zarra karena dia ingin bertanya apakah dia berbuat kesalahan saat tadi.


“ Zarr, beritahu apa kesalahanku? “ tanya Chris dengan wajah bingung juga khawatir.


“ Kau membiarkan wanita lain menyentuhmu, sedangkan kau selalu melarangku jangan sampai disentuh oleh pria lain. “ Zarra mengerucutkan bibirnya dan menyilangkan kedua tangannya didada.


Chris pun terkekeh ternyata karena itu Zarra jadi marah, “ Dia kan tiba-tiba tadi menyentuhku dan saat aku mau menepisnya kamu sudah menghempasnya duluan. “ jawab Chris sambil tersenyum.


“ Alasan. “ kata Zarra sambil memalingkan wajahnya tidak ingin melihat wajah Chris.


Chris memegang bahu Zarra dan menghadapkan Zarra untuk melihatnya, sungguh candu melihat wajah Zarra selalu dan rasanya dia ingin Zarra selalu bersamanya. “ Zarra, kamu tahu aku hanya menyukaimu dan mencintaimu, kamu harus percaya aku. “


Zarra menghela nafas dan tidak menggubris Chris, Chris pun kembali fokus menyetir mengantar Zarra ke mansionnya. Saat Zarra sudah sampai mansion dan Zarra masuk ke mansionnya, Chris pun mengikutinya berusaha mencari cara agar Zarra percaya kepadanya. Saat Zarra ingin masuk kekamarnya Chris menarik Zarra dan menyudutkannya di dinding. “ Vozarra Naleri Wagner, tolonglah percaya bahwa Chris Stanford selalu mencintaimu dan hanya dirimu selalu. Apalagi yang harus ku buktikan padamu agar kamu percaya? “


Zarra tersenyum menatap Chris karena daritadi Chris tidak menyerah untuk meyakinkannya, “ Aku percaya padamu Chris. “ jawab Zarra.


Chris merasa senang karena akhirnya Zarra tidak lagi ngambek kepadanya. Chris menangkup pipi Zarra dan mulai mencium bibir Zarra dengan lembut, Zarra pun membalasnya dan mengalungkan tangannya di leher Chris. Chris ******* bibir Zarra dan mulai terpancing gairahnya dan memasukkan mereka kedalam kamar. Chris mulai membuka jas kerjanya Zarra, juga kancing kemejanya Zarra dan mulai menciumi leher Zarra. Chris menggigit pelan leher Zarra dan membuat Zarra mendesah. Zarra yang terpancing juga ikut melepaskan kancing kemeja Chris dan langsung mencampakkannya ke lantai.


Chris mengangkat tubuh Zarra dan membawanya ke ranjang dan mulai ******* habis bibir Zarra, saat sudah merasa sangat panas badannya dan Chris yang hampir membuka bra Zarra tiba-tiba Zarra tersadar dan menghentikan tangan Chris serta menggeleng. Chris pun mengerti kalau mereka tidak berhenti mereka akan melakukan lebih jauh, apalagi mereka belum menikah. Chris berbaring disebelah Zarra dan menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka dan setelah beberapa menitpun mereka tertidur.