You Are My Life

You Are My Life
Episode 102:



Setelah terdiam beberapa detik, akhirnya Mizumi memberanikan diri melihat siapa yang bersiul di kamar nya


Dan, betapa terkejutnya ia ketika melihat kakak nya yang sedang merebahkan diri di kasurnya sambil bersiul


"Aaaa!! Kakak!! Ka,kau sejak kapan di kamar ku, kakak nyaris saja melihat ku tidak berpakaian!!" Teriak Mizumi


Wajah nya menjadi merah


karena malu


Pufft, imut sekali...


"Aku baru saja masuk ke sini, dan tidak melihat mu di kamar, jadi aku berbaring, tapi kau tiba tiba saja datang dan melepas pakaian mu hehe.."


"Menyebalkan! Kenapa tidak bilang kalau kakak ada di kamar ini " gerutu Mizumi sambil mengerucutkan bibirnya


"Ya sudah lanjutkan saja melepas pakaian mu"


"Mana boleh! Sekarang aku sudah tau kakak ada di kamar, jadi aku ingin ke kamar mandi saja, huh! Lain kali masuk kamar Zumi, izin dulu "


Mizumi dengan cepat membalikkan badannya ke arah kamar mandi, ia terlihat berjalan sambil masih terus menggerutu


"Cepat mandi dan turun makan ya" Ucap Edward yang masih berbaring di kasur Mizumi


"Iya kakak bawel ku" sahut Mizumi dari kamar mandi


Beberapa saat kemudian


Hm..kok sepi ya ?


Apa kakak sudah keluar meninggalkan kamar ku?


Suasana kamar yang sepi, membuat Mizumi waspada, ia membuka pintu kamar mandinya sedikit, kemudian mengeluarkan kepalanya


Hum..*Mizumi melihat kanan, kiri, dan segala arah kamar nya*


Seperti kakak memang sudah pergi


(batin nya lega, kemudian melangkah keluar dari kamar mandi dengan riang)


Tapi rasa lega yang ia rasakan, menghilang seketika karena ternyata, Edward masih berada di dalam kamarnya


Kali ini Edward tertidur


Mizumi memandang Edward dengan penuh kasih sayang, kemudian mendekat


"Kakak pasti letih mengurus bisnis Ayah kan, kalau letih seharusnya kakak tidak perlu repot repot meluangkan waktu untuk ku" ucap Mizumi lirih


Ia menyibak rambut Edward yang menutupi mata kanannya


Grep


Mendadak Edward memegang tangan Mizumi yang di pakainya untuk menyibak rambut Edward


"Pakai bajumu" ucap Edward pelan


"Hum?? Apa?"


Mizumi tidak mendengar perkataan Edward yang terlalu pelan


"Pakai bajumu"


Deg


Mizumi langsung sadar kalau dia masih memakai sehelai kain (handuk) untuk menutup tubuh nya


"I,iyakak segera" sahut nya telat


Dengan cekatan Mizumi memilih baju, ia tidak pernah memakai make up untuk merias diri


Tampil apa adanya pun, Mizumi tetap terlihat memukau


"Kak aku sudah selesai, ayo kita makan bersama" ucap Mizumi setelah selesai bersiap


"Kau saja dulu, aku merasa mengantuk sekali" sahut Edward lesu


Itu mungkin karena kau belum makan kak -_-


"Yasudah tunggu dulu"


Mizumi pergi meninggalkan Edward di kamar nya, entah ia akan kemana


Tak sampai 15 menit, Mizumi kembali dengan membawa 5 pelayan, masing masing pelayan membawa satu hidangan


"Taruh ini di situ" ucap Mizumi lirih sambil menunjuk ke meja kaca bundar di tengah kamarnya


"Baik" sahut para pelayan


"Kak bangun dulu, nih makan, nanti sakit"


"Aku merasa tidak ada mood makan adik sayang" sahut Edward


Mizumi memasang wajah imut


"Kalau Zumi suapi, apa mood makan nya ada ?" Tanya Mizumi


"Hum, tawaran mu boleh juga" sahut Edward, kemudian segera bangkit


Lah ◉ω◉ langsung semangat dia


"Ini buka mulut mu, Aaa..h"


Edward membuka mulutnya, satu suapan sudah berhasil di berikan, suapan kedua ia makan sambil memegang tangan Mizumi


Eeee...(●﹏●) padahal kakak punya tangan sendiri, tapi kenapa tangan ku yang di tarik~


"Kakak ini ya, kalau di suruh makan, tidak mau, tapi pas Mizumi yang tidak mau, kakak maksa banget -_-"


"Itu namanya kepedulian seorang kakak"


"Ih jangan bilang Mizumi gk peduli ya, Mizumi rela nyuapin gini karena peduli ma kakak, kakak yang susah makan gini, bakal ngerepotin kalau sakit"


"Heeee..apa Zumi khawatir pada ku?"


Ngomong apa sih, tentu saja aku khawatir, orang situ kakak ku


"Au ah, sudah habis nih, itu minuman, jan gk di minum!" Kata Mizumi dengan nada kesal


"Iya iya, jangan ngomel ngomel, entar jadi sama kaya Mama, tukang ngomel"


"Hah, kakak ngomong gitu, Zumi aduin nih sama Mama, Mama...!!"


"Weh jangan lah, jahat banget" Edward memasang tampang kasihan


Tampang kasihan dari kakak Itu tidak berpengaruh pada ku


"Yaudah, gk Zumi aduin, tapi ada syaratnya"


"Apa syaratnya?" *Edward mengerutkan keningnya*


Mendengar Edward ingin menyetujui syarat nya, Mizumi tersenyum nakal, ia mendekat kemudian berbisik lembut


Sesudah di bisiki


"Hm..baiklah, aku setuju" kata Edward dengan wajah meremehkan


To be continue......