
Tesla menggunakan dress berwarna pink dengan panjang selutut dan menggunakan sedikit makeup dan lipstick yang senada dengan gaunnya. Rambut bawahnya sedikit di blow, dia ingin tampil sempurna malam ini di depan Chris dan berharap nantinya Chris akan menyukainya walau mustahil tetapi Tesla tetap berharap. Tesla pun turun dan menghampiri ayah dan ibunya yang sudah siap dan mereka pun langsung berangkat menuju kerumah keluarga Stanford.
Saat sampai mereka di sambut baik oleh Nela yang sudah menuggu di depan pintu, dan memeluk kerabat lamanya ini dengan hangat, dan Ares menjabat tangan Yohan menyambut kedatangan keluarga Walfrice. Mereka pun mempersilakan keluarga itu untuk masuk dan mempersilakan duduk.
“ Terimakasih kalian sudah mau datang untuk makan malam dirumah kami. “ kata Ares dengan ramah.
“ Kami juga berterimakasih karena kalian mau mengundang kami. “ jawab Yohan dengan senyum
“ Cantik sekali kamu malam ini sayang. “ puji Nela yang kagum melihat kecantikan Tesla.
“ Terimakasih tante. “ jawab Tesla dengan senyum ramahnya.
“ Em, dimana Chris? Aku tidak melihatnya. “ kata Katie yang tidak melihat Chis tidak duduk bersama mereka.
“ Oh dia masih di kantor dan sebentar lagi akan pulang. Apa kalian sudah lapar? Kita mulai duluan saja makan malamnya. “ ujar Ares dan memanggil pelayan untuk membawakan makanan mereka.
Chris sedang menyelesaikan beberapa pekerjaannya tadi agar besok dia tinggal merevisi kembali, dan mengambil tabletnya untuk mengecek jadwalnya besok. Dia pun melihat ke arah jam tangannya dan teringat bahwa tadi ibunya bilang mereka akan makan malam bersama keluarga Walfrice, Chris pun mematikan laptopnya dan bersiap pulang dan menuju mobilnya meminta supirnya untuk sedikit mengebut.
Chris pun sampai dan langsung buru-buru menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri dulu sebelum bergabung. Setelah berpakaian rapi Chris langsug menuju ruang makan dan langsung mengambil tempat duduk di sekitar dua keluarga itu.
“ Maaf ma, pa Chris lama. Tadi nyelesaiin beberap kerjaan dulu. “ ujar Chris sambil menyendokkan makanan di piringnya.
“ Gapapa sayang. “ jawab Nela.
“ Chris, om lihat kamu semakin tampan saja ya. “ kata Yohan.
“ Ah enggak kok om, masih banyak yang lebih tampan dari Chris. “ jawab Chris merendahkan diri.
“ Tapi menurut om kamu yang paling tampan, kamu pria yang gagah dan tekun dan sepertinya cocok jadi calon suami buat Tesla. “ ujar Yohan lalu terkekeh.
“ Tesla juga sepertinya cocok dengan Chris, apalagi dia juga wanita yang sangat cantik juga rajin. Iya kan pa? “ sambung Nela lalu menatap Ares, Ares pun mengangguk.
Chris hanya tersenyum simpul saja mendengar perkataan para orangtua yang sepertinya ingin menjodohkan mereka. Sedangkan Tesla, tersenyum malu-malu saja namun juga sedih karena Chris tidak menatapnya sama sekali.
“ Tes, kalau menurut kamu Chris gimana? “ tanya Nela sambil menyikut siku Tesla.
“ I-itu iya Chris memang sangat tampan tante. “ jawab Tesla malu-malu.
“ Ma, bisa kita bicara sebentar? “ pinta Chris lalu menuju ke ruang tamu dan Nela pun mengikutinya dari belakang.
“ Maaf ya Chris memang seperti itu, sikap cuek dan dinginnya memang susah hilang. “ kata Ares yang tidak enak tadi mendengar suara Chris terlihat dingin.
Chris dan Nela sudah berda di ruang tamu, Chris duduk dan memijat keningnya dia sudah tahu bahwa sampai kapanpun ibunya pasti akan berusaha menjodohkannya bagaimanapun. Bahkan mungkin tidak akan segan-segan memaksa mengingat kejadian dulu dia yang di jodohkan oleh Zarra.
“ Ma, aku tahu maksudmu mama mengajak mereka makan malam kesini. Tolong, aku tidak ingin di jodohkan oleh siapapun. “ ujar Chris tanpa menolh ke arah Nela.
“ Tapi Chris mau sampai kapan? Mama dan papa juga ingin merasakan punya cucu, dan mama ingin kamu punya pendamping yang tepat, menurut mama Tesla lah yang tepat buat kamu. “ ujar Nela.
“ Iya aku ngerti ma, tapi aku sama sekali tidak menyukai Tesla. Dan aku tidak bisa menikah dengan orang yang tidak aku cintai. “ ujar Chris.
“ Masalah suka atau cinta itu akan timbul disaat kalian mulai bersama Chris. Buktinya kamu dan Zarra yang awalnya saling membenci ujungnya kalian jadi saling mencintai kan? “ ujar Nela tidak mau kalah dan bersikeras untuk tetap menjodohkan anaknya.
“ Ma itu berbeda, aku dan Zarra sudah saling menyukai sejak lama hanya saja kami baru sadar waktu itu. Pokoknya aku gak mau nerima perjodohan ini. “ ujar Chris lalu pergi keluar dan masuk ke mobilnya menyetir menuju bar yang biasa dia kunjungi.
“ Ck dasar anak itu, pokoknya aku harus tetap menjodohkan mereka. Tesla adalah yang terbaik untuk Chris. “ ujar Nela dan kembali ke ruang makan dan memasang wajah ceria agar tidak ketauan bahwa tadi habis berdebat dengan anaknya.
“ Maaf ya saya lama, em kalian lagi pada bicarain apa ini? “ ujar Nela yang bergabung dengan Katie dan Tesla.
“ Ah gapapa loh Nel, hanya seputar sale saja. Biasalah kamu tau kan kaum wanita kalo ada sale pasti langsung nyerbu. “ kata Katie.
“ Chris mana tante? Kok aku gak liat Chris kesini? “ tanya Tesla yang bingung kenapa Nela kembali sendiri.
“ Ah, dia balik ke kantor katanya ada barang yang tertinggal. “ jawab Nela bohong.
“ Tes, bagaimana kamu menjadi calon istri bagi Chris saja? Sepertinya dia juga masih sendiri kan? Bagaimana Nela? Apa kau setuju dan bukankah ini maksudmu mengundang kami untuk menjodohkan mereka berdua? “ ujar Katie langsung.
“ Ah iya memang benar, itu maksudku mengundang kalian untuk membicarakan tentang perjodohan Chris dan Tesla. “
“ Tapi bagaimana dengan Chris tante? Apa dia setuju dengan perjodohan ini? “ tanya Tesla yang merasa sepertinya tidak afdol jika Chris tidak mengetahuinya.
“ Kamu tenang saja sayang, lama kelamaan dia pasti akan menyetujuinya kok. “ ujar Nela.
Hari sudah semakin malam, keluarga Walfrice pun pamit untuk pulang dan mengucapkan terimakasih sekali lagi karena telah di undang. Ares dan Nela mengantarkan mereka sampai ke depan rumah dan sampai mereka pergi dari rumah itu lalu mereka kembali masuk ke dalam rumahnya kembali. Nela langsung masuk ke kamar dan duduk di pinggir tempat tidur nya memikirkan perkataan Chris tadi yang bersikukuh menolak untuk di jodohkan. Ares yang melihat istrinya seperti memikirkan sesuatu langsung menghampiri istrinya.
“ Kenapa ma? Apa yang sedang mama pikirkan? “ tanya Ares.
“ Mama hanya bingung gimana caranya supaya Chris mau nerima Tesla. “ jawab Nela.
“ Sebaiknya kita biarkan saja Chris dulu, jangan dipaksa. Apa mama mau dia balik seperti dulu? “ ujar Ares yang mengerti dan juga tidak ingin terlalu memaksakan perjodohan.
“ Kapan Chris bisa melupakan wanita itu? Memangnya sebaik apa dia? “ gumam Tesla merasa ingin tahu tentang Zarra. Tesla mengambil hpnya lalu menelpon asistennya, dia meminta asistennya untuk mencari tahu tentang keluarga Wagner terutama Zarra. Mungkin saja dia bisa belajar dari apa yang dia tahu nanti.
“ Tenang saja Chris, aku akan membuatmu jatuh cinta sama seperti Zarra yang membuatmu jatuh cinta. “ batin Tesla lalu dia pun tertidur
Sementara itu Chris sedang berada di bar tempat biasa dia kunjungi dia memanggil Denial untuk menemaninya, tak lama Denial pun datang dan langsung memesan minuman juga. Denial merasa aneh tapi juga lega karena melihat Chris sudah mengurangi minumnya.
“ Diam mulu bro, nih gue nemenin patung apa gimana ya. “ kata Denial sambil meneguk minumnya dan daritadi di diamkan Chris membuatnya seidikit kesal.
Chris yang sedang melihat ke arah hpnya, melihat foto-fotonya bersama Zarra membuat dia tersenyum sendiri, mengingat betapa bahagianya dulu mereka. Chris sangat merindukan masa-masa itu, rasanya ingin kembali mengulang waktu jika bisa. Denial mengerutkan kening melihat Chris yang terus tersenyum dan malah mendiaminya, dia pun ikut melihat ke arah hp Chris dan ternyata Chris sedang melihat foto kenangannya bersama Zarra.
“ Zarra udah gak ada, tapi gue masih kalah. Di panggil kirain ngajak curhat, eh malah di diamin. Pulang dah gue. “ ujar Denial yang mulai beranjak berdiri namun di tahan oleh Chris, Chris pun meletakkan hpnya kembali di meja.
“ Sorry dah, btw thanks udah mau datang. “ kata Chris sambil menepuk bahu Denial.
“ Udah seharusnya sebagai teman selalu siap sedia untuk teman terbaiknya. “ jawab Denial dengan senyum lebarnya.
Chris pun terkekeh dan meneguk minumannya kembali, “ Btw lo masih aja jomblo Den. “
“ Yeu, jomblo sekarang lagi trendnya. Dan gue lagi fokus pekerjaan gue, kalo cewek gak usah di cari mah, yang ngejar-ngejar kita aja udah banyak. “ ujar Denial dengan nada pedenya.
“ Idih songong amat lo. bukan gitu, lo dari jaman kita masih kuliah sampai sekarang masih aja menyendiri, itu mah kelewat jones. “ kata Chris mengejek Denial.
“ Wets apa nih berdua minum-minum gak ajak gue. “ kata Regas yang baru saja datang dan menghampiri dua temannya itu.
“ Lo kan orang sibuk, gimana mau ngajak. Telpon aja di reject mulu udah kayak lagu dangdut. “ jawab Denial.
“ Udah kayak Kavi aja lo ngejawab gitu. “ balas Regas sambil tertawa kecil.
“ Eh iya apa kabar ya Kavi. Pasti sibuk ngurus anak nih. “ ujar Denial yang tiba-tiba teringat temannya yang sudah beranak istri.
\~\~\~\~\~\~
“ Hatchimmmm…. “ Kavi menggosok hidungnya yang habis bersin, “ Siapa nih yang gibahin gu malam-malam begini. Gue doain jodohnya jauh. “ kata Kavi yang baru selesai membaca koran lalu menuju ke kamar untuk tidur.
Kavi tersenyum melihat Morphin yang sudah tertidur, dan di samping tempat tidur mereka ada ranjang bayi juga bayinya, dia melihat putra kecilnya sebentar dan tersenyum dia tidak menyangka akan menjadi seorang ayah, dan dia sangat merasa bahagia memiliki dua orang yang sangat dia cintai. Dia merasa hidupnya dulu yang terasa kosong sekarang terasa berwarna, Kavi mengecup kening putra kecilnya lalu menuju ke samping Morphin dan mulai berbaring untuk tidur.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
“ Nah dua jones ngumpul dah berdua. “ ujar Chris sambil mengangguk-ngangguk kecil kepalanya.
“ Elah nih Jonas jones mulu, lo tuh udah jadi duda cari istri dah sono. “ kata Denial yang tidak terima daritadi dibilang jones terus.
“ Tau nih lo Chris, gak boleh bilangin gitu mulu entar karma. “ sahut Regas.
Chris yang tadi suasana hatinya sangat buruk sekarang sudah merasa mendingan karena kedua temannya ini yang datang untuk menemani dan menghiburnya. Dia juga merasa senang karena sudah lama juga tidak berkumpul dngan mereka, hanya kurang Dero, Leo, juga Kavi. Tiga orang yang sangat susah di hubungi karena sudah mempunyai pasangan masing-masing ya pasti sibuk bucin lah ya. Terutama Dero dan Alicia yang sedang sibuk-sibuknya mengurus persiapan pernikahan mereka. Dero dan Alicia sudah mengadakan pertunangan setahun yang lalu, lalu Dero ingin mengajak Alicia ke jenjang yang lebih serius, Alicia pun menerimanya.
“ Der, aku mau yang bergaya Indonesia aja. Eropa mulu bosen. “ kata Alicia sambil merengut.
“ Tapi eropa kan bagus sayang, dekorasinya juga oke. Nuansanya juga lebih modern. “ jawab Dero yang sedang membolak balikkan majalah memilih bagaimana tema ruangan mereka nanti saat menikah.
“ Ih pokoknya aku mau indo aja. Kalau kamu gak mau mending kita gak usah nikah aja. “ gerutu Alicia dan menyilangkan kedua tangannya di dada.
“ Al jangan gitu dong, kamu jangan kayak anak-anak. Aku gak suka tau gak? “ ujar Dero dengan nada sedikit tinggi.
“ Kok kamu jadi ngebentak aku sih? Tau ah kamu pilih aja sendiri aku males. “ kata Alicia lalu pergi meninggalkan Dero.
Alicia mengambil hpnya dan menelpon Jodes, dia ingin menginap di rumah Jodes hari ini. Jodes pun dengan senang hati menerimanya kebetulan dia juga lagi butuh teman cerita. Alicia mengingat kembali pertengkarannya dengan Dero, ya beginilah jika dua orang yang keras kepala bersatu, harus ada yang ngalah salah satu kalau tidak ya jadinya bakal berantem terus.
“ Hai Al, ayok masuk. Di luar dingin. “ ajak Jodes lalu menarik tangan Alicia yang baru saja sampai.
“ Maaf ya Des gue tiba-tiba kerumah lo. “ kata Alicia karena datang larut kerumah Jodes.
“ Elah kayak sama siapa aja deh lo. “ jawab Jodes.
Jodes mengajak masuk ke kamarnya dan memberi piyama tidur ke Alicia, Alicia pun langsung memakainya dan merebahkan dirinya di tempat tidur. Dia menunggu Jodes yang sedang buang air kecil di kamar mandi. Alicia mengambil hpnya dan mengecek riwayat panggilan siapa tahu Dero menghubunginya, ternyata tidak ada sama sekali. Alicia berdecak kesal karena Dero seperti tidak peduli terhadapnya. Jodes yang baru saja keluar dari kamar mandi mengerutkan kening melihat wajah Alicia yang terlihat murung.
“ Kenapa Al? berantem lagi sama Dero? “ tanya Jodes dan ikut merebahkan dirinya.
“ Sebel banget gue sama dia, padahal kemaren gue udah ikutin apa yang dia mau. Sekarang gue minta dia nurutin kemauan gue, malah dia gak mau. “ ucap Alicia dengan nada yang kesal.
“ Dirundingin baik-baik udah? Kalian kalo bahasnya emosi balas emosi ya gak akan kelar itu masalah Al. “ ujar Jodes yang sudah biasa mendengar curhatan Alicia jika sedang bertengkar dengan kekasihnya.
“ Ya belum sih, karena dia ngeselin gue langsung kesini. “ jawab Alicia.
“ Besok lo mending balik, dan ajak bicara baik-baik. Inget, di tahan tuh emosi kalian dan hilangin ego kalian masing-masing. “ ujar Jodes.
Alicia merasa puas bisa bercerita dengan Jodes, Jodes pun menceritakan juga tentang apa yang sedang dia cari tahu saat ini. Alicia membelalakkan matanya saat Jodes memberi tahu kemungkinan Zarra masih hidup namun Jodes mengatakan masih belum yakin dan meminta Alicia untuk tidak menceritakan ke siapa-siapa dulu. Jodes pun sampai sekarang juga masih menunggu kabar dari Xaven namun Xaven tak kunjung menghubunginya, dan tidak biasanya. Karena jika ada info sekecil apapun Xaven pasti akan menghubunginya, namun kali aneh Xaven sama sekali tidak ada menghubunginya sudah sebulan lebih.