
Mizumi mengerucutkan bibirnya
"hei kau ngambek pada ku ya?" tanya Cristo ia menunjukkan ekspresi bersalah
"tidak " sahut Mizumi singkat
"Hem.., bohong" *sambil mencolek pipi Mizumi*
"aku bilang tidak ya tidak! lagi pula aku hanya merindukan kampus, apa kita masih bisa bersekolah?" ucap Mizumi dengan wajah serius
"iya bisa, sayang, ayo habis kan tiga bulan ini dengan bersenang senang" kata Cristo meraih tangan Mizumi
"aku hanya mengambil cuti 6 hari, dan harus kembali ke Amsterdam untuk syuting" lanjutnya
perkataan Cristo tentang cutinya membuat Mizumi kaget, pasalnya ia akan di tinggal kan oleh kekasihnya itu
selama 2 bulan lebih, dan menikmati musim dingin seorang diri
"kau serius?" ucap Mizumi tak percaya
"iya" sahut nya sembari mengangguk
"kau tega meninggalkan ku, di sini, di kota ini ? sendirian?? "kata Mizumi yang menyiratkan sesuatu
ia tidak mau Cristo pergi jauh, sesungguhnya jauh di dalam hati Mizumi, ia tidak rela dan tidak mengizinkan Cristo pergi dari nya
"aku tidak akan meninggalkan mu, atau begini saja " Cristo mendekat ke arah telinga Mizumi, dan membisikkan sesuatu
"benarkah boleh ?!" kata Mizumi ceria setelah Cristo selesai berbisik
"iya, tapi kau masuk sekolah lewat Vidio call ya "
"tidak masalah, yang penting aku bersamamu" ucap Mizumi yakin
•
•
•
tak terasa hari esok segera datang, Cristo bangun lebih awal dan mandi, sedangkan Mizumi sibuk mempersiapkan barang barang yang harus di bawa
"apa kau siap ?" tanya Cristo sembari memperbaiki pakaian nya
"aku siap !!, sini aku bantu" kata Mizumi mendekati Cristo , ia membantu Cris, menata penampilan nya
"terimakasih, tadi pagi aku sudah menelepon dosen, dan aku di perbolehkan, entah kenapa dosen nya begitu ramah pada ku" ucap Mizumi agak heran
mungkin karena keluarga mu terlalu menyeramkan (batin Cristo sembari terkekeh geli)
mereka sampai di bandara pukul 07.00 dan terbang ke Amsterdam, sesampainya Cristo langsung mengajak Mizumi keluar mencari makanan
"di sini tidak musim dingin ?" kata Mizumi lirih
"iya, musim dingin di sini hanya terjadi dari bulan Desember sampai Maret" sahut Cristo yang mendengar kalimat lirih Mizumi
dia denger aja dah
tiba tiba seorang anak menabrak Mizumi dan tidak sengaja menumpahkan ice crim nya ke gaun yang Mizumi kenakan
"oh! " kata Mizumi , ia melangkah mundur dan mengelus gaun nya
anak itu mendekat dengan wajah memelas, dan berbicara menggunakan bahasa Belanda pada Mizumi
"sorry ik meende het niet (maaf saya tidak sengaja)" ucap anak itu
Mizumi tersenyum lembut
"laat maar(Tidak apa)"
senyuman Mizumi membuat anak itu sempat tertegun, ia terpesona
"dank jewel(terimakasih)" ucap anak itu mengangguk keras
anak itu pergi meninggalkan Mizumi dan Cristo
"kau sungguh tak apa ?" tanya Cristo
"iya, dia anak yang imut ya, kapan aku bisa jadi ibu" ucap Mizumi menunduk
ekspresi nya itu membuat Cristo sontak memalingkan wajah, pipi nya terlihat merona
"kalau begitu ayo kita ke apartemen ku dulu, baru kau ku ajak ke studio ku, mau tidak ?" tawar Cristo sembari menggerakkan jari jari tangannya, Mizumi tidak punya pilihan lain selain menolak
padahal tadi tujuan utama nya mau cari makan, kenapa malah jadi ke apartemen dan studio ya 😅
(batin Mizumi sembari memegang perut nya)
to be continue.........