
Akhirnya Mizumi sampai di toko alat sekolah setelah beberapa menit berjalan dari kediaman nya
Melelahkan sekali, tapi semua ini terbayar sekarang
(Batin nya puas)
Ia meregangkan tubuhnya di depan toko sebelum akhirnya memasuki toko tersebut
Saat tengah asyik memilih barang yang ia perlukan, pertemuan yang tidak terduga terjadi
Ada yang masih ingat Amara?
(Mengingat pertemuan mereka sebelumnya di Episode 15)
Sebuah bolpoin jatuh tepat di depan kaki Mizumi, nampak seorang gadis mengejar bolpoin itu
"Ma,maafkan aku, ini tidak sengaja jatuh" ucap Amara terdengar lebih sopan
"Amara"
Mendengar ada yang memanggil nya, Amara sontak melihat ke arah orang itu
E,Erisa Febergland...
Tap tap tap
Amara menaruh kembali alat alat sekolah yang sudah di pilih nya dan buru buru keluar dari toko
"AMARA TUNGGU" teriak Mizumi sambil mengejar langkah Amara
Terlihat Amara berkali kali melihat ke belakang, sikap nya saat ini seperti orang yang sedang ketakutan
"Amara tunggu, tunggu!"
"Jangan ikuti aku!" Sahut Amara
Ih kenapa sih Amara -_-
Setelah bermain kejar kejaran beberapa menit dengan Amara, akhirnya Mizumi bisa menangkap Amara
"Ke,kenapa lari?" Ucap Mizumi dengan nafas yang tidak beraturan (terengah-engah)
"Dulu aku sudah jahat padamu, aku malu, dan juga aku takut keluarga mu akan membalas yang lebih kejam" sahut Amara
Mizumi tersenyum lembut mendengar jawaban dari Amara
"Tidak, itu tidak benar, aku akan menahan keluarga ku jika mereka ingin membalas perbuatan mu padaku waktu itu"
"Aku memanggil mu karena aku sudah lama tidak melihat mu, kau kemana saja, kenapa penampilan mu begini?" Tambah Mizumi
Amara mulai berlinang air mata, ada penyesalan dan juga kekecewaan yang tersirat di raut wajah nya
"Ayah ku bangkrut, teman teman ku pergi, aku baru menyadari bagaimana rasanya menjadi seorang yang lebih sederhana sekarang, aku menyesal karena mulut ku suka menghina dulu"
Puk
\(Mizumi memeluk Amara\)
"Apa maksud dari kata "teman teman ku pergi", Amara....aku kan juga teman mu, kau masih punya aku"
"Hiks, benarkah itu?.." *Amara mulai terisak di pelukan Mizumi*
"Iya benar, sekarang jangan nangis lagi, tadi kau mau beli peralatan sekolah untuk kuliah besokan?, Ayo kita beli bersama, kali ini aku yang traktir ya"
Kemudian keduanya menuju toko alat sekolah yang tadi dengan berjalan kaki
Sesudahnya
"Terimakasih untuk hari ini Erisa, maaf aku sudah merendahkan mu dulu" kata Amara dengan kepala tertunduk
"Udah, yang dulu jangan di bahas lagi, kau mau duduk di cafe dulu nggak?, temenin aku minum kopi"
"Boleh, ayo!"
Mizumi tersenyum kemudian mengeluarkan tangan nya
"Kau tidak keberatan kan berpegangan tangan dengan ku ?"
"Tidak" sahut Amara kemudian menerima uluran tangan dari Mizumi
Keduanya memasuki sebuah cafe yang tak jauh dari toko alat sekolah tadi
"Pesan Cappucinonya dua" kata Mizumi
Amara memandang Mizumi dengan cermat kemudian tenggelam dalam lamunan nya
*Ya...tidak salah jika Cristo, Steven, ataupun pemuda lain menyukai Nona Erisa....
Tuhan membentuk wajah dan fisik nya dengan sempurna, kesempurnaan itu pasti menjadi primadona yang di perebutkan*
"Amara, Amara, Aamaaraaa?" Panggil Mizumi
"E, iya " sahut Amara
"Cie... bengong, ngelamunin apa?"
"Emm, aku tau posisi ku yang sekarang sudah tidak ada harapan lagi, tapi perkataan yang dulu pernah ku ucapkan, aku sebenarnya benar benar menyukai Cristo dan Steven"
Ternyata Amara menyukai Cristo ಠ_ಠ
kalau Alexander mah nggak papa, ambil aja
Toh dia bukan siapa siapa ku, tapi malah manggil aku sayang -_-"
"Jadi?"
"Beberapa bulan yang lalu, aku mendengar kau berhubungan dengan Cristo, kalau aku di suruh memilih antara Cristo dan Steven, aku lebih memilih Cristo, karena dia tampan, ceria dan lemah lembut"
"Jadi aku hanya menginginkan Cristo, aku harap kau mau melepaskan nya untuk ku" tambah Amara
Mizumi melihat harapan di mata Amara, harapan yang begitu besar
Hufft..tampan, ceria, dan lemah lembut, itulah yang membuat ku mencintai Cristo
Tapi aku tidak bisa melepaskan Cristo, apakah pertemanan yang baru terjalin ini akan hancur?
"Erisa?, Bolehkan?, Kau cantik dan pasti banyak yang mendambakan mu, tapi aku...., Aku miskin sekarang, ku mohon, aku hanya butuh Cristo agar aku bisa bangkit"
Mizumi terdiam sambil
memikirkan semua itu baik baik
"Aku...."