
Hari ini Chris kembali bekerja ke kantor dan menyelsaikan pekerjaan yang tertunda saat dia cuti dan hari ini harus meeting lagi bersama 2 kliennya dari inggris serta makan malam dengan mereka. Hari ini akan menjadi hari yang padat untuknya, tidak ada waktu bersama Zarra. Chris pun mengabari Zarra bahwa seharian ini dia akan sangat sibuk dan untung saja Zarra mau mengerti. Hari ini Zarra masih cuti karena dia sudah lama tidak bertemu dengan Alicia, Denial dan Dero, dan dia ingin menghabiskan waktu dengan temannya. Sebenarnya Zarra juga mengajak Jodes, Morphine dan Lingga Cuma mereka semua tidak bisa. Jodes yang membantu ibunya dalam menjalankan restoran, begitu juga dengan Morphine yang sedang audisi menjadi aktris, dan Lingga yang berlatih untuk tampil di sebuah konser bersama bandnya.
Padahal Zarra sangat ingin bertemu dengan sahabat lamanya, tapi apa boleh buat mungkin mereka bisa bertemu di lain waktu. Sebelum pergi Zarra mampir sebentar kekantornya untuk memeriksa apakah perusahaannya itu baik-baik saja. Untung saja Tian dan Nina cukup pintar, saat menggantikan Zarra klien yang meeting dengann mereka pun menyetujui bekerja sama dengan Perusahaannya Zarra dan membuat Zarra puas.
“ Aku akan memberikan kalian bonus tahun ini. “ ucap Zarra sambil melihat beberapa dokumen.
“ Terimakasih banyak nona. “ jawab Tian dan Nina bersamaan.
“ Hari ini aku masih cuti, dan jangan menghubungi ku untuk seharian ini karena aku tidak ingin diganggu. jika ada masalah kalian bereskanlah, aku percaya pada kalian. “ ucap Zarra lagi dan memberikan dokumennya ke Nina lalu beranjak dan bersiap untuk pergi.
Zarra pun keluar dari kantornya dan menuju mall tempat dia dan teman-temannya bertemu di antar oleh supir pribadinya, karena Tian mengurus kantornya jadi tidak bisa mengantarnya. Bukan gak bisa sih, hanya saja Zarra meminta Tian untuk membantu Nina, supaya Tian sekalian pdkt ke Nina. Zarra tahu Tian menyukai Nina sudah sejak lama, makanya dua hari ini dia membiarkan mereka berdua mengurus kantornya sekalian juga Zarra ingin refreshing.
Zarra pun sampai di sebuah mall besar milik Chris, dia bangga dengan kekasihnya selain tampan juga dia kaya, tapi Zarra menerimanya karena tulus bukan melihat harta. Zarra pun langsung menghubungi Alicia dia sudah sampai dan Alicia meminta Zarra ke starbucks karena mereka semua menunggunya disitu. Zarra pun sampai dan langsung menghampiri teman-temannya itu, sungguh dia sangat rindu dengan mereka.
“ Hey, I miss you so much my friend. “ Zarra yang datang langsung memeluk Alicia.
“ Miss you too my bestie. “ balas Alicia yang juga membalas pelukan Zarra.
“ Kita-kita gak di peluk nih Zarr? “ ucap Dero yang sudah merentangkan tangannya menunggu Zarra memeluk, namun Zarra malah mncuekinya.
“ Gak dulu wlekkk. “ Zarra memeletkan lidahnya tidak menggubris Dero, Dero yang malu pura-pura menggaruk tengkuknya yang tidak gatal itu.
“ Akhirnya kita bisa berkumpul bersama lagi. Kangen banget masa-masa ini. “ ucap Denial sambil menatap teman-temannya bergantian.
“ Pokoknya hari ini kita harus puas-puasin deh. Kapan lagi coba kita bisa kayak gini lagi. “ ucap Zarra sambil menaik turunkan kedua alisnya.
“ Eh kita main timezone yuk? Udah lama nih gak main. “ ajak Alicia yang sangat antusias.
“ Yaelah udah gede masih aja main timezone. “ ejek Dero dan langsung membuat Alicia cemberut, dan membuat Zarra juga Denial tertawa.
“ Ayok deh, gue juga lagi pengen nih. “ Zarra berdiri dan langsung mengajak Alicia, “ tinggalin aja mereka berdua kalo gak mau ikut.”
“ Gimana nonton aja dulu abis itu kita main. Soalnya gue udah mesan tiket buat kita-kita. ‘ ucap Denial dan mengeluarkan tiket bioskop lalu menunjukkan pada mereka bertiga.
“ Gimana Al? “ Zarra menoleh ke Alicia dan bertanya.
“ Okedeh yuk, tapi janji siap nonton kita main. “ tegas Alicia sambil menyilangkan tangannya.
“ Oke. ‘ jawab Denial dan Dero bersamaan.
Mereka berempatpun langsung naik ke atas melalui escalator menuju ke bioskop. Dero dan Alicia menunggu Denial dan Zarra membeli camilan untuk mereka nonton nanti. Tinggg!!! Hp Zarra pun berbunyi dan dia langsung membukanya siapa tau itu pesan dari Chris dan benar saja itu memang dari Chris.
From Chris:
Kamu lagi apa sayang?
Zarra pun senang karena itu pesan dari kekasihnya, dan Zarra pun langsung membalasnya.
To Chris:
Aku lagi mau nonton sama teman-teman aku.
From Chris:
Siapa aja tuh?
To Chris:
Alicia. Denial dan Dero.
Entah kenapa saat melihat nama Denial chris merasa cemburu dan langsung bergegas untuk menyusul Zarra serta meminta sekretarisnya untuk membatalkan semua jadwal ahri ini (anak banget jadi Ceo ya bisa ngebatalin gitu aja). Chris pun langsung menuju ke mall tempat Zarra dan teman-temannya akan menonton, Chris menyetir sendiri dengan ngebut selang beberapa menitpun dia sampai. Zarra heran terhadap Chris karena Chris tidak membalas pesannya lagi, dia pun memasukkan ponselnya ke dalam tas dan memalingkan wajah saat Denial memanggilnya dengan membawa popcorn dan meminta Zarra membantunya membawa kan minum lalu mereka menghampiri Alicia dan Dero dan memberikan minum kepada mereka satu-satu.
Saat Denial melihat ada sesuatu di rambut Zarra, Denial bermaksud untung menyingkirkannya namun tangannya di tahan oleh seorang pria dengan tatapan yang sangat cemburu. Pria itu pun menarik Zarra kebelakangnya dan menatap Denial dengan tajam, Denial yang mendapat tatapan tajam pun langsung menarik tangannya kembali dan langsung mundur.
“ Kamu kok bisa disini? Perasaan ini belum jam pulang deh. “ Zarra melihat jam di tangannya karena bingung melihat Chris tiba-tiba berada didepannya.
Chris pun menoleh dan menatap Zarra dengan lembut, “ Aku ingin ikut menonton dengan kekasihku. Emangnya gak boleh? “
“ Tapi tiketnya cuma 4, aku pesen lagi deh. “ Zarra yang ingin pergi ke loket tiket tetapi tangannya di tahan oleh Chris.
“ Biar aku aja yang beli, kamu disini aja. “ Chris pun melepaskan tangan Zarra dan ingin menuju ke loket namun dihentikan oleh Denial.
“ Lo disini aja sama Zarra, biar gue aja yang beli tiketnya. “ Denial pun pergi menuju ke loket tiket dan mengantri. Untung saja filmnya masih beberapa menit lagi jadi masih sempat mengantri.
“ Elah gue bakal uwuphobia nih liat dua pasangan uwu di depan gue. “ ucap Dero sambil mngelengkan kepalanya.
“ Gue keknya harus siapin hati deh ngeliat dua sejoli ini. “ ucap Alicia sambil menyeruput minumannya.
Zarra dan Chris yang mendengar ucapan Dero dan Alicia pun tertawa dan malah makin memperlihatkan kemesraaan mereka membuat Dero dan Alicia makin uwuphobia. Denial yang telah selesai membeli tiket saat melihat Zarra dan Chris yang bermesraan tiba-tiba hatinya sangat cemburu, tapi dia tidak bisa apa-apa dan hanya bisa bersabar karena Zarra tidak akan pernah bisa jadi miliknya melainkan menjadi milik Chris. Dia berharap rasa suka ini bisa hilang secepatnya.
Mereka berlima pun masuk kedalam bioskop dan mulai menonton film yang mereka pilih. Dari awal masuk bioskop sampai pertengahan, Denial tidak bisa fokus menonton karena melihat kemesraan Zarra dan Chris. Karena tidak tahan Denial pun langsung keluar dari bioskop dan duduk disekitar tempat menunggu. Dero mengerti melihat Denial karena dia tau temannya ini sangat menyukai Zarra, dia pun ikut keluar dan menghampiri Denial. Dero menepuk punggung Denial dan berusaha untuk menghiburnya.
“ Sabar man. Cinta itu emang terkadang membahagiakan, kadang menyakitkan, tinggal gimana cara kita ngadepinnya. “ ucap Dero.
“ Padahal udah lama gue gak ketemu Zarra. Gue kira rasa ini telah pudar, tapi saat melihat Zarra malah rasa ini makin besar. “ Denial menundukkan kepalanya karena sedih dan mengusap kasar wajahnya.
“ Bisa aja itu hanya rasa rindu sesaat karena lo dan dia sudah lama gak bertemu. Gue yakin cepat atau lambat lo bakal bisa ngelupain dia. “ ujar Dero sambil merangkul bahu sahabatnya ini.
Denial pun menoleh dan tersenyum ke Dero, sepertinya dia sudah lumayan lega, “ Thanks bro. tumben lo bijak soal cinta. “
“ Karena gue udah pengalaman duluan.” Dero mengingat saat mendekati Jodes dan menembak Jodes selesai ujian semester. Karena kedekatannya dengan Jodes dia piker Jodes akan menerimanya, ternyata Jodes menolaknya dan menganggap Dero seperti seorang kakak baginya. Dero pun menghembuskan nafasnya, dan mengajak menghampiri Zarra, Alicia, dan Chris yang sudah keluar dari bioskop.
“ Kalian ini film belum habis udah keluar aja.
“ gerutu Alicia yang meninggalkannya dengan dua pasangan bucin.
“ Sorry, jadi ke timezonenya? “ tanya Denial.
“ Jadilah, masa engga. Yuk. “ Alicia menggandeng Zarra dan menariknya dari Chris lalu memeletkan lidahnya ke Chris. Chris pun hanya tersenyum saja dan menyusul mereka berdua bersama Denial dan Dero.
Mereka berlima pun masuk ke timezone dan mulai bermain permainan yang mereka pilih masing-masing.
Alicia bermain basket bersama Denial dan Dero, sedangkan Zarra dan Chris main tembak-tembakkan. Lalu mereka pun photobox, katanya Al sih sebagai kenang-kenangan mereka nanti kalo tiba-tiba mereka tidak bisa bertemu lagi dan sibuk dengan kehidupannya masing-masing.
Setelah bermain pun mereka semua merasa lapar, Chris mengajak mereka semua untuk makan malam di restoran miliknya dan merekapun mengiyakannya. Chris langsung menelpon sekretarisnya untuk mereservasi meja mereka untuk mereka dan sekretarisnya pun langsung melaksanakan perintah bosnya. Mereka pun sampai direstoran dan disambut hangat oleh waitress yang bekerja disitu, Chris pun mengajak duduk di meja yang sudah dia reservasi. Kalau biasanya Zarra yang mentraktir mereka sekarang giliran Chris, mereka semua langsung memesan makanannya.
ternyata makanan di restoran milik Chris tidak kalah enak dengan restoran milik Zarra, mereka semua pun sangat puas. Sambil makan sambil mengobrol dan sesekali bercanda apalagi Dero yang sering kali melawak hingga Chris mengusulkan Dero untuk masuk standup komedy. Hari pun sudah makin malam dan mereka pun saling pamit untuk pulang kerumahnya masing-masing. Zarra diantar oleh Chris, setelah sampai Zarra pun turun begitu juga dengan Chris yang ingin mengantar kekasihnya sampai didepan pintu.
“ Aku tau maksud kamu datang secara tiba-tiba tadi. Pasti kamu cemburu kan liat aku sama Denial.
“ Zarra berusaha memancing dan menggoda Chris.
Chris pun hanya tersenyum dan mencubit pipi kekasihnya itu, “ Itu kamu tau. Pokoknya gak boleh ada yang nyentuh kamu selain aku! “ ucap Chris dengan nada yang sedikit protes.
Zarra pun merasa gemas melihat Chris yang terlihat cemburu ini, dia pun langsung memegang pipinya Chris dan menekannya sampai bibir Chris jadi monyong, “ Duhh lucu anet sih sayangku ini, hehe.”
Chris pun memegang tangan Zarra yang berada dipipinya dan mengecupnya, “ Kamu adalah wanitaku, jadi jangan sampai kamu disentuh oleh orang lain dan jaga diri kamu baik-baik. Paham sayang? “
Zarra pun tersenyum dan mengangguk, “ Iya sayangku. “ jawab Zarra lalu mengecup pipinya Chris, “ pulanglah, hari sudah semakin larut. Dan ingat! Jangan mengebut. “
Chris mengangguk dan mengelus sayang kepala Zarra, dia pun pergi menuju mobilnya dan menyetir pulang. Setelah melihat Chris pergi, Zarra pun masuk kedalam dan menutup pintu. Saat berjalan menuju kekamarnya dia berpapasan dengan kakaknya. Seperti biasa, Devan pasti mengusili Zarra.
Devan menarik rambut adiknya yang berpapasan dengan dia lalu berkata, “ Hey kau itu memang seperti nenek lampir ya. Siang menghilang dan malam baru muncul. Iii ngeri ah. “
Zarra mengelus rambutnya yang sakit karena ditarik oleh Devan dan menatap tajam kakaknya, “ Kau berani cari gara-gara ke aku berarti kau memang sudah bosan hidup. “
“ Ancamanmu tidak mempan lagi kepadaku adikku. Aku yakin kau mana bisa kehilangan kakakmu yang tampan ini. “ Devan bergaya sambil menyisir rambutnya ke belakang dengan sok cool.
“ Cih pede sekali kau kak. Jangan salahkan aku saat besok pagi kau tidak bisa membuka matamu lagi. “ Zarra menaruh tangannya di kedua pinggang dan berkata dengan sedikit mengancam dan membuat devan melena salivanya berulang kali lalu dia langsung lari kekamarnya lalu menguncinya. Zarra tertawa keras melihat kakaknya yang ketakutan, dia suka sekali menakut-nakuti kakaknya karena ini merupakan hiburan baginya. Marry dan Edison yang melihat kelakuan dua anaknya ini hanya tersenyum. Dan bersyukur memiliki kakak adik yang akur dan lucu ini.
Zarra pun masuk kekamarnya lalu duduk di meja rias dan mengambil micellar water untuk membersihkan makeupnya. Setelah memberishkan makeup, dia kekamar mandi untuk mencuci muka setelah selesai dia langsung keluar dan merebahkan dirinya di tempat tidur. Dia membuka hpnya dan melihat photobox bersama kekasih dan teman-temannya, menatapnya dengan tersenyum. Tak lama Zarra pun tertidur.