You Are My Life

You Are My Life
Obrolan Di Taman Bunga



Langit malam menaungi dua sosok manusia yang entah apa yang mereka rasakan. Sinar rembulan membiaskan sinarnya pada wajah mereka. Tak terdengar suara apapun selain kesunyian. Bintang yang bertaburan mampu menenangkan sedikit perasaan di antara mereka.


"Apa kau pernah di khianati?" ucap Dirga memecah keheningan. tatapannya fokus pada hamparan bunga di taman itu. Taman belakang kediaman keluarga Thian.


"Aku?? Tidak pernah!!" jawab Disti singkat. Sebenarnya ada rasa penasaran atas pertanyaan orang di sampingnya namun dia memilih tak peduli.


"Apa kau pernah memiliki kekasih yang berselingkuh di belakangmu?" tanyanya lagi.


"Aku tak pernah berpacaran. Kata mama dan papa dulu, aku harus fokus sekolah agar mudah meraih cita-cita" Disti tersenyum mengingat kebahagiaan bersama orang tuanya dulu.


"Dulu?" tanya Dirga merasa aneh dengan kata dulu. "Memang sekarang mereka mengatakan kau boleh berpacaran begitu?" sambungnya lagi.


Senyum yang tampil di bibirnya berubah menjadi senyum penuh luka.


"Karena mereka sekarang telah berada di antara bintang-bintang itu." ucapnya menatap langit. Menahan bulir air mata yang akan jatuh.


Dirga sedikit terkejut dengan jawaban gadis cantik di sampingnya.


"Mereka Sudah meninggal beberapa tahun lalu. Tapi mereka tak membawaku, membiarkan aku hidup sendiri di dunia ini." Jelasnya lagi. Dia tahu orang di sampingnya mungkin tak mengerti atau malah menyimpan pertanyaan. Tatapan Disti kosong melihat hamparan bunga di depannya. Tangannya mulai merengkuh tubuhnya sendiri. Kedinginan yang melanda, bukan hanya pada udara yang dingin namun kehidupannya yang dingin tak pernah mendapat kasih sayang setelah kepergian orang tuanya.


Dirga yang melihat membuka jasnya dan memakaikannya pada tubuh Disti. Sedang Disti yang kaget langsung menoleh ke arah Dirga.


"Pakailah.!!! Jika kau mau berbagi, maka aku akan mendengarkan setiap keluh kesah mu." ucapnya menatap manik Disti yang menurutnya mempunyai daya tarik sendiri.


"Aku terbiasa hidup sendiri, Jadi semua masalah aku hadapi sendiri. Terima kasih!!" Diakhir kalimatnya Disti menampilkan senyum indahnya.


"Sekarang mulailah berbagi denganku!! Aku akan berbagi juga denganmu!!" melihat senyumnya membuatnya tak bisa menyaring kata-kata yang di ucapkan.


Kenapa dengan orang ini? Apa dia sedang patah hati? - Disti.


"Apa anda sedang patah hati sekarang? Terlihat jelas anda sedang frustasi." tanya Disti melihat sikap Dirga yang terlihat menahan kesal dan kecewanya. Seketika Dirga memalingkan wajahnya ke arah hamparan bunga


"Apa kau juga patah hati melihat Thian dengan Fani?" bukan menjawab malah dia bertanya balik.


"Apa anda begitu penasaran?"Tak ada yang menjawab, malah di jawab dengan sebuah pertanyaan lagi.


"Fani adalah teman masa kecil Thian, dia pindah keluar negeri saat masuk kuliah. Yang aku tahu mereka di jodohkan, bahkan Thian mencintai Fani." Dirga bercerita pada Disti. dia juga melihat perubahan raut wajah Disti. namun Disti nampak biasa saja.


"Terima kasih anda sudah menceritakan pada saya. Saya juga tidak berharap menjadi lebih dari seorang teman apalagi dengan kak Thian!!"


"Kenapa?" tanya Dirga penasaran.


"Apa saya harus memberikan alasan?" tanya Disti menatap Dirga penuh selidik.


Kenapa aku jadi bawel sekali.!! tidak biasanya aku ikut campur urusan orang lain seperti ini!! - Dirga.


Kenapa orang ini jadi kesal begini.?- Disti.


"Saya akan menceritakan apapun yang anda ingin tahu tapi anda ceritakan dulu masalah anda!" balas Disti.


"Huft,,, Baiklah.!!! Aku tak pernah bisa berbicara panjang seperti sekarang bahkan dengan kekasihku dulu pun tidak. Hanya kau, yang membuatku bicara panjang seperti sekarang.!!" jawabnya. pandangannya kembali lurus ke depan, menatap hamparan bunga di depannya.


"Aku mempunyai kekasih, Iya,,, uang tadi bersama Alfa adalah kekasihku!!!" menjeda ceritanya, menghembuskan nafasnya kasar. "Aku bahkan memberikan apapun yang dia minta, tapi dia dengan mudahnya menghianati ku. Aku marah tapi aku tak bisa berbuat apapun. mengingat Alfa sahabatku." Dirga merasakan rasa kecewa yang teramat dalam.


puk


puk


puk


Disti menepuk pundak Dirga. tentu saja Dirga tersentak. Selama ini tidak ada yang berani menyentuh tubuhnya walau itu Devi sekalipun.


"Ikhlaskan saja. Anda harusnya bersyukur di tunjukan sekarang. jika nanti anda baru mengetahuinya setelah menikah akan lebih rumit lagi bukan?" Disti memang begitu mempelajari dalam setiap kejadian di hidupnya.


"Lalu kau?" tanya Dirga yang sangat penasaran akan kehidupan Disti.


"Aku? Kenapa aku?" tanya Disti bingung.


"Kau berharap pada Thian agar bisa kekasihnya?" memalingkan wajahnya melihat ke arah Disti penuh selidik.


"Aku bahkan tak berniat masuk dalam dunianya. Aku sudah puas akan hidupku sendiri. Bekerja dan kuliah. Meski hidup tanpa cinta toh aku tak mati bukan?" jawab Disti yakin.


Gadis ini,,, bahkan dia hanya butuh sesuatu yang sederhana untuk bisa membuatnya tersenyum. bahkan dengan cinta saja tak pernah peduli - Dirga.


"Bagaimana jika kita berteman sekarang?" tanya Dirga. Entah dia ingin mengenal gadis itu lebih jauh lagi.


πŸ’ž You are my life πŸ’ž


Di tunggu like dan komennya, syukur bisa ngasih votenya.


Salam manis untuk pembaca.


semoga sehat selalu.