
"Kakak sudah setuju, berarti kalau tiba saat nya nanti, kakak jangan menghindar ya!" Ucap Mizumi memberi peringatan
"Dan kalau sampai kakak beneran menghindar, Zumi laporin sama Mama, Tanpa aba aba!" Tambahnya
"Iya iya, tidak akan, jangan pikir kakak mu ini akan kabur dari tanggung jawab ya"
Aku hanya curiga
kakak akan lari --‿--
"Kau jangan berfikir macam macam! Tenang saja, lagian syarat mu itu mudah untuk di penuhi" Kata Edward seolah-olah sudah mengetahui isi pikiran Mizumi
"Ya sudah Zumi percaya, Zumi pegang kata kata kakak"
"Bagus!"
Keesokan harinya
Setelah libur musim dingin, semester musim semi pun dimulai
Ini enaknya kuliah di Inggris, waktu liburannya banyak, bahkan di musim semi ini juga ada namanya spring break, libur sekitar seminggu, belum lagi ditambah liburan hari-hari besar lainnya, seperti easter break, dan sebagainya
Kuliah di Inggris umumnya memiliki dua semester dalam satu tahun yaitu semester musim gugur (fall semester) dan semester musim semi (spring semester)
saat Mizumi menjajakan kakinya masuk ke dalam Universitas
Terlihat rerumputan yang kini terlihat gundul dan keriting, bakal berbunga warna-warni, pepohonan sudah akan mulai berdaun kembali
Semester musim semi sudah dimulai, ibarat genderang perang sudah ditabuh. Tidak ada lagi waktu untuk berleha-leha dan main-main. Belajar di luar negeri perlu berhati-hati, jangan sekali-sekali meremehkan
Mizumi terlihat tersenyum gembira menyambut semester baru
"Erisa...Hello" sapa seseorang
Mizumi dengan cepat melihat ke arah orang yang memanggil nya, Amara
"Hello juga Amara, pagi yang indah kan?"
"Iya, hum, aku mau nanya soal Cristo nih, aku punya sedikit rencana untuk nanti"
Deg \*Mizumi merasa tidak enak\*
"Soal perpisahan ku dan Cristo, jangan di bahas sekarang deh, dia belum menjadi seorang bintang, cita citanya itu butuh waktu untuk terwujud"
Aku tau kau coba mengalihkan pembicaraan, aku bisa merasakan suasana hati mu saat ini *tersenyum sinis*
"Baiklah kalau begitu, aku ke kantin dulu deh, sampai jumpa" ucap Amara berlari menjauh sambil melambaikan tangan nya
"Iya sampai jumpa" sahut Mizumi berusaha tersenyum
Mizumi menghadap ke bawah untuk menghindari perhatian publik
Padahal aku sudah tau kalau Amara akan berkata seperti itu...
Tapi aku masih saja menangis, ayolah jangan keluar *memukul pelan pipinya sendiri*
Mizumi mengusap ngusap wajahnya
"Jangan terus di husap, nanti make up nya hilang" ucap Alexander yang mendadak sudah berada di samping Mizumi
Ia membawa sapu tangan dan memberikan nya pada Mizumi
"Kau! Sejak kapan ada di sini!?" Kata Mizumi setengah kaget
"Aku sudah mengamati mu dari jauh sejak tadi, aku tidak tau apa yang kalian bicarakan, tapi kau nampak sangat sedih, jadi aku menghampiri mu"
"Alasan!!"
Alexander mencengkram dagu Mizumi, gadis polos itu tidak bisa berbuat apa apa jika sudah berada di tangan Alexander, yang bisa ia lakukan hanya diam membeku
"Kenapa kau menyuruhku menjauh dari mu, kenapa kau tidak memberikan kesempatan untuk ku?"
"Aku sudah milik Cristo!" Sahut Mizumi dengan nada sedikit tinggi, ia menepis tangan Alexander dari wajahnya
"Cih!! Anak itu merebut mu dari ku"
"Kau bohong! Kau mengatakan ini karena kau cemburu kan!, Dia itu sepupu mu, seharusnya kau bisa lebih peka terhadap nya!!"
Alexander menarik Mizumi ke pepohonan sekitar kampus, ia membanting tubuh Mizumi dengan kerasnya
Duk!
Alexander memukul bagian pohon yang terletak di samping bahu Mizumi
Kaki Mizumi bergetar hebat melihat tingkah Alexander, bahu nya terasa sakit akibat bantingan Alexander, ia juga tidak bisa berhenti membelalakkan matanya
"Kau tidak mengerti betapa besar rasa suka ku padamu!, Kau tidak mengerti kalau aku lelah menunggu!! Kau tidak pernah memberi ku jawaban atas cinta yang selama ini sudah ku berikan!"
"Alexander kau sudah tau alasan nya bukan!! Aku adalah kekasih Cristo! Sudah pasti aku tidak bisa membalas cinta mu!"
Keduanya saling adu mulut selama beberapa menit, hingga Alexander melepaskan Mizumi, ia tidak menekan Mizumi ke pohon lagi
"Dengar Erisa, dari awal, kau sudah milik ku, perjodohan itu yang membawamu pada ku"
Mendengar Alexander berkata tentang perjodohan, Mizumi terduduk lemas, tidak tau apa yang dia pikirkan