
"Sayang....apa kau bisa menemaniku pergi ke perpustakaan negara?"
Mizumi menggenggam tangan Cristo, ia menatap erat mata Cristo sembari berharap, Cristo menyetujui apa yang ia inginkan.
"kapan kau ingin pergi kesana?" sahut Cristo, ia menggenggam balik tangan Mizumi dan mencium nya.
"Besok"
"Baiklah aku akan melihat jadwal ku ya, jika aku luang, aku akan menemanimu, tapi jika tidak, bukankah ada Amara yang akan pergi bersama mu?"
Mizumi sedikit lega mendengar Cristo tidak curiga, ia malah menyangka bahwa Mizumi akan pergi bersama Amara.
"ya, tidak apa apa"
Cristo tersenyum, lalu menarik lembut Mizumi ke arah nya.
"I love you, maaf aku selalu tidak ada saat kau membutuhkan ku"
Cristo mencium kening Mizumi kemudian mendekapnya.
"tidak masalah mimpi mu lah, yang lebih penting untuk ku"
~@~
Sore harinya, Mizumi berada di kediaman Febergland, ini adalah hari dimana ia akan mengenalkan kakak nya dengan iris.
"Kau ingin mengajak ku kemana bodoh!" Ketus kakak nya sembari menjitak kepala Mizumi.
"ih jangan bilang kakak lupa ya, kakak sudah berjanji pada ku, dan kakak harus menepati nya hari ini"
"hm... baiklah"
Keduanya sampai di parkiran pribadi keluarga nya.
"untuk apa kesini??" Mizumi bingung.
"tentu saja mengambil kendaraan"
"tidak!! kita akan jalan kaki" perintah Mizumi.
"Hah!! yang benar saja!! tidak ah!" Edward langsung pergi ke arah berlawanan.
"tidak bisa menolak, kakak sudah berjanji"
Mizumi menarik jaket Edward, dia mengajak paksa Edward untuk keluar dari kediaman dengan berjalan kaki.
sepanjang jalan Mizumi terus berpegangan tangan dengan kakaknya, ia bertingkah seolah olah ia masih anak kecil yang butuh di jaga ketika berjalan di pinggiran kota.
"Sebenernya kenapa kau mau aku menemui gadis itu??" Edward memecah suasana.
Tapi entah kenapa aku tidak bisa suka pada gadis manapun sejak dulu...
Apakah aku gay?? 🙂
Sampai di Cafe.
Mizumi menyuruh Edward duduk di meja yang sudah ia pesan, kemudian Mizumi pergi ke arah pelayan Cafe, siapa lagi?? itu Iris.
"Oh Nona datang lagi, lama tak jumpa apa kabar??" Sapa Iris segera setelah melihat Mizumi berjalan dari kejauhan.
"Kabar ku baik, apa jam kerja mu masih lama?"
Iris menaikan salah satu alisnya, ia bingung.
"Tidak, hari ini saya akan pulang lebih awal, ada apa Nona??, apa ingin saya buatkan sesuatu?"
"tidak usah....aku kesini bersama kakak ku, aku ingin mengenalkan nya pada mu, kau pasti akan menyukai nya"
Mizumi bergeser sedikit dari posisinya, ternyata Mizumi memunggungi Edward yang tengah duduk sambil memandang keluar sedari tadi.
Kakak nona ini begitu tampan...(puji Iris di dalam hati)
"Tapi...kenapa Nona ingin saya mengenal kakak Nona??" Iris masih bingung dengan tujuan Mizumi.
"Dasar bodoh, dari sini kau pasti bisa melihat temperamen nya bukan? dia bukan penyuka gadis"
"Apa dia gay Nona?"(berkata dengan polos)
"Sembarangan!!, aku hanya ingin dia mendapat pasangan yang tepat, menurut ku, kau adalah pasangan yang tepat untuk kakak ku"
Iris mulai berpikir, ia mulai memandang derajat, bagaimana bisa seorang pelayan Cafe berhubungan dengan keluarga besar yang martabat nya jauh tinggi dari nya.
Apalagi dengan penampilan nya yang sekarang, apakah pantas di sandingkan dengan seorang pewaris keluarga besar.
"Iris....kau jangan ragu, keluarga ku baik, aku akan membantu mu mendapatkan kasih sayang kedua orang tuaku, tapi kau harus berjanji dengan ku untuk menjaga kakak ku"
"Nona tapi apakah pantas?"
"Pantas kok, dengar...., urusan lain serahkan pada ku, kau cukup membuat kakak ku nyaman, dan tertarik padamu, kalau perlu buat dia jatuh cinta padamu ok!" Mizumi menarik lembut tangan Iris dan menggenggam nya
"baiklah Nona" Ucap Iris setuju
"Bagus!"
To be continue........