
Alexander membantu Mizumi berdiri, ia menyerahkan setangkai bunga itu pada nya, tanpa menunggu lama wajah Mizumi langsung tersipu
"ternyata kau mudah di jahili ya" Goda Alexander
wajah Mizumi yang tersenyum malu sembari mencium aroma wangi bunga seketika berubah menjadi lain
Hawa ceria yang sangat menonjol di setiap gerak gerik nya dalam sekejap juga berubah menjadi hawa membunuh
Haha...😅
sepertinya, harusnya aku tidak mengatakan ini
aku punya firasat buruk soal ini °v°"
Mizumi perlahan memasukkan setangkai bunga itu ke dalam sakunya, kemudian berbalik menatap Alexander dengan sorotan mata tajam
Glek
Alexander tersenyum canggung, tubuh nya kaku seolah olah sulit di gerakkan
"dasar nakal!!, kemari kau, kau harus bertanggung jawab atas kesalahan mu tadi " ucap Mizumi merenggangkan jari jari tangannya
"ampun tuan putri ku, aku akan bertanggung jawab, kau boleh menghukum ku "
Mizumi terkekeh geli
dengan cermat Mizumi berpikir apa yang harus ia lakukan untuk menghukum Alexander
tubuhnya tinggi sekali -_-
"membungkuk lah sedikit" perintah Mizumi
"iya iya tuan putri ku" jawab Alexander pasrah
Mizumi menjewer telinga Alexander
tak sengaja di tatap nya wajah Alexander yang tercipta sempurna, mata nya yang begitu bernafsu, wajah yang dingin dan bibir yang indah
"sudah puas menatap ku?" kata Alexander
"apa hukuman ini sudah cukup untuk memuaskan mu??" lanjutnya
"e, ah, i-iya sudah " kata Mizumi
dengan pelan ia menarik tangan nya kembali, tapi
Hap
Alexander memegang tangan Mizumi
"a-apa yang kau lakukan?" kata Mizumi sedikit terbata bata
"memegang tangan mu, apa lagi ?" sahut Alexander
Mizumi mengamati wajah Alexander lagi saat ini, kali ini yang Mizumi lihat adalah sosok pria dengan senyum tipis, sangat tipis sampai tidak terlihat seperti sedang tersenyum serta wajah penuh harap
"hentikan ! banyak orang yang akan melihat kita"
"biarlah...., aku ingin menunjukkan kepada dunia bahwa aku sangat menyukai mu"
Mizumi panik dan melihat sekeliling
huff untung sepi
"Erisa....." panggil Alexander dengan suara nya yang begitu hangat
"Al, kau jangan macam macam!, a-aku akan berteriak"
"Ssst jangan berisik, biarkan aku menyentuh mu, aku kedinginan"
Mizumi mulai ragu harus menolak atau tidak, samar samar Mizumi mulai merasakan sarung tangannya menjadi dingin
Alexander tidak menjawab, ia memendam wajah nya di tangan Mizumi
"Al jawab aku!, saljunya sudah mulai lebat"
"..........."
dasar kekanak Kanakan -_-
"baiklah kau mau kemana?, aku tidak ingin kau terserang flu"
Alexander tertawa puas
"ke rumah ku ya " pinta Alexander
"hah ya sudahlah, dari pada kau pingsan di sini karena kedinginan"
•
•
•
kediaman Alexander
"Alexander, kau mafia juga ya" tanya Mizumi
Alexander tertegun
gadis bodoh ini malah bertanya terang terangan
"iya, marga Alexander berada di bawah marga mu, tapi aku minta tolong pada mu satu hal"
"apa itu ??"
"kalau ada yang mengaku marga Alexander dan bertanya namamu, tolong jawab saja Mizumi, jangan jawab kalau kau adalah Erisa Febergland"
apa apaan permintaan mu itu
"ya sudah baiklah, kediaman mu besar juga ya"
"tidak juga, maaf kan aku ya, membuat permintaan seperti itu" ucap Alexander dengan wajah sendu
"ah tidak apa"
krukk kruyuk krukk
"Mizumi apa kau mendengar suara itu"
"iya °v°"
"berasal dari mana suara aneh itu ?"
Mizumi memegang tangan Alexander
"berasal dari perutku, aku lapar " ucap Mizumi menunduk malu
Alexander menahan tawanya
"kalau begitu ayo masuk, kita makan" tawar nya
"aku malu bertemu keluarga mu" sela Mizumi
"tidak apa, kau sudah cantik apa adanya, kalau terjadi sesuatu, aku akan melindungi mu, lagi pula keluarga ku tidak ada di sini"
hah kenapa kau tidak mengatakan nya dari awal (gerutu Mizumi di dalam hati)
"jadi bagaimana??, mau masuk ?"
"iya mau"
to be continue.............