You Are My Life

You Are My Life
15. Pertemuan Untuk Pernikahan



"kau yakin?" tanya Alfa.


"tidak terlalu sih. ah tapi sudahlah kita nikmati pestanya." ucap Dirga.


Setelah rentetan acara, Dirga dan Alfa memutuskan untuk pulang. waktu juga sudah menunjukkan pukul 11 malam.


Alfa pulang terlebih dahulu, sedang Dirga masih mengecek file untuk rapat besok pagi.


"Sungguh melelahkan!!" ucap Dirga bersandar pada kursinya di dalam mobil. namun dia dengan cepat mengangkat kepalanya ingin segera pulang dan beristirahat, tapi netranya tak sengaja memandang seseorang. seseorang yang selama ini menghindarinya, entah apa salahnya. Dengan pelan dia mengikuti sepeda motor di depannya. iya itu adalah Disti. yang di lihat oleh Dirga memang Disti yang membawakan berbagai menu, tapi karena ada kejadian di dapur maka Disti tetap berada di dapur dan menyiapkan hidangan lain.


Tak berselang lama Disti telah sampai di apartemennya. Dirga dengan cepat mengikuti Disti dari belakang. Entah sebuah keberuntungan atau apa meski dalam satu lift yang sama Disti tak sadar jika orang di belakang tubuhnya adalah Dirga. menggunakan Hoddie dan topi untuk menutupi wajahnya membuatnya tampak tak di kenali. untung saja dia menemukan Hoddie miliknya di jok belakang tadi.


Saat keluar dari lift Disti segera menuju apartemennya sedang Dirga pura-pura menelfon. sampai Disti memasuki apartemennya baru Dirga memastikan tempat apartemen Disti setelah itu baru dia pulang.


"Akhirnya takdir mempertemukan kita lagi." gumamnya setelah dia berada di dalam mobilnya. Untuk malam ini dia begitu bahagia. bahkan dia tidak pernah tahu perasaannya pada gadis itu. hanya saja Disti adalah dunianya sekarang. Hidupnya dan tujuannya pulang. Dia akan memastikan bagaimana perasaannya pada Disti nanti. Sekarang dia sudah cukup bahagia bisa tahu di mana gadis itu tinggal.


Disti sudah hampir menyelesaikan kuliahnya. karena tinggal sendiri dan juga pekerjaannya tidak terlalu menguras waktu dia mampu belajar dengan baik hingga lulus dengan cepat. kini dia hanya membuat skripsinya. Setiap akhir pekan dia akan mengunjungi mommy dan Daddynya. namun itu juga harus mengusir Thian dengan segala cara. ada alasan mengapa dia tak ingin bertemu dengan Thian maupun Dirga.


"Kamu mau kerja di perusahaan Daddy tau kak Alfa?" tanya mommy pada Disti yang kini sedang memasak bersamanya.


"Aku akan berusaha sendiri mom. Jangan khawatir. terima kasih selama ini mom dan dad juga kak Alfa sudah membantu Disti. jika Disti sudah sukses nanti Disti akan mengatakan pada dunia bahwa mom dan dad adalah orang tua yang paling baik di seluruh dunia." ucapnya membuat mommy hanya terkekeh pelan.


"Sayang,,,, apa kau tak ingin bertemu Dirga? mommy mendengar dari Alfa jika Dirga semakin gila. dia bahkan menginap di kantor dan juga sering keluar masuk club hanya untuk minum." tanya mommy dengan hati-hati.


"Aku tak pantas bersamanya mom, mom tahu bukan, aku siapa dan dia siapa?" jawab Disti sungguh tak ingin membahas Dirga.


"Kau lupa jika kau putri dari keluarga Ezhar? bahkan mama dan papa Dirga sering ke sini hanya untuk menanyakan keberadaan mu dimana?" jawab mom. dia tak bisa selalu menyembunyikan gadis imut ini. melihat Dirga yang seperti kehilangan arah dan tujuan hidupnya membuat mommy tak tega. kondisi pria dingin itu kini semakin mengenaskan.


Pria dingin dengan sejuta pesona sekarang jatuh pada gadis imut nan dingin. Apa yang akan terjadi pada dua insan ini jika keduanya bersatu? bahkan sebuah pertanyaan itu pun tak mampu di jawab.


"Kita harus temui Dirga dan keluarganya. namun bukan di sini. Daddy akan mengurus semuanya. bagaimana?" tanya mom lagi. namun Disti enggan menjawab.


"Apa aku pantas di sampingnya mom? apa kata rekan bisnis kak Dirga jika tahu aku hanya seorang anak yatim piatu yang mom angkat anak?" sendu. wajah gadis itu sendu. tak pernah dia menampilkan wajah itu setelah kematian orang tuanya.


"Kau ingin melihat pria dingin itu berakhir di rumah sakit jiwa.?" tanya mommy menatap Disti serius.


"Apa separah itu?" tanyanya belum percaya dengan keadaan Dirga saat ini.


"Biar kau tahu keadaannya mari kita atur pertemuan tertutup di apartemen mu. bagaimana?" seru mommy. karena penasaran akhirnya Disti mengangguk.


πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž


Waktu yang di janjikan oleh mommynya sudah tiba. tepat jam 8 malam Disti dan keluarga Dirga bertemu. di dampingi keluarga Ezhar tentunya.


Hal pertama yang dapat Disti lihat adalah kantung mata milik pria dingin itu yang menghitam. Badannya sudah kurus serta pakaian yang berantakan. Dia di seret oleh Leon dari club bau alkohol belum terlalu menyengat, mengingat Dirga hanya meminum dua gelas saja.


Namun raut wajah bahagia nampak di wajahnya kala melihat seorang gadis yang mengobrak abrik hati dan pikirannya.


"Nak,,, mommy dan Daddy juga orang tua Dirga sepakat akan menikahkan mu dengan Dirga malam ini. Apakah kau keberatan?" tanya Daddy pada Disti. Raut wajah terkejut nampak di wajah Disti namun tidak dengan Dirga.


"A-apa ini tak terlalu cepat dad?" tanya Disti ragu. dia masih ingin mengejar impiannya.


"Lagi pula Bagaimana dengan surat-surat pernikahannya.!!" tambahnya lagi.


Dengan penjelasan yang sangat detail dari Daddy Disti hanya manggut-manggut. Dirga juga berjanji tidak akan ada yang tahu tentang pernikahannya dan Disti bebas meraih impiannya.


Sebenarnya saat mommy menyampaikan tentang pertemuan keluarga. Orang tua Dirga sudah mendaftarkan syarat pernikahan mereka. Jangan di tanya bagaimana cara mendapatkan syarat untuk mempelai wanitanya. mereka hanya menggunakan sedikit koneksi untuk memperlancar jalan mereka.


Penghulu yang hadir pun telah di bayar 10x lipat oleh keluarga Dirga. Pernikahan mereka tentunya sah secara hukum dan agama. itu yang menjadi syarat dari orang tua angkat Disti. Mereka mau putri satu-satunya mendapat pengakuan secara hukum dan agama jika memang Dirga memperistri Disti.