You Are My Life

You Are My Life
Episode 95:



Wow apa Alexander mempersiapkan ini untukku?


(Batin Mizumi menutup mulutnya)


Sekejap Mizumi merasa terharu, namun ia tersadar dengan cepat


Ia segera menggelengkan kepalanya serta memukul pelan pipi nya


Tidak tidak!! (>﹏<)


aku tidak boleh terpengaruh begini aku harus kuat sebagai wanitanya Cristo


"Al!! Kau dimana? Ayo keluar, aku sudah datang" teriak Mizumi terdengar melengking


Dari balik tirai putih, perlahan Alexander menunjukkan dirinya


Menggenakan jas hitam, tersenyum tipis dan berjalan mendekat, Alexander benar benar menunjukkan kharisma yang ia miliki


Deg deg deg


Jantung Mizumi tiba tiba berdegup hebat


Ada apa ini dengan jantungku?


rasanya mau copot!


apa ini efek karena melihat cogan?


(Batin nya sambil memegang dada)


Renungan Mizumi membuat dirinya tidak menyadari kalau Alexander sudah berada di hadapan nya


"Erisa..." Ucap Alexander memegang tangan Mizumi perlahan, kemudian mencium tangan Mizumi


Mizumi seketika tersipu malu, ia menunduk sambil menutup mata, berusaha menenangkan dirinya sendiri


Ketika ia mengangkat pandangan nya, tatapan penuh makna terjadi di antara keduanya



"Erisa... jadilah kekasihku" ucap Alexander menghentikan tatapan itu


Swussh~


Mizumi langsung menepis tangan Alexander sembari memasang wajah marah


"Aku tidak suka pada mu !!" Ketus Mizumi pedas


Kata kata pedas yang di lontarkan Mizumi ternyata tidak mempengaruhi Alexander sama sekali, kata kata itu malah membuat Alexander semakin menjadi


"Erisa..aku menyukai mu"


Alexander menarik Mizumi mendekat, ia juga mulai mendekat kan bibir nya ke wajah Mizumi


"ALEXANDER DENGARKAN AKU!!!, aku...., Aku muak dengan kata kata mu, aku muak mendengar bahwa kau menyukai ku, ku mohon... pergilah dari kehidupan ku Al, biarkan aku tenang dengan Cristo..." Ucap Mizumi lirih, ia mulai berlinang air mata


Rasanya sangat berat bagi Mizumi untuk bisa mengatakan hal sekejam itu


Gerakan Alexander berhenti ketika Mizumi berkata demikian pada nya, wajah nya terlihat sangat kecewa


Aku minta maaf Alexander, aku tidak bermaksud menyakiti perasaanmu, aku hanya ingin kau mencari gadis lain yang lebih baik dariku...(batin Mizumi meratapi semua yang ia lakukan)


Alexander melepaskan Mizumi, ia melangkah keluar dari rumah lampion dan pergi meninggalkan Mizumi


Satu satunya yang ia tinggalkan adalah kecupan lembut di pipi Mizumi sebelum ia pergi


Maafkan aku Al..<(︶_︶)>


aku terpaksa melakukan ini, Tapi percayalah ini demi kebaikanmu....


Setelah Alexander pergi, Mizumi menuju kediaman nya


Mata yang sayup serta tangan yang bergetar, membuat Mizumi tidak bisa menyembunyikan apa yang terjadi dari kakak nya Edward


"Habis dari mana?, Bertemu seseorang ?" Selidik Edward setelah Mizumi datang


"Iya, aku habis bertemu Alexander, dia sudah pergi"


"Apa maksudmu dia pergi?"


"Dia tidak akan muncul lagi di antara aku dan Cristo, sekarang dia sudah benar benar melepaskan ku kak!!" Jelas Mizumi


"Hump! Baguslah kalau ******** itu sadar, sekarang tinggal menunggu hubungan mu dan Cristo rapuh saja, maka semua akan selesai" ucap Edward meremehkan


Mizumi tidak bisa berbuat banyak, yang bisa ia lakukan hanya merenung memikirkan semua yang telah terjadi


ketika semua terbongkar Aku tidak akan membiarkan ada rahasia lagi


(batin nya tegas)


Setelah Mizumi merasa tenang, ia kembali memegang ponsel nya, rasanya tanpa ponsel, hidup nya akan terasa kurang menyenangkan sekarang


Nomor yang tidak di kenal??


\(gumam nya sembari


mengerucutkan bibir\)


Mizumi menekan notifikasi dari nomor asing itu, dan mendapati sebuah pesan bertuliskan puisi singkat untuk nya


Ilustrasi WeChat


(Nomor tidak di kenal) :


Cantik, tapi terjebak dalam kabut gelap, semua yang ingin kau pecahkan, diam dan terasa senyap


Manis, tapi tidak sesuai dengan apa yang di harapkan, kau tidak tau siapa yang akan mendampingi mu di masa depan


Polos, tidak ku cari kau di seluruh dunia, tapi kita akan bertemu di sebuah pesta


Setelah membaca puisi singkat itu, mendadak Mizumi menjadi penasaran


puisi ini seperti menyembunyikan suatu makna tapi apa?


(Gumam nya berpikir)