
Setelah menempuh perjalanan sekitar 4 jam sampailah Dirga di cabang perusahaannya dan rapat dadakan pun di adakan guna mengetahui awal permasalahan yang terjadi.
Setelah itu barulah dia beristirahat karena waktu juga menunjukkan hampir tengah malam.
Pagi harinya Dirga memutuskan untuk bertemu salah satu sahabatnya yang dia tugaskan untuk menyelidiki permasalahan di perusahaan tersebut.
"Bagaimana Fik? apa yang kamu temukan?" ucap Dirga memulai pembicaraan di dalam kamar hotelnya. tempat teraman dari banyak pasang mata yang mengintainya.
"belum selesai sepenuhnya masih bos. tenang saja, tapi yang jelas memang ada orang dalam yang mencoba ingin bermain denganmu!! aku ingin lihat sampai se jauh mana mereka ingin mengetahui kekejaman mu !!!" ucap Fikri santai.
"Cih... dengan senang hati aku melakukannya.!!! cepat selesaikan aku tak ingin berlarut-larut masalah ini!!!"
"Baiklah!!!" Lalu meninggalkan Dirga yang masih di kamar hotel. sedang Leon dan Fikri sedang menuju lantai dasar.
"Bagaimana dengan ratu drama itu?" tanya Fikri. iya dia tau kalau Devi hanya memanfaatkan sahabatnya itu.
"Tetap saja, malah dia meminta mobil sekarang. aku tak mengerti pada Dirga kenapa dia begitu bodoh, mudah saja percaya pada ratu drama itu. Ckkk" ucap Leon. iya Leon, Fikri, Alfa dan Dirga adalah sahabat sejak SMA dan sampai sekarang Leon dan Fikri yang masih setia sampai menjadi orang kepercayaan dari Dirga, sedang Alfa memegang kendali dari perusahaan orang tuanya.
"Kau tenang saja, setelah ini aku akan bermain dengan ratu drama itu. hahaha..."
"Kau punya permainan dengannya? ku harap Dirga tak mengetahuinya, jika sampai dia tahu habis kita.!!!"
"Kau tenang saja aku hanya mengikutinya, tanpa ikut campur di dalamnya" senyum devil nya mengartikan bahwa dia benar-benar membuat lawannya akan menyesal. Menyesal
Setelah perbincangannya dengan Fikri, Leon kembali ke kamar hotel milik Dirga, karena Alfa akan datang bertemu dengan Dirga.
"Tuan !!" sapa Leon saat sudah berada dalam kamar Dirga.
" Ada apa Leon?"
"Tuan Alfa akan menemui tuan di cafe hotel tuan. sekarang dia sudah dalam perjalanan"
"Untuk apa anak itu menemui ku? aku tidak sedang berlibur di sini."
Pasti akan mengacau anak gila satu itu. ah merepotkan saja - Dirga.
"Alasan saja . Ckk" putus Dirga pada Leon. dan setelah beberapa saat dia melihat beberapa laporan di anak cabang kini dia bertemu dengan Alfa yang merupakan sahabat juga rekan bisnisnya. Di sinilah mereka berada caffe shop.
"Apa yang ingin kau bahas" to the poin Dirga.
"Aku hanya ingin melakukan kerja sama dengan mu. apa tidak boleh? come on Dirga ini bisnis jangan terlalu di bawa serius, mukamu akan nampak lebih tua dari umurmu yang seharusnya." ucapnya dengan santai. iya Alfa orang yang tak pernah serius di antara sahabatnya, namun jika menyangkut kerja sama sesama perusahaan dia akan menjadi mumi yang tidak akan bergerak sedikitpun saat membahas masalah perusahaan, kecuali dengan perusahaan milik Dirga. dia tahu sahabatnya terkenal kejam dalam berbisnis bahkan dia mendapat julukan si tangan dingin. akan mematikan semua lawannya yang berani bermain dengannya. tak pernah memiliki toleransi meski hanya kesalahan kecil. wajah datarnya menjadi saksi bagaimana jalan cerita kisah cintanya selama ini.
"Katakan apa yang kau ingin. aku tak punya banyak waktu Al !!!"
Cih bahkan pada sahabatnya wajahnya pun datar. bagaimana Leon dan Fikri kuat menghadapinya iya? - Alfa
"Bagaimana dengan urusanmu di sini? apa sudah mendapat titik terang? tanya Alfa.
"Kau tidak perlu khawatir, aku punya Fikri dan Leon yang bisa aku andalkan !!!" tetap tak bergeming dari posisinya. kaki menyilang dengan tangan yang menumpu dagu.
"3 Minggu lagi ulang tahun pernikahan Daddy dan mommy ku harap kalian hadir." ucapnya serius. iya setiap tahun mereka berempat selalu hadir dalam perayaan orang tua dari Alfa sekaligus orang tua dari sahabatnya.
"Aku ingat... tenang saja Fikri ,Leon dan aku akan datang. sampaikan maaf ku pada Daddy dan mommy yang telah lama tak berkunjung." Seperti inilah jika mereka berkumpul, bagi mereka orang tua sahabatnya adalah orang tuanya juga. kedekatan mereka sudah seperti keluarga kecuali orang tua Fikri dan Leon yang sudah meninggal.
"Baiklah aku tunggu!!! sekarang aku harus pergi dulu mau mencari guling baru. dah" beranjak dari duduknya lalu menghilang di balik pintu keluar.
"Ckk. anak itu tak berubah sampai kapan dia akan menjadi pemburu guling bekas." ucap Dirga menatap kepergian sahabatnya.
Kau juga sama dengannya, bedanya kau belum mencicipi guling bekas yang kau miliki. !! Hais... sadarlah !! - Leon.
✓
✓
✓
💞 You Are My Life💞