You Are My Life

You Are My Life
Episode 82:



"ampun ampun" ucap Cristo menyatukan tangan nya


keduanya tidak menyadari bahwa gerak gerik nya terekam oleh kamera CCTV, kamera itu di awasi oleh Tuan Lou sendiri, yang sekarang sedang menggertakan gigi


"Cristo, kau jahat sekali pada ku" kata Mizumi mendadak


"eh? bukankah kau yang memukul ku, kenapa malah aku yang di bilang jahat" ucap nya tak mengerti


"bukan itu, kau jahat karena kau tidak memberitahu.....


Mizumi teringat janji nya pada Elia untuk tidak memberitahu bahwa Elia menceritakan apa yang Cristo dan ia bicarakan


Mizumi terdiam, dan mengusap dadanya sembari menghela nafas


untung saja aku tidak keceplosan (ujarnya di dalam hati)


"memberi tahu apa memang nya ?" tanya Cristo yang penasaran akan kalimat Mizumi yang belum selesai ia ucapkan


"em"


Mizumi mulai gugup dan melihat sekeliling, ia mencoba mengganti topik dan mengalihkan pembicaraan


keringat dingin mulai keluar dari bagian leher nya, tangan nya bergetar dan bicara nya mulai terbata bata


"kau...t-tidak em, entahlah aku lupa mau bicara apa" ucap Mizumi mencari alasan


Cristo menatap kedua mata Mizumi, ia tau Mizumi mencoba mengalihkan topik, tapi tidak mengerti caranya, karena itu Cristo membelai rambut Mizumi dan mencium keningnya


"sudahlah tidak papa, jika kau tidak ingin memberitahu ku" ucap Cristo dengan lembut


ucapan itu membuat Mizumi luluh dan merasa bersalah, tapi di sisi lain janji harus di tepati






sementara itu jauh dari kota Amsterdam, nampak Alexander berdiri di depan Villa Cristo tengah adu mulut dengan seorang pelayan


"Nona muda tidak ada di sini tuan! anda jangan memaksa! kami menerima tamu saat tuan muda ada, jika tuan muda pergi, maka maaf! kami menolak siapapun masuk, terkecuali keluarga tuan muda!" ucap pelayan itu dengan nada tinggi


"Tsk!! merepotkan, aku tau kalau sebenarnya kalian menyembunyikan Erisa di sini " cetus Alexander, mengepalkan tangan dan memukul dinding gerbang Villa


di bilang tidak ada pun tak percaya-_-


bedebah!


Alexander berjalan menyusuri kota seorang diri, hingga ponsel di kantung nya berdering


I will get you my princess♪♪


I will chase you to the end of the world♪♪


Where are you ?♪♪


Alexander yang tadinya melamun sontak langsung buru buru mengangkat panggilan dari ponsel nya, berharap orang yang ia tunggu lah yang menelponnya


tapi harapan itu sirna ketika ia melihat layar ponsel nya "Rival abadi"


Weh ngapain bocah ini menghubungi ku hari ini -_-


pasti ada kaitannya dengan Erisa ...


dasar "Andera"


tanpa berlama-lama Alexander langsung mengangkat nya


"selamat siang Tuan Alexander" sapa Tuan Andera (Victor Andera)


"ngapain telpon" ketus Alexander dengan nada dingin


"datanglah ke kediaman ku, ada yang ingin aku bicarakan" ucap Victor dengan serius


"tentang perjodohan mu, dengan putri tunggal Febergland?" kata Alexander sedikit kesal


"tebakan marga Alexander selalu tepat, cepatlah aku menunggu, dan..


mari kita menikmati hari ini dengan beberapa wine" ucapnya


Alexander bergegas ke kediaman Andera, dan sampai setelah 10 menit ngebut dengan mobilnya, sesampainya ia di sambut beberapa pelayan cantik


"kejutan yang bagus, tapi aku tidak akan tergoda dengan wanita murahan yang kau siapkan untuk ku ini" ucap Alexander merendahkan



to be continue..........