
Seseorang yang masuk kamar Edward tanpa mengetuk itu, tak lain adalah mama mereka
"kalian berdua sedang apa, makan siang sudah siap, ayo makan" kata Mama Mizumi
"iya ma..." sahut Mizumi seraya mengikuti Mama nya dari belakang
Edward dengan kecewa langsung menggerutu pelan
"Ahhkkk!!! padahal sedikit lagi, aku bisa merebut permen lollipop itu dari mulut Erisa..., hah merepotkan" gerutu Edward tanpa maksud jahat, kemudian menyusul turun Mizumi dan mamanya
•
•
•
•
*ruang makan*
"Nak apa kau akan menginap ??" tanya Mama Mizumi seraya membelai rambut Mizumi dengan lembut
"tidak Mama, aku akan kembali ke Villa Cristo, aku...., aku seperti nya sudah membuat nya merasakan sedihnya tidak di hiraukan pasangan nya " ucap Mizumi
"oh...., jadi adik kecil ku ini sekarang sudah pandai memberi pelajaran ya??" kenapa tidak beritahu kakak"
"karena aku tau, kakak akan bertindak lebih dari apa yang ku lakukan, 100% lebih jauh" sahut Mizumi dengan tajam menatap Edward
secara tidak sengaja Edward
merinding karena tatapan
dari Mizumi
"hehe...adik kecil ku sudah bisa menatap kakak nya dengan kejam" cibir Edward seraya mencubit pipi Mizumi yang nampak sangat menggemaskan
"hahaha tidak kok kak, itu hanya reflek" ucap Mizumi seraya menepuk nepuk punggung kakak nya
"sakit banget tepukan mu ****" kata Edward menanggapi kasar tindakan Mizumi di dalam hati, ia mencoba tetap tersenyum menahan sakit
mungkin Mizumi sengaja
melakukan itu pada Edward
selesai makan, Mizumi berdiri dari kursinya dengan terburu buru
"mau kemana nak?" tanya Mama Mizumi yang menatap nya tidak rela
"mau kembali ke Villa Cristo"
"mau kakak antar tidak" tawar Edward dengan menggoyang kan kunci mobil milik nya
"tidak perlu, Erisa...bukan anak yang merepotkan" sahut Mizumi dan mengambil langkah panjang keluar Castle
"BUKA GERBANG NYA!!!" teriak Mizumi dari kejauhan di selingi langkah kaki nya yang semakin cepat
pengawal yang semula serius menjaga gerbang, langsung kehilangan konsentrasi nya, dan menjadi linglung harus melakukan apa terlebih dahulu
"ah dasar " keluh Mizumi di dalam hati seraya menggeleng kan kepala
•
•
•
setelah jauh dari Castle, Mizumi sampai di halte bus yang terbengkalai, tiba tiba hari menjadi gelap karena mendung hadir untuk menutupi sang surya
"dingin sekali...." gumam nya seraya melipat tangan nya, daya tahan tubuh Mizumi yang rendah membuat Mizumi menggigil kedinginan
Swuussh!!!
sebuah jas berwarna abu abu menutupi tubuh Mizumi yang sedang menggigil
"Emm..." gumam Mizumi yang heran, ia langsung melihat ke arah orang yang memberinya jas
"Alexander, kenapa kau di sini ??" tanya Mizumi dengan bingung
"aku kebetulan lewat sini, kau terlihat pucat, mau kemana"
"aku ingin ke Villa Cristo, tadi aku habis dari Castle keluarga ku"
suasana menjadi hening
dalam sekejap
Alexander dan Mizumi bertatapan di bawah derasnya hujan, mereka sama sama memikirkan satu sama lain
"Apa Alexander sedang menguntit ku??" selidik Mizumi di dalam hati
"Erisa ini ternyata sangat mempesona jika di perhatikan lebih dalam, pipi merah cerrry yang selalu nampak merona, bibir tipis kecil yang berwarna merah muda itu, membuat semua ingin merasakan ciuman dari nya"
"aku...aku jadi ingat ciuman waktu itu" gumam Alexander di dalam hati, ia tersipu dan memalingkan wajah nya
sementara Mizumi yang melihat tingkah Alexander hanya menatap nya dengan penuh rasa heran
"ada apa dengan Alexander hari ini ??" gumam nya
"kita akan berjalan ke Villa Cristo" ucap Alexander, kemudian menggenggam tangan Mizumi
"hujan hujanan" sahut Mizumi tak percaya
"aku membawa payung, mendekat lah pada ku" *memegang pinggang Mizumi dan menarik nya mendekat*
"ayo kita jalan" ajak Alexander memulai langkah nya
"A-ah~, tidak tidak, anu... Al, aku rasa....
aku selalu merepotkan mu, a-aku tidak berhak mendapat perlakuan spesial dari mu..., aku...., aku akan berlari saja, pinjam jas mu ya" sela Mizumi dengan gugup
Alexander memegang pinggang
Mizumi semakin erat
"tidak jangan tinggalkan aku" ucap Alexander sendu
"Apa maksud mu??"
Alexander segera merubah ekspresi wajah nya
"maksud ku..., ini sedang hujan, jalanan pasti licin, lebih baik kau pulang bersama ku saja" *tersenyum polos
"tapi aku sudah banyak merepotkan mu kau sudah baik mau menjaga ku, aku sangat berterimakasih pada mu, kali ini aku akan mencoba mandiri" kata Mizumi mencari cara agar Alexander ingin membiarkan nya pulang sendiri
"aku tau apa tujuan mu Erisa..." gumam Alexander
"tidak merepotkan kok, ayo jalan!" seru Alexander
Mereka berdua kemudian berjalan beriringan seraya saling menatap