
Tak lama kemudian Mizumi kembali dari toilet
"Elia, ayo kita kembali ke studio" ajak Mizumi
"oh baiklah, lagi pula kita sudah terlalu lama meninggal kan studio"
keduanya membayar tagihan dan pergi meninggalkan Cafe, suasana menjadi hening sejenak
"oh iya Erisa, aku penasaran tentang dirimu"
Mizumi menengok ke arah Elia
"penasaran bagaimana, kau boleh bertanya apapun yang kau ingin tau tentang ku" ucap Mizumi
"Kalau kau keluarga yang kaya, kenapa penampilan mu sederhana, dan aku ingin tau lelaki mana saja yang pernah berhubungan dengan mu?" tanya Elia kepo
"lelaki yang berhubungan dengan ku, hanya Cristo, kalau soal penampilan aku suka sederhana, kata orang sederhana itu lebih baik" jawab Mizumi ringkas
"kau percaya diri sekali" cetus Elia sambil menyenggol bahu Mizumi
"pasti dong"
Mizumi dan Elia tertawa bersamaan, pembicaraan antara mereka membuat mereka tidak menyadari kalau mereka telah sampai di tempat tujuannya, Studio
ketika ingin memasuki studio, mereka di sambut buruk oleh Raeka dan Cristo
"hei kemana saja kalian, begitu kami tidak mengawasi, kalian langsung menghilang begitu saja" ucap Raeka berkacak pinggang, Ada Cristo juga di belakang nya
"haha maaf" sahut Elia
"iya maafkan kami ya, kalau kami terus di sana nanti kalian berdua akan sulit berkonsentrasi" tambah Mizumi
Terlihat Raeka dan Cristo saling bertatapan dan mengangguk secara bersamaan
pemandangan macam apa ini?
lebih mirip gay :v
(batin Elia)
"Apa kalian bersenang senang?" timpal Cristo
"Tentu saja !" sahut Elia dan Mizumi kompak, kemudian keduanya saling tertawa
"jahat sekali kalian tidak mengajak kamu berdua, sekarang kami harus menghabiskan waktu break kami di sini" ucap Cristo menunjukan tampang kasihan
Mizumi mendekat ke arah Cristo, dan mencium bibirnya
"Eum..." (hanya ciuman ringan)
"dasar gadis nakal, setelah ini ayo kembali ke apartemen" ucap Cristo dengan wajah nakal, kemudian kembali masuk ke dalam studio
"habislah kau Erisa..." kata Elia menakut nakuti Mizumi
Aaaa ya tuhan apa aku salah mencium pacar ku sendiri◉‿◉
Sesaat setelah semuanya kembali masuk ke dalam studio, Tuan Lou datang menghampiri Mizumi yang sedang duduk di pojok ruangan
"alleen?" (sendirian?) tanya Tuan Lou, ia segera duduk di samping Mizumi
"ja" (iya) sahut Mizumi sedikit bergeser menjauh dari Tuan Lou
"waarom blijf je bij me vandaan?" (kenapa kau seperti menjauhi ku?) Tuan Lou kembali mendekati Mizumi, kali ini ia memegang tangan Mizumi dan mencium nya
Mizumi terlihat ketakutan
Cristo, kau dimana? tolong aku !
(batin Mizumi melihat kemana mana)
Tuan Lou tersenyum licik, ia menarik Mizumi mendekat padanya
"Liefje, waarom kies je niet voor mij, ik kan je alles geven"(sayang, kenapa kau tidak memilih diriku, aku bisa memberi mu segalanya)
Mendengar Tuan Lou bicara seperti itu, Mizumi segera memberontak
"Sorry meneer, u heeft al een vrouw en kinderen, blijf alsjeblieft bij me weg en laat me in vrede leven!"
(maaf tuan, anda sudah mempunyai istri dan anak, tolong jauhi saya dan biarkan saya hidup dengan tenang!)
Mizumi menepis tangan Tuan Lou, dan pergi meninggalkan nya di pojok ruangan
"Cris !, Cristo" panggil Mizumi panik
"Erisa.."
Seseorang memanggil Mizumi, dengan cepat Mizumi memutar bola matanya
oh ternyata Raeka (batinnya sedikit kecewa)
"sini" ucap Raeka melambai
"baiklah, Cristo mana, apa kau melihat nya?" kata Mizumi sambil berjalan mendekati Raeka
to be continue......