You Are My Life

You Are My Life
Chapter 34. Rencana penangkapan Riana dan Sinthya



Ferga mengunjungi temannya yang berada di kantor polisi, kebetulan dia adalah jenderal polisi, Digo Putra Brata yang merupakan teman baik Ferga sejak SMA. Digo menyambut baik kedatangan Ferga karena mereka memang sudah mengadakan janji lusa yang lalu.


Digo pun mempersilakan Ferga untuk duduk dan Ferga meminta amplop juga flashdisk dari asistennya lalu memberikannya ke Digo. Digo membuka amplop itu dan melihat bukti kejahatan Riana juga Sinthya, begitu juga dengan video yang berada dalam flashdisk itu.


“ Saya rasa semua bukti ini cukup memasukkan dia ke penjara. “ ujar Digo dan memberikan amplop itu ke anak buahnya untuk di tinjau.


“ Aku percayakan semua padamu Digo. Kapan kita bisa menangkapnya? “ tanya Ferga yang sudah tidak sabar untuk menangkap Riana juga Sinthya.


“ Secepatnya bisa, aku akan bersiap dulu dengan anak buahku dan pastikan Riana tidak kabur dan tidak mengetahui rencana penangkapannya. “ ujar Digo.


Ferga pun berdiri dan menjabat tangan Digo dan bersiap untuk penangkapan Riana, lalu Ferga keluar menuju ke mobilnya. Ferga mengambil ponselnya dan langsung menghubungi Ragan dan Jodes untuk bertemu di cafe biasa. Ferga meminta supir untuk mengantarnya ke cafe itu dan saat sampai pun dia langsung masuk menghampiri Ragan dan Jodes, dan sudah Devan karena Ragan memanggilnya untuk memberi tahu tentang kejahatan Riana.


“ Ada apa kalian meminta aku ikut berkumpul? Adakah sesuatu yang penting? “ tanya Devan dengan wajah yang masih bingung.


“ Ada hal yang ingin kami sampaikan kepadamu Dev. Riana, ibu tiriku adalah wanita yang sangat jahat bahkan dia merencakan kecelakaan ayahku juga menjebak adikmu agar keluargamu hancur. Kalau kau tidak percaya, kami punya bukti-buktinya. “ Ragan menjelaskan semua yang mereka ketahui dan juga menunjukkan bukti ke Devan kakaknya Zarra agar percaya.


Devan mengambil foto-foto yang diberikan oleh Ragan, itu adalah foto Riana yang sedang membayar orang untuk menyabotase mbil Antonio Garson, ayahnya Ragan dan juga pertemuannya dengan Aldi dan Reno.


Ya Devan mengenali wajah Reno yang merupakan musuh bisnis ayahnya juga pria yang berada di foto bersama Zarra. Dia juga melihat video Sinthya dan Riana yang sedang bertemu untuk merencanakan kejahatan mereka. Devan sungguh tidak menyangka akan semua ini, awalnya dia pikir bahwa Riana tidak akan melakukan hal itu hanya akan menjelek-jelekkan Zarra namun ternyata tidak.


“ Kenapa kalian baru memberitahuku sekarang? Aku pasti sudah akan membalas Riana karena membuat keluargaku hancur. “ Devan mengepalkan tinjunya karena sudah sangat emosi dan dia pun menggebrak meja serasa tidak berguna menjadi kakak karena tidak bisa melindungi adiknya.


“ Maaf kami tidak memberi tahumu dari awal karena kami juga sedang menjalankan rencana yang lain. Dan bukannya kami tidak membantu Zarra saat itu. Biarlah kita biarkan musuh kita menang sementara, dan saat sudah berada di ketinggian kita buat dia kalah telak. “ ujar Ferga berusaha menenangkan Devan.


“ Ohiya ada satu orang lagi yang datang dan ingin meminta maaf karena telah membuat Zarra sakit. “ ucap Ragan lalu mempersilakan pria paruh baya itu masuk.


Ares pun masuk keruangan VIP dimana mereka semua berkumpul dan duduk disampin Devan. “ Devan, om minta maaf karena sudah memutuskan pertunangan adikmu dan Chris itu karena disaat itu om merasa sangat kecewa, kalo Ferga tidak menjelaskan mungkin om tidak akan sadar. “


Devan menghela nafasnya mengingat adiknya yang sangat terpuruk bahkan seharian adiknya itu jarang berkumpul bersama dengan keluarga karena fokus kerja agar bisa melupakan Chris. “ Sudahlah om, tidak apa-apa tapi om juga nanti minta maaf ke Zarra. “


“ Ohiya, ada satu lagi kak yang kurang. “ kata Jodes sambil memberikan foto Edison dengan wanita lain dan fotonya Edison saat bertemu dengan Riana.


Devan terduduk lemas melihat ayahnya yang berselingkuh, dia memikirkan bagaimana perasaan ibunya jika tahu tentang ini. “ Apa lagi ini? Apa ini benar ayahku? “


“ Itu memang ayahmu Dev, dan fotonya bersama Riana, Riana mengancam ayahmu untuk membantunya dalam rencana kecelakaan Kean tapi untung saja Edison menolak. “ jelas Ferga.


“ Oh Tuhan kenapa ini harus terjadi pada keluargaku. “ Devan mengusap kasar wajahnya sementara Ragan menepuk punggungnya Devan berusaha untuk menenangkan sepupunya ini.


“ Kau harus kuat kawan, demi keluargamu. “ ujar Ferga menyemangati Devan.


“ Ohiya om ingin menyampaikan sesuatu, Chris masih sangat mencintai Zarra bisakah nak Devan membantu om untuk mendekatkan Zarra dan Chris kembali? “ kata Ares dan berharap Devan mau membantunya.


“ Kalau soal itu aku tidak bisa ikut campur om. Karena perasaan itu tidak bisa dipaksa, jika mereka berjodoh pasti akan dipersatukan kembali. “ ujar Devan.


“ Ah kau betul juga ya. “ jawab Ares.


“ Aku harap tante Marry dan om Edison bisa menyelesaikannya dengan baik. Apa kabar ya dengan Zarra “ ujar Jodes


“ Aku yakin Zarra baik-baik saja disana. Dia sedang fokus dalam pekerjaannya di paris. “ jawab Ragan.


Devan yang sudah sampai rumah pun masih termenung, bingung menjelaskannya ke Marry bagaimana dan dia sudah meminta Edison untuk pulang. Devan tidak bisa membayangkan ekspresi ibunya saat mengetahuinya dan tidak bisa membayangkan pertengkaran keuda orang tuanya. Devan semakin membenci Riana karena wanita iblis itu keluarganya hancur. Devan pun masuk ke dalam rumah dan meminta Marry yang sedang menata bunga-bunganya untuk duduk sebentar karena dia ingin membicarakan sesuatu.


Devan pun mulai menceritakan semuanya sambil menunjukkan bukti-bukti yang ada, membuat Marry sangat terkejut denga napa yang barusan di dengarnya. Marry merasa sangat lemas, dan Edison yang baru saja sampai mengerutkan keningnya karena melihat Marry menangis. Devan pun menjelaskan kepada Edison dan raut wajah Edison pun berubah dengan penuh penyesalan.


“ Marry maafkan aku karena telah berselingkuh, namun aku sekarang sadar dan tidak melakukan itu lagi. Jika aku ketahuan berselingkuh lagi kau boleh menceraikanku. “ ucap Edison dengan nada yang penuh penyesalan serta rasa bersalah.


“ Sudahlah pa, aku sudah memaafkanmu. Setiap manusia pasti punya kesalahan. Mama tidak menyangka dengan perbuatan Riana yang membuat kita hancur bahkan Zarra menderita. “ ujar Marry sambil menangis.


“ Ma pa sekarang kita harus fokus untuk membalas kejahatan tante Riana, dan papa jadilah saksi di persidangan saat tante Riana telah ditangkap nanti. “ kata Devan sambil mengusap lengan kedua orangtuanya.


“ Riana memang sudah keterlaluan dan sudah saatnya dia mendapat ganjaran dari apa yang telah diperbuatnya selama ini. “ ujar Edison.


“ Bagaimana dengan keluarga Stanford? Apa mereka tahu dengan semua ini? “ tanya Marry mengingat anaknya yang dijebak dan keluarga Stanford yang langsung memutuskan pertunangan Zarra dan Chris.


“ Om Ares sudah mengetahuinya, tapi kalo Chris dan tante Nela aku tidak tahu. Biarlah itu menjadi urusan mereka nanti. “ jelas Devan yang duduk disampung Edison.


“ Kasian Zarra dari dulu dia harus menderita karena ditinggal oleh orang yang sangat dia cintai. Dulu Kean sekarang Chris. “ kata Edison dengan nada sendu.


Devan pun kembali menjelaskan apa yang telah direncanakan untuk penangkapan Riana dan meminta Edison juga Marry untuk bekerja sama. Marry dan Edison pun setuju serta Edsion meminta orang-orangnya yang diparis untuk melindungi Zarra agar berjaga-jaga dari Riana juga Sinthya. Edison pun bersiap untuk menjadi saksi nanti atas perbuatan Riana.


Riana sedang berbelanja di pusat perbelanjaan, dia sedang menikmati waktunya sendiri dan memberi barang-barang mahal untuk kesenangannya sendiri. Riana tidak sadar bahwa dia sedang diawasi oleh orang suruhan Ferga. Orang suruhan Ferga pun terus mengabari Ferga apa saja yang dilakukan Riana, dan Ferga pun hanya tersenyum simpul karena sebentar lagi Riana tidak akan dapat merasakan kesenangan seperti sekarang.


Ferga sedang berada dikantor Chris dan dia menceritakan apa yang dia ketahui juga kejahatn Sinthya dan Riana. Serta Ferga menunjukkan bukti-bukti yang didapat, namun Ferga terkejut karena Chris telah mengetahui semuanya. Chris pun memberi bukti-bukti tambahan yang didapatnya. Bukti-bukti itu adalah bukti Sinthya yang melakukan korupsi dan penipuan. Ferga tersenyum puas ternyata sepupunya ini sangat pintar sekali.


“ Kau memang orang yang susah ditebak Chris. “ kata Ferga sambil menggelengkan kepalanya.


“ Itulah hebatnya aku, lalu apa sekarang rencanamu? “ tanya Chris.


“ Tidak ada, hanya menunggu hari penagnkapan kedua wanita iblis itu. “ kata Ferga sambil memutar buku di jari telunjuknya. “ Apa kau tidak merindukan Zarra? “ tanya Ferga sambil menatap sepupunya.


“ Diamlah kau. “ ucap Chris sambil melempar kertas ke Ferga sedangkan Ferga hanya tertawa.


“ Susullah dia setelah semua ini selesai, aku yakin dia akan menyambutmu. Karena yang kuingat kalian sangat bulol, ya sepupuku ini memang jadi tolol kalau sedang jatuh cinta. “ ujar Ferga lalu pergi sebelum Chris melemparkan barang lain kepadanya.


“ Sialan kau Ferga. ‘ kekeh Chris.


Tiba-tiba terlintas bayangan Zarra dibenaknya, dia sangat merindukan gadis itu, gadis yang sangat di cintainya. Tak disangka bahwa Zarra benar-benar akan pergi, dia berharap semua hal ini cepat berlalu agar dia bisa menyusulnya. Dia berjanji pada dirinya jika dia mendapatkan Zarra kembali dia tidak akan melepaskan gadis itu lagi.