You Are My Life

You Are My Life
Episode 114:



Cristo pelan-pelan menyudahi ciuman singkat itu, keduanya kembali ke topik pembicaraan.


"Sayang, aku sangat beruntung mendapatkan mu" ucap Cristo, ia mengambil rambut Mizumi dan menciumnya.


"Aku juga" sahut Mizumi "tapi tidak akan lama lagi" raut wajah Mizumi berubah lagi, ia terlihat sedih lagi.


Mizumi sangat ingin menjelaskan bahwa ada janji yang harus di tepatinya, tapi ia tidak sanggup mengatakan janji itu.


Tahan Mizumi, jangan menangis lagi di hadapan Cristo...dia akan curiga (Mizumi menyemangati dirinya sendiri)


"Owh ya, soal kakak mu, dimana dia sekarang?" Mizumi mengalihkan topik.


"Dia... entahlah aku tidak pernah tau dia dimana lagi, sayang aku takut dia akan menyamar menyerupai diriku, dan menyakitimu"


Mizumi melihat rasa khawatir yang tulus dari mata Cristo, cara dia mengucapkan apa yang ada di pikirannya, itu semua berasal dari dalam hatinya.


"Aku tidak akan apa-apa, kau ingat aku, aku juga seorang mafia, kau percayakan aku bisa menjaga diri?" Tangan Mizumi meraih pipi Cristo, membuat Cristo menatapnya, kemudian mengangguk.


~@~


Pembicaraan itu akhirnya berakhir dengan pelukan hangat yang di berikan Mizumi untuk menenangkan kekhawatiran Cristo.


Sesaat setelah itu keduanya membersihkan diri, Mizumi yang berada di kamar lain, saat ini sedang menatap dirinya sendiri di cermin kamar mandi.


Amara sudah mulai dekat dengan Cristo...aku tidak boleh menangis.. perjalanan ku masih jauh, semangat!!


Tok tok tok


"Kau di dalam sayang?" Suara Cristo langsung memenuhi ruangan, suaranya juga mengejutkan Mizumi.


"Iya tunggu aku datang" Mizumi segera menyisir rambutnya dan berpakaian rapi.


Dengan langkah yang anggun ia segera membuka pintu kamarnya. "Kenapa kau datang kesini ke kamar ku malam malam?" Pertanyaan itu segera di jawab oleh Cristo.


"Aku akan menemanimu belajar besok, kita belajar bersama ya"


"Tapi bukankah kau besok harus recording?"


"Aku mengambil cuti, sayang apa kau mencoba menghindariku?" Cristo maju beberapa langkah mendekati Mizumi, bersamaan dengan langkah maju Cristo, Mizumi melangkah mundur untuk menjaga jarak.


"Aku tidak menghindar, aku hanya tidak ingin mengganggumu mengejar impian mu"


Bruk \(Mizumi tersandung kaki


meja, ia terjatuh terduduk di kasur\)


"Kau tidak mengganggu, tidak akan, jadi bagaimana? Mau pergi belajar bersama ku besok?"


Tunggu apalagi, bukankah ini kesempatan untuk bisa bersama Cristo, setelah kesibukanya selama ini, akhirnya Mizumi bisa bersama seharian dengan Cristo, bukankah sayang jika di tolak.


"Bagus" Cristo menjentik dahi Mizumi, sempat takut Mizumi menutup matanya, tapi setelah itu, Cristo keluar kamar Mizumi dengan tenang.


Ha?? Apa apaan itu, bisa bisanya dia bersikap seolah tidak terjadi apa-apa


(╯°□°)╯︵ ┻━┻


Mizumi cepat-cepat berlari ke arah pintu dan menutupnya.


Aku pikir dia akan mencium ku, ternyata hanya kemari untuk menanyakan itu?


Wajah Mizumi terlihat kecewa, ia berharap Cristo kembali dan memberikannya kecupan di keningnya sebelum tidur, ia masih berdiri didepan pintu sambil memegang gagang pintu.


Dengan penuh harap, Mizumi masih senantiasa menunggu Cristo kembali mengetuk pintunya.


"Apa dia benar-benar tidak kembali" sungut Mizumi. Kini ia melepas gagang pintu dan melangkah menjauh dari pintu, tapi seseorang terdengar mendekat ke kamarnya.


"Sayang ini aku, maaf aku melupakan sesuatu" Cristo menyandarkan keningnya di pintu kamar Mizumi. "Melupakan apa?" Mizumi membuka pintu sembari memasang wajah pura-pura tidak tahu.


Cristo nyaris terjatuh kedepan jika ia tidak secepatnya menyeimbangkan tubuhnya. Mizumi masih terus memandangi Cristo, saat itu juga Cristo langsung paham apa yang di inginkan Mizumi.


Cristo membelai lembut rambut Mizumi, kemudian menariknya mendekat. Cristo mencium kening Mizumi "selamat tidur" ucapnya.


Mizumi tersenyum manis, ia mengangguk lembut. "Kau juga, sekarang kembalilah ke kamar mu" jawab Mizumi.


~@~


Paginya....


Cristo sudah berada di samping Mizumi, menunggu Mizumi bangun, sudah beberapa menit Cristo memperhatikan wajah kekasihnya.


Hehe imutnya...


Mizumi perlahan mengerjapkan matanya, sinar matahari membuatnya silau, ia membuka matanya sedikit demi sedikit dan melihat Cristo ada di sampingnya.


"Eh? Sejak kapan kau disini? Maaf aku membuat mu menunggu" Mizumi segera bangkit, ia merapikan rambutnya.


"Sayang kamu tidur dengan..."


"Dengan apa!" Mizumi memotong sambil menyipitkan matanya.


Cristo tersenyum nakal, kemudian melangkah sedikit menjauh "dengan mendengkur pufft, imut sekali" lanjutnya.


Begitu kata" itu selesai, Mizumi langsung melempar bantal pada Cristo.


"Jangan tertawa, keluar sana!" Gerutu Mizumi malu.


To be continue......