You Are My Life

You Are My Life
Episode 113:



Tawa Andy dan Mizumi menghiasi atap gedung.


"Baiklah, sudah bermainnya, aku pulang" Mizumi menyudahi tawanya.


"Secepat itukah?" Andy menyela.


"Yup, kita sudah menghabiskan waktu loh... bukankah sudah lama sekali semenjak kelas berakhir, jaga dirimu, sampai jumpa"


Itulah Mizumi, dengan sikap buru buru dan tidak pekanya.


Baiklah sampai jumpa...


~@~


Matahari sedikit lagi menghilang, lampu jalan berangsur menyala, hari mulai malam.


Mizumi masih berjalan di pinggiran kota, sebentar lagi ia akan melewati Villa Cristo.


Hm...apa aku ke Villa Cristo aja ya?, Kalau di lihat kediaman Febergland masih beberapa Km lagi.


Mizumi meraih ponsel di tas punggungnya, kemudian mengirim pesan pada ibunya. Pesan itupun segera mendapatkan balasan.


"Yes, Mama memang yang terbaik.." Batin Mizumi, ia segera memasukkan kembali ponsel kedalam tasnya.


Dilihat dari raut wajahnya yang bahagia, Mama Mizumi pasti mengizinkanya menginap di Villa Cristo.


Cristo aku datang...


Dengan semangat Mizumi menekan tombol bell yang terletak di pagar Villanya.


"Siapa?" Suara kepala pelayan.


"Ini Zumi bibi"


Pagar Villa Cristo langsung terbuka, mempersilahkan Mizumi masuk.


~@~


Mizumi duduk di sofa ruang tamu, melihat semuanya sudah berbeda.


"Bibi, apakah Villa ini baru di renovasi??" Tanya Mizumi tanpa ragu.


"Iya Nona, beberapa hari terakhir ini Tuan muda ada tamu"


Tamu? Cristo tidak memberitahu ku


"Sekarang Cristo dimana bi?"


"Tuan muda sedang keluar, mungkin menandatangani kontrak dengan produser musik" Mizumi kaget. "Kalau tidak ada yang di tanyakan lagi, bibi akan pergi ke dapur untuk mengambilkan Nona minum"


Mizumi menanggapi kepala pelayan dengan anggukan.


~@~


Baru saja kepala pelayan undur diri, Cristo datang, ia membuka pintu ruang tamu dan melihat Mizumi duduk di sofa.


Mizumi..(membelalakkan matanya)


Entah apa yang merasuki Cristo, tiba tiba saja ia mengangkat Mizumi dan memutarnya.


"Sayang, tahukah kau, teman mu itu, dia membantuku menandatangi kontrak musik dengan seorang produser" kata Cristo dengan nyaring.


"Aaah turunkan aku!" Renggek Mizumi.


"Pufft baiklah"


Cristo menurunkan Mizumi


"Oh ya, katamu temanku? Teman ku yang mana?"


Cristo terlihat sedang mengingat nama teman Mizumi yang membantunya. "Hm..kalau tidak salah namanya Amara, Ya! Amara"


Mendengar nama Amara, Mizumi jadi teringat akan janjinya pada Amara, sepertinya janji itu akan di tepatinya sebentar lagi.


"Wah baguslah, kau hebat sayang, apa yang produser itu katakan tentang suara mu?"


"Produser itu bilang, suara ku bagus, luar biasa! Dia tidak pernah mendengar suara yang sepertiku" Cristo memeluk Mizumi, betapa bahagianya dia sekarang. "Keren sayang" Mizumi memeluk balik, air matanya jatuh.


"Sayang kamu menangis? Kenapa? Apa kau tidak suka jika aku akhirnya menjadi seorang bintang, seorang superstar?" Cristo memegang kedua pipi Mizumi sambil menatap matanya.


"Tidak, aku bahagia, ini air mata kebahagiaan" bantah Mizumi.


Meskipun Mizumi sudah berkata demikian, entah kenapa di hati Cristo, Mizumi sedang bersedih sekarang.


"Tuan muda sudah pulang" ucap kepala pelayan yang tiba tiba muncul, dengan cepat Mizumi menghapus air matanya.


"Sudah, buatkan aku teh" perintah Cristo. "Baik Tuan"


"Mizumi dengar ya, sebenarnya aku mempunyai seorang kakak, dia sangat mirip dengan ku, dia mempunyai rambut berwarna abu-abu"


Mizumi kaget mendengar pengakuan Cristo, ia membuka matanya lebar-lebar.


"Kenapa kau baru menceritakanya sekarang padaku?"


"Aku tidak ingin kau mengenal kakak ku, dia sangat licik, dia bisa menyamar dan menyerupai ku" Cristo mencoba menjelaskan.


Akhirnya Mizumi paham, dia seharusnya tidak marah, Cristo berbuat seperti itu pasti ada alasannya, dan itu semua pasti demi kebaikanya.


"Baiklah apapun itu, aku yakin jika ada kau aku akan baik-baik saja, terimakasih sudah jujur"


"Kau tidak marah sayang?"


"Tidak, untuk apa aku marah,malah aku bangga padamu yang berani jujur"


Mata Cristo mulai sayup, pipinya juga berangsur memerah, ia memegang pipi Mizumi.


Cup


Cristo mencium Mizumi.


Pertama Mizumi memang kaget, tapi dia mulai terbiasa dengan itu.