
"Bagaimana bisa terjadi seperti ini Ga?" tanya Alfa.
"Maaf tadi disti membantu mama yang hendak di todong penjahat. Harusnya ini tidak terjadi, aku minta maaf." jawab Dirga lesu. entahlah dia merasa kesakitan melihat Disti juga kesakitan.
"Sudahlah....yang penting Disti baik-baik saja sekarang" ucap mommy Alfa pada Dirga. Sedang Disti masih diam di tempatnya.
Setelah berada di rumah sakit selama lima hari kini Disti sudah keluar dari rumah sakit. Selama di rumah sakit Dirga selalu menemani Disti. Dia juga sering libur kerja hanya untuk menghibur Disti yang merasa bosan di rumah sakit. Ketika mengetahui kepulangannya betapa bahagia dan hebohnya Disti membuat semua orang tertawa. Mama Dirga juga datang ke rumah sakit beberapa kali. Dia merasa bersalah juga berhutang pada Disti, namun Disti mengatakan membantunya karena ikhlas.
Pagi ini, Disti ingin tinggal di kosannya lagi, dia pamit pada mommy dan Daddy nya.
"Mom,,, Disti ingin tinggal sendiri lagi di kosan!! terima kasih mommy menerima Disti dengan baik di sini, tapi Disti ingin hidup mandiri." Ucap Disti pada mommy Alfa yang saat itu sedang berada di taman bunga.
"Apa kau tidak betah berada di sayang?" Tanya mommy dengan raut wajah yang seakan tak suka dengan permintaan Disti.
"Aku suka mom,,, tapi aku hanya ingin mandiri. Mommy tenang saja aku akan sering ke sini menemui mommy. Boleh iya mom?" Tanya Disti lagi. Dia sebenarnya tak ingin merepotkan keluarga Thian. Dia juga tak ingin bertemu dengan Dirga setiap hari. Walau Dirga pria baik, tapi Disti hanya tak ingin selalu bertemu dengan pria itu. Oleh karena itu, dia ingin memulai lagi hidup sendiri. Menutup diri dari dunia luar membuat Disti merasa nyaman.
"Mommy akan membicarakannya dulu pada dad dan Al?" Jawab mommy kemudian berlalu meninggalkan Disti sendiri di sana.
Hamparan bunga yang berwarna-warni membuatnya merasa damai. Ini yang dia suka, ketika sendiri dia tak perlu repot menjelaskan apa yang dia rasakan dan apa yang dia inginkan. Sebuah kenyamanan yang tak bisa di ganti oleh hadirnya orang baru.
Setelah satu Minggu menunggu, Hari ini mom memberikan jawaban atas permintaan Disti.
"Mom dan dad mengizinkanmu untuk tinggal sendiri. tapi kami sudah membelikan mu sebuah apartemen. kau tinggallah di sana. Jika tidak, kau tidak boleh pergi dari rumah ini." Titah mommy dengan jawaban yang membuat Disti juga tak percaya.
"tapi mom.....!!!!" sanggahannya terputus.l seketika mendengar ucapan Alfa.
"Terima saja, itu juga untuk kebaikanmu!!!" Jawab Alfa tegas.
"Baiklah,,, mom, dad dan Alfa menyetujui permintaanmu.!! tapi kau harus sering ke sini agar kami tak beranjak menemui mu dan membuat mereka tahu dimana kau tinggal." Ucap mommy dengan nada khawatir juga rasa tak rela berpisah dengan gadis yang dianggap sebagai anaknya sendiri sekarang.
"Baiklah mom. Disti setuju." Setelah itu Disti dengan cepat mengemas baju dan barangnya. Kemudian mom, dad dan Alfa mengantarkannya ke apartemen yang mommy beli tapi tak pernah dia tinggali.
Disinilah mereka sekarang. berada di dalam apartemen. setelah lama berbincang akhirnya keluarga Ezhar meninggalkan Disti sendiri di apartemennya. Sejak hari itu Disti hidup sendiri. namun tak lupa selalu mengunjungi rumah mommy dan daddy-nya saat Thian tak ada. bukan karena apa, hanya dia tak ingin Thian merasa bersalah sedang dia mencintai teman masa kecilnya. masalah Dirga entahlah dia hanya ingin fokus pada kuliahnya, mewujudkan cita-cita nya.
Hari ini tepat 3 bulan Disti tinggal sendiri. dia selalu memilih menghindari Thian ataupun Dirga. sedang Dirga menjadi uring-uringan akibat sulit bertemu dengan Disti. bahkan dia sempat menginap di rumah keluarga Ezhar hanya untuk bertemu Disti, namun nihil Disti tak pernah muncul.
Disti yang menjadi pelayan hotel di salah satu hotel ternama di kota X. Malam ini Hotel tersebut di tempati para pembisnis untuk merayakan hari jadi hotel itu. Disti yang bekerja di sana tak menyadari jika saat itu Dirga berada di acara itu. Devi mantan Dirga juga hadir bersama salah satu pembisnis. jika di tanya kenapa tidak bersama Alfa, karena Alfa tahu siapa Devi setelah dia melihat dengan mata kepalanya sendiri wanita itu sedang bercumbu di depan pintu salah satu hotel milik Dirga.
"Kenapa tuh cewek bareng si Rudi Al?" tanya Dirga pada Alfa yang sedang berada di sampingnya.
"Biarkan saja. lagi pula Rudi hanya bawahan kita bukan. dia hanya mengelola bisnis restoran kita. Aku bersyukur hanya mengenalnya sebentar. ah,,, ternyata Akau pernah terjebak pesona J***** juga iya!!!" ucapnya.
"Hahaha.. kita sama Al,!!" Jawab Dirga. mereka memang sudah bercerita satu sama lain. jadi bagi mereka itu hanya masa lalu yang harus di buat pelajaran.
"Oh iya Al,,, aku tadi lihat Disti. tapi entahlah!!" ucap Dirga membuat Alfa membelalakkan matanya.
Mati Gue kalo Sampek Dirga ketemu Disti pasti ruyam nih urusan... bisa-bisa mom murka ke gue. gumamnya dalam hati.
"Kau yakin?".....
πππππ
Akhirnya bisa nulis di sini lagi. maaf jika banyak typo.π