You Are My Life

You Are My Life
Chapter 51. Sebuah persiapan



Davin sedang dalam perjalanan ke kota seberang untuk menemui beberapa kerabat lamanya yang sudah lama mereka tidak bertemu. Yang saat itu mereka lah yang membantu Davin bisa sukses besar dan bahkan membantunya dalam misi penyelamatan Zarra. Ohiya, Davin dan Zarra sebenanrnya adalah teman sejak kecil cuma saat smp kelas 2 Davin harus pindah ke luar negeri ikut papanya yang pindah tugas disana. Semenjak itu Davin tidak ada kabar lagi, karena sejak SMA Davin sudah di latih untuk memegang perusahaan saat dia lulus kuliah nanti. Sudah 20 tahun lamanya dia berada disana, dan dia menjadi pengusaha muda yang sukses besar di Los Angeles.


Saat melihat Zarra tampil di tv, dia merasa sangat familiar seperti mengenalnya. Karena penasaran Davin meminta asistennya untuk mencari tahu tentang Zarra, dan benar saja seperti yang dia yakini bahwa dia mengenal Zarra itu memang benar. Zarra adalah teman juga cinta pertamanya saat Smp dulu. Davin pun memesan tiket untuk pergi ke Indonesia dengan segera, dia ingin menemui kembali pujaan hatinya dan menyatakan perasaannya. Saat sampai ke indonesiadia langsung memesan hotel dan pergi mengunjungi kediaman keluarga Wagner namun securitynya bilang Zarra sedang bertunangan dengan anak dari keluarga Stanford membuat Davin patah hati.


Setelah beberapa hari Davin di Indonesia dan merasa dia sudah tak ada harapan lagi, dia memilih untuk kembali ke negaranya. Saat dia sudah bersiap untuk kembali, tiba-tiba dia melihat Zarra yang terkena skandal membuat Davin mengurungkan niatnya untuk kembali.


“ Apa ini? Zarra tidak mungkin seperti ini. “ ucap Davin melihat berita di tabletnya tentang Zarra yang terkena skandal tidur dengan pria lain. Davin meminta asistennya mencari tahu siapa orng yang berada di balik ini.


Dalam waktu satu jam asistennya sudah mendapatkannya, dan Davin sungguh sangat emosi karena sudah berani menjatuhkan Zarra. Dia tidak terima mereka membuat malu wanita yang di cintainya. Saat Davin ingin membalas, semua sudah telat karena saat dia juga sudah tahu tentang Riana dia segera ingin menangkapnya namun ke duluan oleh Ferga. Dan saat dia mengetahui Sinthya lari, Davin pun berkesempatan untuk mengejarnya. Davin tahu kemana Sinthya akan kabur dan kemana rute yang Sinthya ambil.


Davin mengerutkan keningnya saat melihat Ferga yang masuk ke dalam tempat persembunyian Sinthya. Walaupun Ferga waktu itu menyamar namun Davin tidak dapat tertipu dengan penyamarannya, dan disitu lah Davin sadar ternyata Ferga mungkin ada maksud lain. Tidak ingin kehilangan Sinthya, Davin menyuruh anak buahnya untuk tetap stand bye di sekitar rumah itu dan mengikuti kemanapun wanita iblis itu pergi. Karena dia yakin, wanita sejahat Sinthya pasti mempunyai rencana besar untuk itu mereka harus berhati-hati. Davin mendapat kabar dari anak buahnya yang mengikuti Sinthya yang baru saja pulang habis bertemu seseorang dia membawa pisau lipat juga sebuah botol kecil mungkin saj obat.


Sampai dimana hari ulang tahun Zarra, disitu Davin turun dan menyamar jadi pelayan di villa itu. Dia yakin Sinthya pasti akan melancarkan aksinya disini, dia sangat yakin akan itu. Namun Davin ternyata kecolongan juga oleh Sinthya, Sinthya sudah menusuk Zarra lebih dulu dan Davin langsung memergok Sinthya. Sinthya yang ketahuan langsung kabur, Davin ingin mengejarnya namun tidak mungkin dia meninggalkan Zarra yang tergeletak berlumuran darah. Namun dia tak ingin kehlangan jejak Sinthya terpaksa dia meninggalkan Zarra.


Davin menuju ke mobilnya dan langsung mengejar Sinthya, ternyata anak buahnya sudah tahu kemana Sinthya kabur dan meminta bosnya untuk bersabar. Karena jika gegabah, mereka akan ketahuan bahwa mereka telah mengikuti Sinthya sejak lama. Davin meninju keras dinding sampai tangannya berdarah, dia merasa gagal melindungi Zarra.


“ Maafin aku Zarr, tapi aku janji aku akan menangkap wanita itu dan membalasnya. “ kata Davin dengan meneteskan air mata.


Davin tahu dimana Zarra di rawat, dengan koneksinya dengan direktur di rumah sakit itu dia meminta menjadikannya perawat di rumah sakit itu. Semua itu untuk mengawasi Zarra secara langsung, saat melihat Chris dia merasa iri karena Chris bisa mendapat cintanya Zarra. Davin menghela nafasnya, dan tidak ingin mebawa perasaannya di situasi ini. Dia harus fokus agar tidak kecolongan lagi oleh wanita jahat itu. Namun ternyata Sinthya juga menyamar menjadi seorang dokter, dia menyuntikkan racun ke dalam infusnya Zarra lalu pergi. Untung saja Davin sudah menyuntikkan penawar terlebih dahulu dan sudah menduga situasi ini.


Dan saat Zarra dinyatakan meninggal, di bawalah Zarra ke ruang mayat. Dengan cepat, Davin memindahkan Zarra ke kursi roda di bantu dengan perawat yang lain. Dia meminta perawat untuk menutupi wajahnya Zarra dengan perban agar tidak ketahuan oleh yang lain dan membawa Zarra keluar dari rumah sakit itu. Davin membawanya ke ruah sakit di negaranya, Los Angeles. Zarra masih terbaring koma, dan Davin berharap Zarra bisa cepat sadar. Dan untuk keberadaan Sintya dia tidak terlalu khawatir, karena dia pun sudah tahu sekarang wanita itu berada dimana.


Davin juga sudah tahu identitas baru Sinthya, dan dia akan melancarkan aksinya saat Zarra sadar nanti.


“ Jadi dia sekarang bekerja sama dengan Zeka? “ kata Davin yang sedang melihat foto-foto Sinthya bersama Zeka.


“ Bukan itu saja Tuan, bahkan mereka sekarang sudah berhubungan. Dan untuk pak Zeka sepertinya dia benar-benar menyukai Sinthya terlihat dari matanya yang melihat Sinthya berbeda. “ jawab Johan asisten setianya Davin.


“ Wah ternyata kau pandai juga menilai orang ya. Tapi sepertinya untuk Sinthya tidak, karena dia hanya wanita licik yang memanfaatkan kekayaan seseorang setelah tidak berguna dia akan membuangnya. “ ujar Davin dengan sinis.


“ Semua bukti sudah cukup banyak, bukan sudah saatnya kita memberitahu ke publik juga polisi? “ ujar Johan yang bingung kenapa Davin masih belum bertindak sampai sekarang.


“ Santai saja tidak usah terburu-buru, kita lihat dulu apa permainan dia selanjutnya. Dan juga sebentar lagi aku dan Deycla akan ke Indonesia, aku sendiri juga akan turun memulai permainan ini langsung. “ ujar Davin dengan senyum mistisnya membuat Johan bergidik, tidak berani melihatnya.


Davin pulang ke mansionnya dan saat masuk dia mencium harum masakan yang sangat wangi, dan saat dia ke dapur dia sudah melihat Deycla yang dengan anggun sedang menata makanan di piring. Davin merasa senang melihat Deycla, suasana hatinya semakin adem apalagi melihat Deycla yang menyiapkan makanan serasa di siapin oleh istri.


“ Wah wah, ada apa gerangan nih masak banyak begini. “ ucap Davin sambil menumpangkan wajahnya di tangan kanannya.


“ Eh udah pulang Vin? Gak ada sih, aku lagi suntuk di rumah jadi aku main kesini. Terus karena kamu masih di kantor jadinya akum asak sambil nuggu kamu. Mandi gih sana. “ ujar Deycla dan menyuruh Davin untuk segera mandi.


“ Siap bu bos. “ kata Davin sambil bersikap hormat lalu perg ke kamarnya untuk segera mandi tidak sabar untuk makan makanan Deycla.


“ Enak banget Dey, tau aja kamu aku kangen makanan Indonesia. “ kata Davin yang mulutnya penuh dengan makanan.


“ Telan dulu Vin nanti keselek. “ jawab Deycla sambil terkekeh.


“ Sering-sering aja main kesini, sering-sering masak juga. “ ujar Davin lalu mengerlingkan matanya.


“ Berani bayar berapa? “ kata Deycla sambil menggosokkan jari telunjuk dan jempolnya.


“ Pulau Maldives, gimana? “ jawab Davin sambil menaik turunkan kedua alisnya.


“ Gaya banget dasar. “ ujar Deycla menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.


“ Ya ampun Dey, kau meragukan kekayaanku? “ ujar Davin.


“ Iya iya, tau kok Davin Smith pengusaha terkaya di belahan dunia dan bisa mendapat kan apapun yang di mau. Namun selalu memintaku untuk mentraktir. “ ujar Deycla sambil memonyongkan bibirnya.


“ Ngetraktir teman itu pahala Dey. “ jawab Davin sambil menyuap nasi dan ayam ke mulutnya.


“ Hah? Sejak kapan peraturannya begitu? “ kata Deycla yang baru saja mendengar hal baru dari Davin.


“ Sejak tadi, Dey nambah dong. “ ujar Davin lalu meminta Deycla menyendokkan lagi nasi dan lauk, Deycla hanya menggelengkan kepala saja terhadap sikap manjanya Davin namun dia senang melihat Davin makan banyak, karena setaunya Davin adalah tipe orang yang malas makan dan suka melewati jam makan.


Deycla tertidur di sofa, sehabis makan dia langsung menonton karena suntuk. Davin menghampiri Deycla dan berjongkok sebentar, dia menyisihkan rambutnya Deycla ke belakang. Davin berdiri dan menggendong Deycla ala bridal style ke kamar tamu, dan menurunkan Deycla ke tempat tidur. Davin menyelimutkan Deycla, dan dia pun keluar dari kamar itu, “ Good night Dey. “


Davin juga menuju ke kamarnya, dia mengambil tablet lalu merebahkan dirinya menghadap samping. Dia mencoba memikirkan rencananya kembali saat dia dan Deycla nanti ke Indonesia. Bukan tidak mungkin mereka tidak akan mengenal Zarra, dan jika Sinthya tahu Zarra masih hidup pasti dia akan berusaha melukai Zarra lagi. Dia pun teringat oleh rekannya yang sangat ahli dalam makeup dia mencoba menghubunginya dan panggilannya pun diangkat.


“ Hello, what’s up Davin? “ kata Karin yang merupakan rekan kerja Davin.


“ Maaf Kar jika menganggu, boleh aku bertanya sesuatu? “ ujar Davin dan langsung bertanya.


“ Silahkan saja. “ jawab Karin.


“ Kau ahli dalam merias kan? Apa kau bisa membuat wajah seseorang menjadi orang lain? “ ujar Davin dan berharap semoga saja Karin bisa.


“ Apa kau meragukan kemampuanku? Aku saja bisa melukis wajah manusia menjadi monster. Hanya mengubah sedikit tampilan itu sangat gampang bagiku. “ kata Karin.


“ Ya aku memang tau kau sangat mampu, aku butuh bantuanmu tapi tidak sekarang nanti aku akan menghubungimu lagi. “ ujar Davin lalu mengahiri panggilannya.


Davin merasa sangat lega karena telah menemukan jalan keluarnya jadi dia tidak perlu khawatir lagi memikirkan hal ini. Dia tidak sabar menunggu minggu depan ingin rsanya cepat-cepat memulai permainannya dengan wanita licik itu. Davin memejamkan matanya dan mulai tertidur sangat lelap.