
Chris menatap dalam wajah Zarra, perlahan dia mendekatkan wajahnya dan bibir mereka semakin dekat, dan dekat datanglah Ferga dengan senyum usilnya saat melihat Zarra dan Chris yang akan berciuman dia pun berniat untuk mengejutkan mereka. Hari ini Ferga sangat semangat untuk mengerjai Chris dan berharap semoga besok hidupnya baik-baik saja.
1 2 3
“ BAAAAA. “ kejut Ferga dan membuat Chri juga Zarra yang hampir berciuman saling menjauh dan bersikap tidak karuan.
“ K-kauu sedang apa disini. “ kata Chris dengan wajah tegangnya.
“ Kalian yang sedang apa disini, jika ingin berbuat mesum jangan di luar lebih baik didalam saja. “ jawab Ferga dengan santai lalu duduk dikursi taman.
“ Siapa yang berbuat mesum, kalo iya pun pasti kami sudah bertel*njang dada sekarang. “ kata Chris dengan suara gugupnya.
“ Kak Ferga kami tidak ngapa-ngapain kok tadi Chris hanya ingin menghilangkan debu saja yang berada dimataku. “ sambung Zarra sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal itu.
“ Memangnya kau alien ya dan matamu sudah pindah kebawah? Soalnya aku melihat bibir Chris di bawah mendekat ke arahmu. “ balas Ferga.
“ Lebih baik kau pergi ke dalam. Kau menggangu kami berbicara saja. “ ucap Chris lalu duduk juga di kursi.
“ Ck kalo aku masuk mungkin kalian akan melakukannya kembali. Lebih baik aku disini saja. “ ujar Ferga sambil menatap bunga yang berada disekeliling.
Chris menghembuskan nafas sabar, ingin sekali dia menoyor sepupunya yang jail ini namun dia tetap menahannya karena pasti dia tidak akan diam dan tetap akan mengerjainya serta mencari pembelaan Zarra. Zarr mengerti melihat Chris dan dia mengusap punggung tangan kekasihnya itu agar jangan emosi dan mengajaknya ke dalam saja. Chris pun menggangguk dan membawa Zarra ke dalam kamarnya. Ini adalah pertama kali Zarra masuk kedalam kamar Chris, kamarnya begitu rapi dengan desain interior bergaya ke eropa dan ukiran-ukiran pastel yang sangat rapi. Chris memang suka warna pastel dan estetik sama seperti Zarra, dan mereka tambah cocok saja yak arena banyak kesamaan.
Zarra duduk di pinggir tempat tidur sambil menunggu Chris yang sedang buang air kecil di toilet, tidak sengaja dia melihat ada bingkai foto di meja tepat disamping tempat tidur Chirs yaitu fotonya dengan Chris, ada juga foto Chris dengan wanita lain dan itu adalah Naya. Yang merupakan adik kecilnya dulu, tiba-tiba Zarra pun kepikiran apa Chris masih tidak bisa melupakan Naya sampai sekarang? Memikirkannya saja membuatnya sedih dia ingin bertanya tapi takut menyinggungnya.
Chris baru saja keluar dari kamar mandi, dan melihat Zarra sedang memegang bingkai fotonya dengan Naya. Dia menghela nafas, seharusnya dia tidak menaruh foto itu disitu dia takut Zarra akan berpikir bahwa dia masuh mencintai Naya padahal tidak. Hanya Zarra lah yang satu-satunya dia cintai sekarang, tidak ada wanita manapun yang bisa menggantikannya. Chris pun berjalan menghampiri Zarra dan memeluknya dari belakang.
“ Dia hanya masa laluku, dan aku sudah melupakannya. Sekarang satu-satunya orang yang sangat kucintai adalah kamu Zarra. Tolong jangan berpikir macam-macam. “ ujar Chris berusaha untuk menjelaskan ke Zarra agar tidak berpikiran macam-macam.
Zarra merasa lega mendengar perkataan Chris namun masih ada perasaan takut dihatinya, “ Benarkah itu? “ tanya Zarra sambil menoleh ke arah Chris.
“ Benar sayang, kamu tidak perlu takut dan percayalah padaku. I really love you. “ kata Chris sambil mengecup bibir Zarra.
“ I love you so much too Chris. “ balas Zarra.
Chris mendekatkan wajahnya ke Zarra, dan mulai mencium bibir Zarra dengan lembut. Dia memagut bibirnya Zarra dan mrerangkul pinggangnya Zarra, dan mendekatkan Zarra sehinga Zarra sekarang berada dipelukannya. Zarra pun membalas memagut bibir Chris dengan penuh cinta. Bibir Zarra membuat Chris sangat candu sehingga dia tidak ingin menghentikan ciuman itu. Tak terasa merekapun tertidur bersama, Nela membuka pintu pelan dan tersenyum melihat anak dan calon menantunya itu. Dia berharap mereka segera menikah secepatnya.
“ Halo Marry, sepertinya anakmu akan menginap dirumahku. Dia sudah tertidur bersama Chris. “ kata Nela memberitahu ke Marry yang sedang menelponnya.
“ Baiklah Nela, aku titip anakku ya. “ kata Marry dengan ramah.
“ Oke Marry, aku tidak usah khawatir. Aku akan menjaga Zarra seperti anak kandungku sendiri. “ jawab Nela.
Nela pun mematikan ponselnya, dan pergi kekamarnya lalu mengambil foto album keluarganya dari laci. Dia pun membuka foto album lalu melihat-;ihat foto Chris sewaktu kecil dulu. Sungguh sangat tampan dan menggemaskan apalagi Chris yang sudah bisa berjalan di usia balita bahkan menyebutkan nama mama dan papa saat usia batita. Tak terasa sekarang anaknya sudah besar dan sudah mempunyai pasangan sekarang. Anak yang dulu selalu dalam gendongannya sekarang sudah dewasa dan sudah mandiri dengan sikapnya yang tegas seperti ayahnya. Ares pun masuk kekamar dan Nela menutup foto albumnya lalu tidur bersama suaminya.
Zarra sudah berada di dapur pagi-pagi menyiapkan sarapan untuk keluarga Stanford, Zarra sangat mahir memasak sekarang bahkan sudah seperti Chef handal dia selalu bisa mengkreasikan makanan; dengan rasa yang unik dan juga sangat enak. Setelah selesai memasak Zarra menyiapkannya di meja makan dan menata piring dengan rapi. Zarra merasa puas dengan hasil masakannya dan semoga tante Nela dan om Ares juga Chris menyukainya. Chris yang baru selesai mandi mencium bau masakan yang sangat enak, dia pun keluar kamar dan langsung menuju ruang makan. Chris memeluk Zarra dari belakang dan menecup pipinya.
“ Wah enaknya disiapin sarapan oleh calon istri. “ kata Chris yang kagum melihat masakan Zarra pagi ini.
“ Duduklah sayang, apa papa dan mama kamu belum bangun? “ tanya Zarra karena belum melihat Nela juga Ares.
“ Wah-wah baunya sungguh mengundang selera, siapa nih yang udah masak pagi-pagi. “ kata Ares dan langsung mengambil tempat duduknya.
“ Ternyata Zarra juga pandai memasak ya, memang calon mantu yang sangat baik. “ sambung Nela dengan senyum ramah kepada Zarra.
Ferga baru saja bangun dan mencium bau masakan Zarra membuat cacing-cacing di perutnya mendemo, Ferga pun langsung menuju ke ruang makan karena perutnya sudah terasa sangat lapar. Melihat banyak makanan di meja dia pun langsung duduk dan mengambil piring dan menyendoknya lalu melahapnya dengan rakus.
“ Hey, bisakah kau mencuci wajahmu dulu sebelum kesini? Kau lohat dimatamu itu ada apa. “ kata Chris yang tatatapn terganggu tidak menyangka ternyata Ferga masih disini.
Ferga yang mendengar omongan Chris menatapnya sekilas lalu lanjut menyantapnya lagi lalu menoleh ke arah Zarra, “ sepupu ipar, apa kau yang memasaknya? Ini sangat enak bahkan restoran top pun akan kalah dengan masakanmu. “
“ Terimakasih kak Ferga, tapi aku rasa aku harus banyak belajar dan masakanku tidak seenak itu. “ jawab Zarra merendahkan diri.
“ Siapa bilang tidak enak Zarr? bagi om ini makanannya top markotop. “ sahut Ares yang juga menikmati masakan Zarra.
“ Benarkan om? “ kata Ferga yang mengacungkan jempolnya dan Ares pun ikut mengacungkan jempol.
“ Kenapa kau masih disini? Apa kau tidak punya rumah? “ kata Chris dengan nada datarnya.
“ Oh ayolah sepupuku, aku hanya menginap hari ini. Tenang saja aku tidak akan mengganggumu lagi. “ jawab Ferga yang menambahkan nasi ke piringnya karena hari ini dia sangat bernafsu makan.
Zarra sempat terkejut dan langsung menoleh kea rah Chris lalu tersenyum. Ferga mengikuti Chris dari belakang karena tau bahwa Chris mencari Zarra dan Ferga ingin mengerjainya lagi. Saat melihat Chris dan Zarra yang berdua didapur Ferga tersenyum usil dan langung menghampiri dua sejoli itu.
“ Apalagi yang kalian lakukan berdua? “ kata Ferga yang baru aja datang dari depan.
Chris menatap marah karena selalu saja Ferga mengganggunya, “ Kau sebaiknya pulang, apa kau tidak ada kerjaan? “
“ Ah, aku hari ini mengambil cuti jadi aku sangat bebas hari ini. Memangnya kenapa dari kemarin kau menanyakan itu? Apa kau tidak suka aku ada disini? “ ujar Ferga dengan wajah yang berpur-pura sedih.
“ Sudah lah Chris, biar saja. Dia kan sepupumu, biar saja dia disini. “ kata Zarra yang sedang memotong sayuran.
“ Tapi dia pasti punya rencana untuk gangguin kita. Kamu lihat saja dari kemarin, kita susah untuk berduaan karena dia. “ jawab Chris dengan wajah yang kesal.
“ Wah teganya kau memfitnah ku tanpa bukti. Maksudku kemarin kan baik agar kalian tidak melakukan hal yang tidak-tidak. “ ujar Ferga lagi.
“ Kami hanya berciuman itu saja. Memang yang jomblo dari dulu dan tidak pernah merasakan Namanya ciuman. “ ledek Chris.
“ Wah kau sudah berani meledekku sekarang? “ balas Ferga yang sudah berkacak pinggang.
“ Kalian berdua diamlah!! “ Zarra menghentakkan pisaunya di talenan karena merasa sangat terganggu dengan perdebatan Chris dan Ferga.
Melihat Zarra yang memegang pisau dengan tatapan dingin dan keluar aura membunuh membuat Ferga dan Chris menelan salivanya dan perlahan mereka mundur untuk kabur namun tidak jadi karena Zarra meneriaki mereka.
“ Mau kemana kalian? ! “ teriak Zarra dengan tatapan tajamnya.
“ A-anu Zarr, aku tadi di panggil mama. “ kata Chris dengan tergagap.
“ Kau bohong ya, tante tidak ada memannggilmu. Jangan percaya padanya. “ jawab Ferga.
“ Kau cari mati ya? “ kata Chris pelan, dan Ferga hanya memeletkan lidahnya.
“ Kalian berdua kesinilah. “ ujar Zarra.
Chris dan Ferga pun sudah bersiap-siap atas apa yang akan dilakukan Zarra nanti, dan sepertinya mereka harus bersiap untuk pemakaman besok. Ferga baru menyadari bahwa calon sepupu iparnya akan seseram ini. Tau begini dia tidak akan mencoba cari ribut, dan lebih baik dia tidak menginap disini. Chris tersenyum kecil karena Ferga ikut erasakan apa yang dirasakannya.
“ Kau Chris kau tumis cabe itu jangan sampai gosong, dan kak Ferga potonglah ayam yang beraa di bakul itu. Jangan sampai salah potong dan harus rapi. Jika kalian melakukan kesalahan, kalian tahu akibatnya. “ ujar Zarra dengan suara yang tegas.
“ Baik Zarr. “ jawab mereka bersamaan.
Chris pun mulai menumis cabe yang sudah di giling oleh Zarra tadi, dia menutup hidungnya karena berasa pedas dan matanya berasa perih sampai mengeluarkan air mata. Chris mengecilkan apinya agar uapnya bisa berkurang namun rasa pedas masih ada. Ferga memotong ayam dengan takut-takut merasa tidak tega padahal ayam itu sudah mati dan dikuliti. Dia pun afak geli memegang kulit ayam yang berasa licin namun tidak ingin melihat Zarra marah lagi dia pun terpaksa melakukanya.
Zarra mengawasi mereka dengan ketat agar tidak melakukan kesalahan terutama Zarra fokus ke arah Ferga karena Ferga yang masih takut-takut memotong ayam. Zarra memijat keningnya yang terasa sangat pusing itu melihat Ferga yang tidak selesai-selesai. Beberapa menit setelah ayam terpotong rapi, Zarra menyuruhnya memberi ke Chris untuk mulai memasak.
“ Ini semua gara-gara kau. “ kata Chris kesal.
“ Kenapa hanya menyalahkan aku? Ini juga salahmu kalau saja kau tidak memancing tidak akan seperti ini. “ jawab Ferga juga dengan nada yang kesal.
“ Fokuslah memasak jangan sampai gosong, atau kalian akan kuliti. “ ujar Zarra yang mendengar Chris dan Ferga berdebat. “ Kapan kedua orang ini akan akur astaga. “
Chris pun mulai memasak seperti apa yang dikatakan Zarra, dan Ferga memasukkan bumbu seperti yang disuruh Zarra. Mereka terlihat fokuss memasak, Ferga melap keringatnya karena dari tadi bolak balik mengambil garam juga bumbu lainnya. Dan akhirnya mereka pun selesai memasak, Zarra menyuruh mereka untuk langsung mrnyiapkannya di meja makan. Biar Chris yang enata dan Ferga memanggil tante Nela juga om Ares yang sudah berada didepan.
Ares dan Nela pun masuk dan menuju ruang makan serta langsung mengambil tempat duduk, sementara Zarra yang menyiapkan makanan untuk calon mertuanya itu. Ares dan Nela merasa sangat kagum dan salut karena mereka dimasakin oleh menantunya dari tadi pagi. “ Wah, om tidak sabar untuk mencoba masakan kamu lagi. “ kata Ares.
“ Ini yang masak Chris dan Ferga om, tante. Zarra hanya mengarahkan mereka saja. “ ujar Zarra.
Ares dan Nela mengerutkan kening karena setau mereka anak dan keponakannya itu tidak bisa memasak, mereka ragu untuk memakannya takut rasanya aneh.
“ Ma, pa tenang saja anakmu ini sekarang mahir memasak. Tidak seperti Ferga yang bahkan memotong ayam saja takut hahaha. “ ujar Chris sambil tertawa melihat wajah Ferga yang takut tadi seperti orang tolol.
“ Memangnya kau, baru menumis cabai saja sudah menangis ckck. “ balas Ferga tidak terima dirinya diledek.
“ Kalian bisa diam gak? ! “ ucap Zarra yang sangat kesal daritadi kedua sepupu ini tidak selesai-selesai berdebat. “ Maafkan Zarra om dan tante hanya saja Zarra tidak suka melihat mereka ribut. “
“ Tidak apa-apa Zarra, marilah kita semua mulai makan. “ ajak Marry dan langsung menyantap makanannya.
Nela dan Ares merasa terkejut karena masakan ini terasa enak, hanya saja tidak seenak masakan Zarra namun lumayan bagi mereka yang baru pemula. Ares dan Nela pun menyantapnya lagi, Chris dan Ferga merasa senang karena sepertinya Nela dan Ares menyukainya. Mereka pun melakukan cask arena ternyata usaha mereka tidak sia-sia. Zarra melihat kedua para sepupu itu yang sepertinya sudah mulai akur tersenyum senang, tidak sia-sia dia menghukum kedua lelaki itu.
Sungguh rumah itu terasa ramai apalagi ada Ferga yang usil, Zarra tidak bisa membayangkan jika ada Ragan dan kakaknya Devan mungkin rumah ini akan bertambah rusuh melihat sifat Ferga sebelas dua belas dengan Ragan dan Devan. Setelah siap makan Zarra pun pamit pulang dan berterimakasih karena telah mengijinkannya untuk menginap. Chris yang mengantar Zarra kerummahnya, sebenarnya Chris merasa sangat berterimakasih ke Zarra karena membuat suasana dirumahnya yang tadinya hening jadi ramai. Chris semakin mencintai Zarra karena dia telah memilih orang yang tepat baginya, dan Chris merasa sangat bersyukur akan itu.