SECOND LOVE

SECOND LOVE
Rahasia yang Terkuak



Arcelio berdecak pelan sambil bertolak pinggang di depan pintu ruang bermain. Dia berpikir beberapa saat, sebelum memutuskan pergi dari sana. Tatapan pria tiga puluh lima tahun tersebut, mengarah ke koridor menuju kamarnya. Arcelio merasa bimbang, antara langsung pergi atau berpamitan terlebih dulu kepada Samantha.


Akan tetapi, niat hati yang tadinya akan membiarkan sang kekasih hingga tenang, dia langgar sendiri. Arcelio tak tega jika tidak menenangkan kekasihnya, yang tengah berada dalam kesedihan serta kegalauan seorang diri. Pria itu akhirnya berjalan ke koridor, untuk melihat keadaan Samantha di kamar.


Beruntung, karena Samantha tidak mengunci pintu, sehingga Arcelio bisa masuk dengan leluasa. Ketika Arcelio melihat ke dalam kamar, dia mendapati wanita cantik tersebut sedang berbaring dengan posisi menyamping, membelakangi pintu masuk. Samantha tak tahu saat Arcelio mendekat padanya.


“Sayang,” sapa Arcelio lembut. Akan tetapi, tak ada tanggapan sama sekali dari Samantha. Wanita itu hanya terkejut, karena tak menyangka bahwa Arcelio berada di sana.


“Aku tidak akan menyembunyikan apapun lagi,” ujar Arcelio yang berdiri di dekat sisi sebelah kanan tempat tidur. Sedangkan, Samantha berbaring di sisi sebelah kiri.


“Aku akan pergi ke apartemen Sara sekarang juga, untuk memberikan bukti nyata padamu siapa dan seperti apa Sara yang sesungguhnya. Aku akan merekam pembicaraan kami, sehingga kau bisa mengetahui semua dengan jelas.”


Samantha yang awalnya tak memedulikan Arcelio, segera bangkit. Wanita itu duduk, lalu membalikkan badan kepada ayah dua anak tersebut. “Memangnya, apa yang akan kau bicarakan dengan Sara?” tanya Samanta sinis.


“Nanti kau juga akan tahu. Intinya adalah aku akan memberikan bukti, bahwa diriku bersungguh-sungguh dengan semua yang kuucapkan,” jawab Arcelio. Dia tak banyak berbasa-basi lagi. Arcelio segera membalikkan badan, lalu meninggalkan Samantha yang masih terdiam memandangnya hingga menghilang di balik pintu kamar.


Arcelio bergegas memacu motor kesayangannya menuju apartemen Sara. Beberapa saat kemudian, pria itu telah tiba di sana. Sebelum mengetuk pintu ruang apartemen mantan manajer Samantha tersebut, Arcelio lebih dulu menyalakan aplikasi perekam di ponselnya.


Tak berselang lama, seseorang membuka pintu dari dalam. Tampaklah Sara yang terkejut, saat mendapati Arcelio berdiri gagah di hadapannya. “Ah! Akhirnya kau bersedia datang kemari untuk berbicara denganku,” ujarnya sembari membuka pintu lebar-lebar. Sara tersenyum puas, karena taktiknya untuk memancing Arcelio telah berhasil. Dia tak peduli dengan dampak yang akan dirinya terima, dari perbuatan yang telah dilakukan terhadap Samantha.


Arcelio langsung masuk tanpa permisi. Dia bahkan tak peduli, saat tubuh tegapnya menyenggol Sara hingga wanita itu hampir terjerembab. “Aku ingin tahu, apa saja yang kau katakan pada Samantha,” ucap Arcelio dingin. Dia menoleh lagi kepada Sara yang masih berdiri dekat pintu.


“Aku hanya mengatakan yang sebenarnya, bahwa kita pernah menjalin hubungan beberapa tahun lalu sebelum kau kukenalkan pada Samantha,” jelas Sara. Bahasa tubuhnya terlihat begitu tenang.


“Selain itu, apa lagi yang kau katakan padanya?” pancing Arcelio sambil berjalan mendekat dengan tatapan lurus tertuju pada wanita berambut pendek yang mulai salah tingkah.


“Tidak ada. Aku hanya mengatakan itu,” jawab Sara seraya membuang muka, karena Arcelio terus menatapnya tajam. Ternyata, Sara tak memiliki keberanian sebesar yang dirinya pikirkan, dalam menghadapi sang mantan kekasih.


“Sungguh?” Arcelio menyeringai kecil. “Kenapa kau tidak menceritakan pada Samantha, bahwa dirimu memintaku untuk kembali. Namun, sayangnya aku menolak hal itu?” Arcelio semakin mendekat, sehingga membuat Sara terlihat kian gelisah.


“Aku hanya menjaga hubungan baik kami,” kilah Sara. Dia menjadi kian salah tingkah, ketika Arcelio mendekatkan wajah padanya.


“Seharusnya kau menceritakan pada Samantha bahwa aku menolakmu, lalu kau marah karena merasa kecewa dan terhina,” ujar Arcelio diiringi senyum sinis. “Betapa kau tak memiliki harga diri, Sara. Selama ini kau mengaku sebagai sahabat baik Samantha. Namun, ternyata kau tidak lebih dari ular berkepala dua,” sindirnya.


“Jaga mulutmu, Pengkhianat!” sentak Sara.


“Kenapa kau marah? Aku hanya mengatakan kebenaran. Sejak Samantha pergi dari Italia, aku menutup diri dari wanita manapun. Aku bahkan tidak menyentuh Delanna yang saat itu tengah mengandung Aurora. Wanita itu tidur di dalam kamarku. Namun, tak pernah terlintas dalam pikiranku untuk melihat ke arahnya. Jika mau, aku bisa saja menikahi Delanna dan melupakan Samantha. Akan tetapi, aku tidak melakukan hal itu,” ujar Arcelio penuh penekanan.


Sara diam terpaku menatap Arcelio. Dia melihat ada kemarahan yang sangat besar dalam sorot mata pria tampan itu.


“Jawabannya adalah karena setiap kali aku memandang wajah Delanna, bayangan Samantha yang terluka pasti hadir di sana. Tidak ada satu hal pun yang tak mengingatkanku pada dirinya. Delanna yang bahkan mengandung darah dagingku, tidak dapat membuat diriku berpaling dari Samantha. Terlebih kau yang sama sekali tak memberi pengaruh apapun dalam hidupku?” cibir pria rupawan dengan gaya rambut man bun tersebut.


“Kau memang brengsek!” Sara mengangkat tangan, bermaksud hendak menampar Arcelio.


Namun, Arcelio sigap menahan pergelangan tangan Sara. Dia bahkan mencengkeramnya erat, lalu mengempaskan dengan kasar. “Kaulah yang brengsek, Sara!” tunjuk Arcelio. “Kau wanita tidak tahu malu yang telah berusaha menghancurkan hidupku, hanya karena keinginanmu tidak dapat terlaksana!”


“Semua yang kulakukan itu karena aku teramat mencintaimu! Kenapa kau tidak mengerti juga?” sentak Sara. “Begitu mudahnya kau menuruti perkataan ayahmu agar memutuskan hubungan kita. Kau juga tidak membutuhkan waktu lama untuk bisa jatuh cinta pada Samantha, saat pertama kali aku memperkenalkanmu padanya. Sementara, diriku harus melewati masa penantian yang cukup panjang hingga dapat menjalin cinta denganmu.” Sepasang mata abu-abu Sara mulai berkaca-kaca.


“Kau tak pernah menganggapku ada, Arcelio!” Sara terus meracau, mengungkapkan semua gundah dalam hatinya. “Aku benci melihatmu bersama Samantha! Aku benci melihatmu dekat dengan wanita manapun! Jika kau tak bisa kumiliki, maka tidak ada seorang pun yang boleh memilikimu!” sentak Samantha lagi.


“Kau tahu? Aku merasa begitu bahagia, saat kau terpancing dengan video-video yang merekam kedekatan antara Samantha dan Alessandro. Aku berharap, dengan melihat video-video mesra tersebut akan membuatmu meninggalkan Samantha dan kembali padaku. Namun, nyatanya kau malah berselingkuh dengan Delanna!” ungkap Sara.


Namun, setelah mengatakan rahasia besar tersebut, Sara langsung menutup mulut rapat-rapat. Sorot penuh penyesalan terlihat jelas dari sepasang mata indahnya. Sara sadar telah kelepasan bicara. Tak seharusnya dia mengungkapkan apa yang selama ini dirinya sembunyikan. Sesuatu yang telah berhasil membuat Arcelio hilang kendali.


“Jadi, kaulah pelakunya?” desis Arcelio tak percaya. Arcelio mendapatkan kebenaran lain dari Sara.


“A-aku … aku ….” Sara terbata. Dia mengulurkan tangan, berusaha menyentuh wajah tampan pria di hadapannya.


Namun, dengan segera Arcelio menampiknya. Dia menepiskan tangan Sara yang mulai menangis.


“Selama ini, Samantha selalu percaya padamu. Aku tidak menyangka jika kau sanggup berbuat sekejam itu di belakangnya,” geram Arcelio.


“Apapun akan kulakukan agar kau bisa menjadi milikku lagi!” tegas Sara sambil berurai air mata.


Arcelio hanya menanggapinya dengan senyum mengejek. “Bermimpilah, Sara. Seandainya kau merupakan satu-satunya wanita yang masih hidup di muka bumi ini, aku tak akan pernah sudi berdekatan dengan ular sepertimu!” maki Arcelio.


“Kau!” Wajah cantik Sara berubah merah padam. Dia berusaha menahan segala emosi yang memenuhi dada. “Kau akan menyesali keputusanmu, Arcelio,” ancamnya.


“Aku tidak takut dan tak akan pernah menanggapi apapun yang kau katakan. Satu-satunya yang kupedulikan hanyalah kebahagiaan Samantha beserta kedua putriku,” balas Arcelio penuh penekanan.


Tanpa mengatakan apapun lagi, Arcelio keluar dari apartemen Sara. Dia mengeluarkan ponsel yang tersimpan di dalam saku jaket. Arcelio merasa lega, karena telah berhasil mengungkap segala akar permasalahannya dengan Samantha.