
“hoammm uhhh silau sekalih sih” ucap putri bangun dari tidurnya dengan suara serak dan matanya yang masih merah.
saat melirik jam dinding hari ternyata hampir siang dan putri masih bermalas malasan dikasur, dan menyadari sesuatu sudah tak ada lagi disampingnya.
“loh kok kak ricky kemanaya? Ahh mungkin dia lagi mandi atau nyiapin sarapan kali” kilahnya untuk menenangkan hatinya yang sudah mulai curiga.
“tapi aku sudah tidak merasakan kehadirannya itu, tidak aku harus mencarinya dulu”
Setelah mencari keseluruh ruangan putri tetap saja tidak menemukan keberadaaan kak rickynya itu dan terus berusaha menelponnya hingga berpuluh puluh kali, tak ada satupun panggilan yang terjawab untuknya. Hingga dia menemukan selembar surat di atas meja makan. Dan iapun membaca surat nya yang bertuliskan :
“Putri sayangku, maaf aku tidak bisa langsung berpamitan denganmu, karena jadwal penerbangannya dimajukan lebih awal, dan aku tak tega membangunkanmu yang sedang terpulas, maaf tidak bisa menyiapkan sarapanmu, dan carilah kesibukanmu selama kamu cuti kerja. Doakan aku semoga aku cepat pulang yah, agar bisa kembali ke sisimu itu, jangan terlalu khawatir, rindu boleh asal jangan terlalu dipikirkan, ingat! Jaga dirimu baik baik, dan terus lah tersenyum. Aku akan tenang jika kamu terus tersenyum manis.
Salam dari calon suami
Ricky jarshon”
“huh kenapa tidak membangunkan ku sihh, main pergi seenaknya ajh, gimna aku gak sedih coba” tanpa disadari air matanya sudah menetes ke dalam surat yang dipegangnya dengan erat.
“kak kenapa kamu tetap pergih sihh, firasatku melarangmu untuk pergi, kau tau kan kak firasatku tidak pernah salah, aku takut kak ricky kenapa2.”
Kini putri pergi kekamarnya dan duduk termenung sambil memeluk lututnya di ranjang. Putri masih terngiang isi dalam surat itu, karena tak habis pikir. Kenapa kak rickynya tega tak membangunkan dia untuk sekedar berpamitan langsung.
Akhirnya beberapa lama kemudian putri sudah mengeluarkan airmatanya dengan deras sampai ia sesegukan.
“kak aku takutt, dikota ini aku tidak punya siapa2 selain kaka dan rekan kerja ku, sedangkan orang tua kakak juga tidak akan pernah menerimaku. Aku harus apa sekarang” gumam putri masih dengan tangisannya yang sudah menjadi2.
Putri masih saja berdiam dikasur sambil merenungkan kepergian kekasihnya itu, sampai tak terasa hari ternyata sudah sore dan ia masih meratapi handphonenya untuk menunggu kabar dari kak rickynya itu. Akhirnya yang ditunggupun muncul, benda pipih itu berdering dan putri langsung saja menjawab tanpa melihat kelayar handphonenya untuk mengetahui siapa yang memanggil.
“halo ndy? Kamu kenapa sihh? Sakit yah?? Kenapa semenjak kemaren kamu susah dihubungin sihh? Mentang mentang mau nikah udh lupa kalo masih punya temen..” saut seseorang dari sebrang telpon.
Sontak putri terkejut dan langsung melihat kelayar hpnya untuk mengetahui siapa yang menelponnya itu, dan ternyata yang menemponnya tak lain adalah teman dekat nya dikantor meghan leonard, iapun sedikit merasa kecewa karena yang ditunggu tunggu tak kunjung menelpon.
“halo.. haloo ndy...? mindy in you her?”
“ehh iyh halo meg, sorry aku melamun tadi, ada perlu apa meg?”
“apa harus ada perlu saat temannya merindukan temannya itu?”
“baiklah meghan leonard aku salah, maafkan aku, kalo begitu kemarilah ke apartement ku sekarang, kebetulan sekarang sudah waktunya pulang kerja bukan?”
“yeyyyy dengan senang hati aku menerima undanganmu ini, tapi aku tidak bisa untuk dua hari ini karena aku harus bekerja lembur lagi seterusnya.”
“hah kenapa harus kerja lembur?”
“dasar lagi lagi kau memasang wajah tanpa dosamu itu, karena kamu cuti semua pekerjaanmu diambil alihkan oleh ku dan dyan.”
“hehehe maaf meg maaf, aku lupa baiklah kita bertemu ditaman dekat kantor sepulang kerja yah, setelah kau tak lembur lagi”
“huhhh untung kau punya teman yang baik ini seperti aku kalo tidakk,,”
“iyh meg iyh, aku saaaaangattt berterima kasih sekali sama kamu, oke aku tutup dulu telponnya yah,, aku mau beres beres dulu, dadah beib goodbye seeyou tomorrom ok muachh bye”
“ehh tunggu ndy ak..”