
"aku, aku lah yang mencintai mu," ucap seorang perempuan di sebrang telpon Samuel.
"Siapa kau?" tanya Robi lagi.
"Selesai kan semua masalah mu dan berikan Hansel maka kita akan bertemu," ucap nya lagi.
Hati Robi seketika tersentuh dengan suara itu, ia pun kembali terduduk di kursi nya dan kemudian menutup wajah dengan kedua tangan nya, seolah menyadari kebodohan yang sudah dia lakukan, ia pun menangis dan menyesali perbuatannya.
"Semuanya masih belum terlambat, kita bisa memperbaiki semua nya,kau adalah dokter baik dan banyak di sayang oleh pasien, kau harus bisa berubah jadi yang lebih baik lagi," ucap Samuel.
"Samuel, maaf kan aku, aku benar-benar bodoh, aku sudah melupakan kewajiban ku karena keegoisan yang aku lakukan," jelas Robi sadar dari kebodohan nya.
"Robi, kita bicarakan nanti saja, di mana anak ku? Di mana Hansel?" tanya Samuel.
"Tenang lah, aku juga sangat menyayangi Hansel, kau jangan khawatir, ayo ikut aku," ucap Robi yang kemudian keluar dari ruangan tersebut untuk pergi ke ruangan di mana dia meminta seorang anak buahnya untuk menjaga Hansel.
Samuel pun lega, karena masalah nya dan Robi kini teratasi tampa ada perkelahian sedikit pun, dia tidak menyangka Robi akan sangat mudah di bujuk oleh Naya.
Namun saat mereka keluar dari ruangan tersebut mereka kaget, beberapa anak buah Robi sudah terkapar tak berdaya di lorong itu.
"Apa yang terjadi?" tanya Robi kepada anak buahnya yang sedang kesakitan sambil memegang dadanya.
"Boss, ada orang yang mengambil anak itu, dan dia membawa nya keluar," ucap anak buah Robi yang sudah babak belur.
"Apa? Bagai mana mungkin?" ucap Robi kaget.
"Haha, bagaimana tidak? Robi apa kabar," ucap seorang yang kini berdiri di belakang Robi dan Samuel.
Mendengar suara itu Robi dan Samuel pun berbalik.
Terlihat seorang yang tidak di kenali oleh Samuel kini berdiri sambil menggendong Hansel dan juga ada pistol di tangan nya.
"Bram! Lepas kan anak itu, dia tidak ada hubungannya dengan mu, apa yang sudah kau lakukan?" ucap Robi yang ternyata mengenali orang tersebut.
"Siapa dia?" tanya Samuel kepada Robi.
"Samuel, dia adalah kakak kandung nya Karina dia sampai sekarang masih bmembenci ku karena aku sudah gagal menyelamatkan Karina dalam kecelakaan itu dia selalu menyalah aku," jelas Robi.
Samuel sontak kaget, dia berfikir masalah sudah selesai, namun ternyata baru saja di mulai.
"Aku akan membiarkan kalian tetap hidup, jika kalian menyerah kana anak ini kepada ku? Jujur aku sudah sangat suka dengan nya, dan aku ingin mengambil nya, sebagai gantinya aku tidak akan menyimpan dendam lagi kenapa mu Robi," jelas Bram sambil tersenyum mengelus Hansel yang sedang tidur dalam pelukan nya.
"Dia adalah anak ku, kau tidak ada hal mengambil nya, urusan mu dan Robi berikan anak ku!" ucap Samuel.
"Tidak akan, ini adalah penganti keponakan dan adikku," ucap Bram yang memegang mengalami gangguan jiwa akibat meningal nya adik semata wayang nya ya itu Karina.
Masalah semakin rumit, Bram melepaskan satu tembakan ke atap gedung tersebut untuk mengancam Robi dan Samuel agar tidak mendekati nya.
"Samuel maaf kan aku, ini terjadi karena kebodohan ku," ucap Robi menyesali perbuatannya.
"Selangkah lagi kalian mendekat, aku akan menembak salah satu dari kalian!" ucap Bram mengancam.
"Kau boleh membunuh ku, tapi lepas kan keponakan ku," ucap Robi mendekati Bram.
"Robi jangan," ucap Samuel memegang lengan Robi.
"Tidak Samuel, keselamatan Hansel adalah yang terpenting, pria gila itu tidak bisa aku biarkan," jawab Robi lagi.
"Aku ke sini tidak sendirian, aku bersama polisi," ucap Samuel lagi.
Robi terdiam dan kaget karena ucapan Samuel.
"Jangan bergerak anda sudah kami kepung!" ucap beberapa polisi yang saat ini sudah menodor kan pistol ke arah Bram.
Bram yang kaget pun seketika tercengang, dia seperti nya sudah salah mengambil langkah.
"Anakku!" ucap Moza yang saat itu berlari mengambil Hansel dari Bram yang sudah tidak bisa berbuat apa-apa.
Ya, Naya dan Moza juga datang ke tempat itu.
Tidak butuh waktu lama, polisi berhasil meringkus Bram dan membawa nya masuk ke dalam mobil untuk segera di bawa ke kantor polisi.
"Terima kasih atas kerja sama nya pak," ucap Samuel kepada polisi yang saat ini berdiri di hadapan nya.
"Kami lah yang seharusnya berterima kasih pak, karena ternyata pria itu adalah buronan yang selama ini kami cari, dia memiliki banyak kasus pembunuhan," jelas sang polisi tersebut.
"Robi awass!" ucap Naya yang berlari ke arah Robi dan kemudian memeluk Robi.
Duar ...
Satu tembakan terlepas tepat mengenai pundak Naya yang saat itu melindungi Robi.
Ya, Bram berhasil memberontak dan keluar dari mobil lalu kemudian mengambil pistol cadangan nya yang ada di dalam baju nya lalu berniat untuk membunuh Robi.
"Naya!" ucap Moza yang saat itu masih mengendong dan menenangkan Hansel.
Naya seketika tak sadar kan diri setelah mendapat tembakan tersebut, darah segar terus mengalir membuat dirinya mudah cepat kehilangan kesadaran, ia pun jatuh dalam pangkuan Robi.
"Naya! Naya bangun!" Kaget Robi sambil memegang pipi Naya.
Suasana jadi sangat kacau, namun Bram kembali berhasil di tangkap oleh beberapa polisi dan segera di larikan ke kantor polisi secepat mungkin.
Keesokan harinya.
Terlihat Moza dan Samuel yang berdiri di depan ruang operasi Naya, ya saat ini Robi sedang melakukan operasi untuk mengeluarkan peluru dari tubuh Naya.
"Ya tuhan, apa yang akan terjadi dengan Naya, aku khawatir, Robi tidak bisa menyelamatkan nya," ucap Moza gelisah.
"Hey, apa yang kau pikirkan? Robi sudah tau Naya lah orang yang mencintai nya, dan dia juga pasti tidak akan membiarkan Naya kenapa-kenapa karena Naya lah yang menyelamatkan nya," ucap Samuel sambil memegang kedua pundak Moza.
Sementara itu di ruangan operasi.
"_kau harus selamat, kau tidak boleh meninggalkan aku, aku sangat berhutang budi dengan mu, Naya, kau wanita kuat aku harus bisa melewati ini,"_ batin Robi yang saat ini sedang melakukan operasi untuk Naya.
Dua jam pun berlalu.
Setelah berusaha cukup keras dengan melakukan operasi besar-besaran yang membutuhkan banyak tenaga, Robi pun akhirnya berhasil menyelamatkan Naya.
Rasanya sangat lega menyelamatkan orang yang saat ini mulai bertahta di hati nya.
Ia pun berjalan keluar dari ruangan itu untuk menemui Moza dan Samuel.
Melihat Robi yang sudah keluar dari ruangan operasi, Moza dan Samuel pun bergegas menghampiri nya.
"Robi, bagaimana dengan Naya? Apa operasi nya berjalan lancar?" tanya Moza.
"Aku, aku berhasil, aku berhasil menyelamatkan Naya," ucap Robi terlihat sangat bahagia dengan keberhasilan nya.
Samuel pun terlihat lega karena akhirnya Naya tidak jadi meningal kan mereka semua.
Bersambung ....