My Perfect Wife

My Perfect Wife
Perfect Husband



Kini usia kandungan Paulina memasuki usia ke-7 bulan. Perut Paulina kini sudah semakin terlihat bulat dan membesar.


Bahkan setiap kali janin yang ada di dalam rahimnya bergerak. Paulina bisa merasakan gerakan-gerakan janin yang sangat aktif di dalam rahimnya.


Dan setiap gerakan-gerakan calon baby nya yang masih dalam kandungannya itu menghadirkan sensasi yang luar biasa kepada Paulina.


Semakin hari Paulina semakin merasa bahagia. Ia bangga dengan perutnya yang membesar. Dan ia merasakan kebahagiaan yang luar biasa yang belum pernah ia rasakan selama ini. Meskipun ia sudah berumah tangga dengan azan yang sudah berlangsung 13 tahun lamanya. Kebahagiaan yang ia rasakan kini lebih besar.


Selain Paulina berbahagia dengan kandungan yang semakin hari semakin membesar. Dan kini sudah semakin mendekati proses persalinan. Paulina juga dihantui dengan rasa sakit yang mendera di kepalanya.


Bahkan pernah pada beberapa kesempatan, Paulina hampir tidak bisa bangun dari tempat tidur. Ia hanya tiduran sepanjang hari. Yang ia lakukan hanya makan dan meminum obat.


Rasa sakit yang ia rasakan di kepalanya benar benar menggangunya.


Tapi Paulina tidak ingin rasa sakit itu membuat janin yang ada di kandungannya terganggu.


Maka Paulina dengan sebisa mungkin berusaha untuk tetap menahan rasa sakit itu dengan berbagai macam cara.


Sedangkan Ozan sendiri tidak henti-hentinya terus memantau kesehatan sang istri. Dengan memberikan perhatikan makanan dan juga apakah Paulina sudah meminum obatnya tepat waktu.


Pada hari libur itu, Paulina yang sedang berada di atas tempat tidur. Nampak memperhatikan Ozan yang tengah sibuk dengan laptopnya di sofa.


Kau adalah laki-laki yang luar biasa Ozan. Dirimu selalu ada untukku. Padahal aku tahu kamu sebenarnya sangat disibukkan dengan urusan pekerjaanmu.


Dan aku kagum, dengan cara mu yang bisa membagi waktumu untuk bisa mengurus semua.


Kepalamu pasti sangat pusing memikirkan perusahaan. Dan jaga diriku.


Di setiap rasa kagum yang aku curahkan terhadap dirimu. Aku selalu memanjatkan doa untukmu Ozan. Agar kau bisa selalu sehat.


Dan selama ini doaku untukmu adalah kebahagian mu.


Karena kamu sebagai seorang suami sudah sangat sabar dan juga sangat peduli terhadap diriku. Dan doa-doaku untuk memberikan kamu keturunan akhirnya dikabulkan oleh Tuhan. dyan kini sebentar lagi kamu akan dipanggil Daddy.


Tidak hanya menjadi seorang suami, kau pun juga menjadi teman bagi ku. Kau mengajariku tentang kesabaran dan juga menerima berbagai bentuk ujian yang sudah kita lewati bersama.


Paulina nampak berguman pada dirinya sendiri.


Yang sepertinya ia sedang mengerjakan beberapa tugas kantor.


Ketika Paulina dengan seksama memperhatikan sang suami. Paulina baru menyadari jika kini badan Ozan terlihat sedikit kurus.


Ozan yang berbadan tinggi besar itu kini terlihat sedikit kurus. ia tidak segemuk beberapa bulan yang lalu.


"Sayang, apakah kau tidak memperhatikan pola makan mu. Aku perhatikan tubuhmu sedikit mengurus. Kamu seharusnya memperhatikan pola makan mu. Jangan telat makan."


"Kamu ini apa-apaan sayang. Tidak terjadi apa-apa dengan diriku. Aku tidak kurus, aku biasa saja." jawab Ozan membatah.


"Maafkan aku sayang. Karena aku tidak memperhatikan dirimu akhir akhir ini. Aku malah sibuk dengan diriku sendiri. Hingga tidak sempat memberikan perhatian terhadap dirimu." tutur Paulina.


"Jangan mulai lagi sayang. Jangan menyalahkan dirimu terus. Aku selalu makan tepat waktu. Kita kan punya koki terbaik di rumah ini. Jika aku menjagamu. Aku pun juga harus bisa menjaga diriku sendiri. Jika aku sakit, siapa yang menjagamu. Tidak ada kan. Jadi, jangan pikirkan diriku. Aku baik-baik saja. Bahkan Sekarang aku sedang sibuk mengerjakan tugas pekerjaan kantor." jelas Ozan.


"Bagaimana dengan perusahaan, semuanya baik-baik saja kan."


"Tidak ada masalah dengan perusahaan. Semua baik-baik saja dan terkendali sayang. Justru perusahaan malah semakin berkembang. Kata orang jika anak itu mendatangkan rezeki itu benar. Karena aku banyak sekali mendapatkan tender-tender proyek besar."


"Syukurlah jika semuanya berjalan dengan baik."


"Oya sayang, papan kita akan berbelanja keperluan bayi kita. Aku sudah tidak sabar untuk segera berbelanja peralatan untuk bayi kita." ucap Paulina antusias.


"Jika kondisimu sudah memungkinkan untuk keluar rumah. Aku akan membawamu shopping. Aku akan mengajakmu untuk berbelanja keperluan bayi kita. Aku juga sudah mendekor kamar bayi kita seperti keinginan kamu."


"Aku sungguh tidak sabar lagi untuk melihat dia lahir akan seperti apa ya wajahnya. Semirip apa dia denganmu, dan semirip apa dia dengan ku."


"Pastinya dia akan mirip kita berdua sayang." imbuh Ozan.


Beberapa bulan yang lalu Paulina sempat ingin tahu jenis kelamin bayinya.


Tapi kemudian Paulina berubah pikiran. Paulina ingin jenis kelamin bayi yang ada di perut nya akan menjadi kejutan saat ia lahir nanti.


Setiap cek kandungan. Paulina dan Ozan hanya ingin memastikan jika anak yang ia kadung dalam keadaan baik