My Perfect Wife

My Perfect Wife
Episode 80



"huh, hari ini aku terpaksa meninggalkan kan pekerjaan lagi karena mu," ucap Moza menujukkan Robi yang sedang menggelar tikar di atas rumput, tepat di bawah pohon rindang lain nya.


"Kau masih tidak ikhlas? Ini kan juga demi perkembangan Hansel," ucap Robi terus merapikan tikar yang akan menjadi alas duduk mereka.


Ya, hari ini Robi, Moza dan juga Hansel memutuskan untuk piknik di taman kota, karena beberapa hari yang lalu Hansel demam, jadi setelah sembuh Robi menyarankan Moza untuk lebih memperhatikan Hansel dan membawa nya jalan-jalan ke tempat yang mendukung tumbuh kembang dan kesehatan nya.


"Ya, aku bukan nya tidak ikhlas, kau ini bisa saja, tentu saja aku ikhlas karena kesehatan anaku dan instruksi dari ku ini lumayan bagus," Jelas Moza yang kemudian duduk di tikar yang sudah di gelar oleh Robi.


"Hmm, baik lah, karena kita tidak membawa banyak makanan,aku akan membeli nya terlebih dahulu, sementara itu kalian tunggu di sini,"


Pesan Robi kepada Moza sebelum ia beranjak pergi dari tempat itu.


"Baik lah," jawab Moza enteng sambil meletakkan Hansel ke tikar tersebut dan memberikan dia mainan.


Namun tidak lama kemudian, Moza pun menyadari kalau tas yang berisi perlengkapan untuk Hansel tertinggal di dalam mobil Robi begitu juga dengan ponsel nya.


"Astaga sayang, ponsel dan tas tempat susu mu tertinggal di dalam mobil om Robi, bagaimana cara Momy mengambil nya? Jika membawa mu mungkin tidak bisa karena tas nya sangat berat," ucap Moza sambil memandangi Hansel yang sedang asik bermain.


Moza pun melihat ke arah mobil dan sesekali melihat lagi ke arah Hansel, dia berfikir jika meningal kan Hansel sebentar mungkin tidak akan apa-apa sementara dia akan sangat cepat bergerak untuk kembali lagi ke sisi Hansel setelah tas nya ada pada nya.


"Sayang, dengar kan Momy, jangan kemana-mana ya, tunggu sampai Momy kembali," ucap Moza pelan-pelan berjalan sambil sesekali mengawasi Hansel yang sedang asik bermain.


Moza pun akhirnya tiba di mobil Robi dan kemudian membuka pintu mobil untuk mengambil tas yang berisi perlengkapan bayi dan juga ponsel nya.


Namun di sisi lain.


Hansel yang sedang bermain mersa bosan dan kemudian berdiri dari duduknya, ia membawa satu mainan kesayangan nya dan meningal kan satu mainan lain di atas tikar lalu berjalan keluar dari area tikar yang di gelar.


Awalnya dia tidak ingin berjalan ke mana-mana, namun saat melihat kupu-kupu yang berterbangan Hansel jadi terpesona, sebagai anak kecil yang selalu ingin tau dengan hal-hal baru, Hansel malah mengejar kupu-kupu tersebut meskipun ia beberapa kali terjatuh dan kembali bangkit lagi, karena ia tidak memiliki sifat menyerah secepat itu.


Beberapa menit kemudian Hansel pun akhirnya kelelahan dan berhenti mengejar kupu-kupu tersebut.


Namun saat melihat sekeliling nya, dia tidak melihat orang yang dia kenal baik Momy nya atau om Robi.


"Momy, om loby!" Pangil nya sambil melihat sekeliling.


Terlihat seorang wanita yang sedang duduk di atas kursi roda di bawah pohon, Hansel yang ketakutan pun memilih untuk menghampiri wanita tersebut yang menurut nya tidak akan menyakiti nya.


Seperti ada ketertarikan pada wanita itu, Hansel pun berjalan menghampiri nya dengan langkah berat


"Nenek," pangil nya dengan suara lirih.


Mama Ema yang mendengar itu sontak melihat ke kiri dan ke kanan, terlihat seorang bocah kecil yang sangat mengemaskan yang kini berdiri di samping kanan nya.


"Astaga, Samuel kecil," batin mama Ema setelah menatap wajah Hansel yang begitu mirip dengan Samuel.


Tidak hanya wajah nya, tapi mama Ema menatap nya dari ujung kaki sampai ujung rambut.


"Anak siapa ini? Mengapa sangat mirip dengan Samuel?" batin mama Ema.


"Nenek," lagi-lagi Hansel memangil mama Ema dengan panggilan nenek.


Sementara itu di sisi lain.


Tas dan ponsel yang di pegang Moza seketika terjatuh ke tanah, perasaan nya mulai kacau Hansel tak terlihat di atas tikar itu, dan yang ada hanya lah satu buah mainan.


"Hansel! Hansel di mana kau sayang?!" teriak Moza panik karena sang buah hati meningal kan tempat itu tampa sepengetahuan nya.


Moza yang khawatir pun bergegas mencari keberadaan Hansel di sekitar taman, entah apa yang terjadi sekitar tempat nya itu kini malah sepi dan tidak ada satu orang pun yang bisa dia tanyakan apakah melihat Hansel atau tidak.


Robi yang baru saja datang dengan membawa makanan pun kaget melihat Moza yang sudah menangis dengan air mata yang sudah membasahi pipi nya.


"Moza, apa yang terjadi?" tanya Robi kepada Moza.


"Robi, tadi,tadi aku kembali ke mobil untuk mengambil tas yang berisi perlengkapan untuk Hansel, aku meninggalkan Hansel di sini sendiri, namun setelah aku kembali aku sudah tidak melihat nya lagi, di mana anaku ya tuhan mengapa aku sangat bodoh meningal kan nya sendiri," ucap Moza furstasi.


"Tenang lah, jangan menangis, karena itu tidak akan bisa menyelesaikan masalah, sebaiknya sekarang kita berpencar untuk mencari Hansel," tukas Robi berusaha untuk tetap tenang meski jujur saja diri nya juga sangat panik.


"Baik lah ayo kita berpencar," ucap Moza sambil menyeka air matanya.


Mereka pun muke berpencar untuk kembali mencari Hansel.


Sementara itu di sisi lain.


"Mama aku kembali," ucap Samuel sambil menenteng beberapa keresek berisi makanan dan cemilan ringan untuk di makan oleh sang mama.


Namun Samuel malah kaget melihat tangan sang mama mengengam erat tangan seorang anak kecil yang ada di samping nya.


"Ma,mama? Bagaimana mama bisa memegang nya? Dan anak siapa ini?" tanya Samuel sambil menatap mama nya dengan tatapan bingung sekali gus khawatir.


Namun mama Ema mengeleg kepala dan memberikan kode kepada Samuel.


Samuel pun mulai paham dengan kode dari mama nya.


Mama nya mengatakan jika dia tidak tau itu anak siapa dan dia memegang nya untuk menunggu siapa yang akan mencari anak itu, mama nya khawatir jika dia berlari lagi karena mungkin di taman tidak semua orang itu baik.


"Astaga mengapa ada orang yang begitu lalai dalam menjaga anak kecil?" ucap Samuel yang kemudian mendekati Hansel lalu menatap nya.


Mama Ema tersenyum saat melihat Samuel menatap Hansel dengan tatapan yang aneh, seperti nya mama Ema kini melihat manusia kembar tapi beda usia.


"Kau ini ..." Samuel beberapa kali menatap dan mencolek pipi Hansel.


Hal ini membuat Hansel marah dan menepis tangan nya.


"Jangan tentuh," itu adalah kata pertama yang di ucapkan Hansel kepada Samuel.


Samuel yang melihat nya sontak kaget bukan main karena anak laki-laki kecil itu begitu galak terhadap nya, padahal tadi dia begitu manis terlihat di samping mama Ema.


Bersambung ....


jangan lupa like, komen dan bintang lima nya ya kakak-kakak hehe, makasih.