My Perfect Wife

My Perfect Wife
Episode 59



"Nona, aku harus mengatakan hal ini kepada mu, operasi memang berjalan lancar, tapi ... " ucap dokter Robi menggantung kalimat nya.


"Tapi? Tapi apa dok?" tanya Naya mulai berdebar, menantikan dokter Robi meneruskan kalimat nya.


"Tapi aku tidak bisa jamin, kandungan nya akan bertahan sampai sembilan bulan, karena kandungan nya sudah bermasalah sebelum nya lalu di tambah benturan keras yang terjadi karena kecelakaan itu, namun aku salut dengan ibu dan bayi itu, mereka sama-sama bertahan dengan begitu kuat," jelas dokter Robi kepada Naya.


"Kau seorang dokter, aku mohon tolong dia, aku sudah banyak membuat kesalahan dengan nya,jadi tolong biar kan dia hidup aku ingin melihat nya bahagia dan memaafkan kesalahan ku," jelas Naya sambil menangis.


Dokter Robi menatap Naya dengan tatapan iba, tak di sangka Naya benar-benar tidak rela jika wanita yang tadi di tangani nya kenapa-kenapa.


"Mengapa kau diam? Lakukan apapun yang kau bisa dokter, aku tidak mau dia kehilangan anak nya, dia begitu menyayangi nya, sampai saat sadar tadi dia menanyakan apa bayi nya baik-baik saja, aku mohon," ucap Naya lagi.


"Baik lah, begini saja, mungkin jika aku terus di RS ini aku bisa merawat nya tapi sayang nya dua hari lagi aku akan pindah tugas ke kota x, jika kau bersedia melepaskan nya dengan ku, aku akan membawa dia untuk di rawat di kota x di sana juga fasilitas rumah sakit lebih lengkap," jelas dokter Robi kepada Naya.


Seketika Naya terdiam, dia tidak tau harus menjawab apa, dia juga tidak tau hubungan Samuel dan Moza, apakah masih ada hubungannya atau tidak, dia juga kebingungan karena ini adalah pilihan yang sulit, namun nyawa Moza dan bayi nya lebih penting dari apapun saat ini.


"Oh iya, di mana suaminya? Mengapa hanya kau yang berjaga di sini? Di mana kelaurga pasien?" Tanya dokter Robi lagi.


"Aku tidak tau dokter, tapi setau ku, Moza hanya punya suami tapi aku tidak tau di mana suaminya dan dia tidak punya kelaurga,"jawab Naya.


"Begini saja, kita punya waktu dua hari, nanti setelah pasien siuman, kau ajak dia bicara dan katakan dengan jujur tentang kondisi nya saat ini, katakan apa yang aku katakan tadi oke?" ucap dokter Robi kepada Naya.


"Baik lah dokter, terima kasih banyak," ucap Naya kepada dokter Robi.


"Baik lah, kalau begitu aku permisi, sebentar lagi suster akan memindahkan dia ke ruang rawat,kau bisa menjaganya," ucap dokter tampan itu sambil tersenyum dan kemudian berjalan menjauh dari Naya.


Sehari setelah operasi.


Naya masuk ke dalam ruang rawat Moza, dia terlihat lelah dan mengantuk, selama dua puluh empat jam setelah operasi dia berjaga melihat keadaan Moza yang masih belum stabil.


"Moza, kau sudah bangun?" tutur Naya melihat mata Moza yang mulai terbuka perlahan di pagi ini.


Mata Moza menatap ke arah Naya dengan berkaca-kaca, "Naya, mengapa kau ada di sini? Aku di mana?" tanya Moza dengan lirih seolah kembali lupa jika dirinya kini sedang di rumah sakit.


Padahal beberapa jam lalu saat sadar Moza juga menanyakan hal yang sama kepada Naya, Naya pun tampa Lelah slalu menjelaskan nya.


Naya teridam, menatap kepala Moza yang di perban, bagian perut nya juga di perban begitu juga kaki dan tangan nya, namun saat ini kondisi nya lebih baik dari kemarin dia juga sudah bisa bicara normal meskipun sangat kecil suaranya.


"Apa? Kau, kau membuat ku masuk ke rumah sakit ini? Kenapa?" tanya Moza lagi.


"Ya, aku sudah menjelaskan nya kemarin, aku menabrak mu tampa sengaja di dalam deras nya hujan, aku mengemudi mobil dengan kecepatan tinggi dan juga, kau yang berdiri di tengah jalan sambil memegang koper,aku menabrak mu, aku mohon maaf kan aku aku siap menerima hukuman apapun nanti, tapi sebelum itu aku akan merawat mu terlebih dahulu," jelas Naya dengan senyum yang begitu tulus.


Mendengar penjelasan Naya, Moza pun Ingat, di mana pada saat itu ia keluar dari mansion Samuel membawa koper, dia juga ingat bagaimana Samuel menampar nya dan menyalahkan nya atas jatuhnya Sonya dari tangga.


Tiba-tiba Moza menangis, air matanya mengalir deras membasahi bantal yang kini menjadi alas kepala nya di ranjang pasien itu.


"Moza, bisa kah kau menceritakan apa yang sebenarnya terjadi kepada ku? Aku melihat Samuel di RS ini, namu dia berada di ruang rawat orang lain, sama seperti ku sudah dua hari dia tidak pergi dari sini dia ada di ruangan lorong sebelah ruangan ini,"jelas Naya lagi.


"Naya, bisa kah kau membawa aku pergi jauh dari kota ini? Aku tidak mau bertemu dengan Samuel lagi, dia benar-benar membuat aku kecewa," ucap Moza sambil memegang tangan Naya.


"Iya,iya itu pasti, sekarang cerita kan apa yang terjadi kepada mu?" tanya Naya penasaran.


"Naya, dua Minggu lalu, mama nya Samuel dia membawa seorang perempuan yang katanya Sahabat masa kecil Samuel daya ke mansion kami, lalu perempuan itu mulai menujukkan kepada ku bahwa dirinya lah yang cocok menjadi istri Samuel, dia juga mendapat dukungan dari mama Ema, dan lebih parahnya lagi, dia bilang jika dia sedang hamil karena di lecehkan oleh boss nya, dia juga mendapat perhatian dari Samuel setelah itu, dan apa kau tau selanjutnya dia menjebakku dia sengaja menjatuhkan diri dari tangga dan aku lah yang terkena amukan Samuel," jelas Moza panjang lebar di sela isak Tangis nya.


"Jadi karena itu kau pergi dari mansion? Aku tidak menyangka ini akan terjadi lagi kepada mu Moza, sebelum nya aku sangat menyesal sudah menghancurkan rumah tangga mu dan Ferdi yang ternyata mandul dan keluarga nya juga sangat jahat,"jelas Naya.


Moza mengangguk kan kepala nya,"Sekarang kau tau kan jahat nya kelaurga mereka, kau tidak terlambat untuk memperbaiki itu Naya," jelas Moza kepada Naya.


"Aku akan melakukan apapun untuk mu, untuk membalas kesalahan yang sudah pernah aku lakukan,"jelas Naya kepada Moza.


"Benar kah? Mau kah kau membantuku?" Tanya moza lagi dengan bersemangat.


"Iya, aku mau," jawab Naya.


"Aku ingin pergi dari kota ini, aku ingin hidup bahagia bersama anaku, cepat atau lambat Samuel pasti akan tau semuanya dan aku, aku tidak bisa memaafkan nya lagi," ucap Moza sambil memegang erat tangan Naya terlihat dari sorot mata nya dia sudah benar-benar membenci Samuel.


"Emm, sebenarnya tampa kau minta pun, aku sudah akan mengirim mu ke kota x, namun aku belum sempat menjelaskan, bukan karena apapun, tapi aku melakukan ini karena kau dan bayi mu butuh perawatan yang khusus," jelas Naya kepada Moza.


Mendengar ucapan Naya, Moza pun terdiam, ia bingung karena tidak paham dengan apa yang sebenarnya di katakan oleh Naya barusan.


Bersambung ....