My Perfect Wife

My Perfect Wife
Episode 54



Nara yang melihat Moza pergi pun ikut pergi dari ruangan rawat tersebut, di susul oleh Romeo juga.


"Moza, mengapa kau diam saja? Mengapa kau tidak langsung mengatakan kepada Samuel sekarang kau sedang hamil?" tanya Nara kepada Moza.


" Tidak perlu kak, dia juga terlihat tidak peduli dengan ku, mungkin sekarang bukan waktu yah tepat, semua yang sudah aku persiapkan gagal total," jawab Moza menitikkan bulir bening yang sedari tadi sudah di bendung oleh nya.


Romeo yang melihat itu ikut kesal dengan sikap Samuel.


"Nona muda, sebaik nya sekarang jangan memikirkan apapun dulu, janin yang ada di dalam kandungan nona butuh istirahat, ini juga sudah larut, bagaimana jika aku antar kalian berdua pulang,soal tuan muda, biar kan saja dulu," ucap Romeo kepada Nara dan Moza.


"Romeo benar, aku tidak mau kandungan mu sampai bermasalah Moza, ayo pulang dan istirahat," ucap Nara.


"Baik lah, tapi aku minta ijin untuk menginap di rumah kak Nara saja malam ini, aku tidak mau pulang ke mansion dulu, aku ingin menenangkan diri," jelas Moza kepada Nara.


"Baik, apapun yang kau inginkan,ayo!" ucap Nara.


Mereka bertiga pun pergi dari rumah sakit tersebut.


"Sonya, kau seharusnya tidak lari seperti ini dari kedua orang tua mu, mengapa kau tidak jujur saja jika kau ada masalah?" tanya Samuel yang sampai saat ini masih saja memeprhatikan Sonya.


"Samuel, sudah cukup, jangan membuat Sonya terbebani lagi, dia masih punya kita di sini," jelas mama Ema.


"Ma, aku juga tidak bisa membantu banyak karena aku juga harus menjaga perasaan Moza, Moza? Di mana Moza?" tanya Samuel melirik sekeliling ruang rawat mencari keberadaan Moza.


"Moza sudah keluar, Samuel tolong jangan pergi, aku butuh kau," ucap Sonya memegang tangan Samuel yang hendak keluar untuk mencari Moza.


"Samuel, Moza itu baik-baik saja, Sonya lah yang lebih membutuhkan dirimu sekarang, bukan Moza," marah mama Ema.


"Sebaiknya sekarang kita pulang, Moza pasti menunggu ku di rumah," ucap Samuel yang mulai merasakan bersalah mengingat bagaimana pesta ulang tahun nya hancur dan juga ia tau saat ini Moza pasti sangat marah dan akan mendiamkan nya.


"Yasudah,kita pulang," ucap Sonya sambil berkode dengan mama Ema.


Mereka pun akhirnya memutuskan untuk pulang ke mansion setelah dokter memberikan resep obat kepada Sonya.


Tidak butuh waktu lama, mereka pun akhirnya tiba di mansion, namun mansion masih terlihat sangat sepi, tidak ada tanda-tanda jika Moza ada di rumah.


"Maaf, apa di antara kalian sudah melihat Moza kembali ke mansion?" tanya Samuel kepada salah satu pelayan yang masih berjaga.


"Nyonya muda? Aku tidak melihat nya kembali," ucap sang pelayan tersebut.


"Apa? Tidak mungkin, apa dia di kamar?" ucap Samuel khawatir dan kemudian berlari menaiki tangga menuju kamar.


Tidak lama kemudian Samuel kembali turun dari lantai atas menunju lantai bawah sambil memangil- manggil Moza.


"Ma, Moza tidak ada di kamar nya, astaga aku lupa dia pasti sangat kesal karena surprise yang di berikan nya aku tidak sempat membuka nya," ucap Samuel furstasi.


"Maaf ya, ini semua salahku, aku lah yang membuat semua nya jadi kacau," jelas Sonya sambil memasang wajah sedih.


"Sudah lah Samuel, mungkin sekarang Moza masih belum tiba, kau tunggu saja, Sonya ayo Tante antar ke kamar, ingat kau sedang hamil," ucap mama Ema sambil mengedipkan mata nya kepada Sonya.


"Aku akan menunggu Moza kembali, mama bawa lah Sonya untuk istirahat," ucap Samuel dengan bodoh nya sangat mudah percaya.


Sementara itu di sisi lain


"Moza, kau istirahat di kamar tamu ya, kau harus istirahat, ingat ada seseorang yang harus kau jaga di dalam perut mu," ucap Nara.


"Iya kak, terima kasih, nanti aku akan mengatakan kepada Samuel,aku ijin menginap di rumah mu dulu satu malam ini," jawab Moza yang kemudian berjalan masuk ke dalam kamar tamu rumah Nara.


Nara tersenyum setelah menyaksikan Moza masuk ke dalam kamar ia pun berjalan menuju kamar nya."kasian Moza, semua yang dia perisapkan gagal total," batin Nara.


Keesokan harinya.


"Samuel, kau tidur di sini semalaman?" tanya Sonya yang baru saja bangun dan langsung menghampiri Samuel.


"Sonya, apa kau melihat Moza sudah kembali?"tanya Samuel kepada Sonya.


"Seperti nya tidak," jawab Sonya singkat.


"Astaga kemnana dia?" batin Samuel yang mulai semakin gelisah.


Samuel pun segera mengambil ponsel nya dan kemudian menelpon Romeo, karena bisa jadi Romeo tau di mana Moza.


Call on


"Hallo," ucap Romeo dari sebrang telpon.


"Romeo,di mana Moza, apa tadi malam kau mengantar nya?" tanya Samuel terdengar sangat khawatir.


"Aku pikir tuan muda sudah lupa dengan nyonya, cari saja di rumah Nara, dia mungkin ada di sana, aku sibuk maaf," ucap Romeo yang baru kali ini dengan berani mengatakan hal itu kepada Samuel.


Telpon pun di matikan Romeo Seca sepihak setelah dia mengatakan itu.


Call of.


Samuel yang kaget karena Romeo tiba-tiba berubah dengan nya pun menjadi kesal, namun sejenak ia menyamping kan masalah itu dan kemudian berjalan keluar dari mansion lalu masuk ke mobil nya.


"Sial, Romeo pasti sudah mengatakan di man Moza," batin Sonya.


"Sonya, Samuel ke mana?" tanya mama Ema kepada Sonya.


"Aku tidak tau Tante, seperti nya Samuel pergi menemui Moza," jawab Sonya.


"Biar kan saja, yang jelas kita sudah punya satu tahap untuk menyingkirkan Moza,dia bahkan mulai kesal dengan Samuel," jelas mama Ema yang tampa sadar dirinya sendiri sudah di manfaatkan Sonya,dia bahkan tidak sadar sudah berada di pihak ya g salah.


Sementara itu di rumah Nara.


Tok ... Tok ... Tok ...


Suara ketukan di luar pintu rumah Nara.


" Siapa sih, pagi-pagi sudah menganggu tidur orang saja, seharusnya hari Minggu begini aku bisa tidur nyenyak sampai jam sepuluh," gerutu Nara sambil berjalan menuju pintu dan kemudian membuka pintu tersebut.


"Kak, di mana Moza? Romeo bilang dia ada di sini, di rumah ini," ucap Samuel seperti cacing kepanasan saja mencari keberadaan Moza dia bahkan masuk ke dalam rumah Nara tampa di suruh Nara terlebih dahulu.


" Oh, ternyata kau, apa yang kau cari? Moza? Aku pikir kau sudah lupa dengan nya, bukan kah kau lebih peduli kepada wanita rubah itu?" tanya Nara dengan nada tinggi, untung saja saat itu Moza sudah bangun dan Celsy masih menginap di rumah mama nya Nara karena Nara tidak sempat menjemput nya.


"Kak, tolong jangan ikut campur urusan rumah tangga ku, semua yang terjadi tidak lah seperti yang kau pikirkan, Sonya dalam kondisi terpuruk," jawab Samuel.


"Lalu apa istri mu tidak terpuruk melihat ulah mu ini yang lebih mementingkan perempuan lain dari pada nya?" Marah Nara tidak peduli lagi.


"Tapi Sonya sedang hamil dan dia berada dalam masalah kak, makanya aku tidak bisa menolak mama tadi malam saat mama meminta aku untuk menemaninya," jawab Samuel entah polos entah bodoh.


"Tapi apa kau tau Moza sekarang juga sedang ... " ucap Nara terhenti.


"Kak," ucap Moza menahan ucapan Nara agar tidak berlanjut.


Nara pun terdiam saat melihat Moza menghampiri mereka.


Bersambung ....