My Perfect Wife

My Perfect Wife
Episode 2



 Nabila melihat raut wajah Azmi yang sedih saat kekasih Azmi meninggalkannya. Dia pasti tahu bagaimana rasanya harus meninggalkan orang yang sangat berarti.


  Seorang lelaki melihat kedua mempelai dengan tatapan kecewa dan sedih. Karena orang yang amat di cintainya harus menikah dengan pria lain. Tak terasa airmata mengalir di pipi lelaki itu lalu dia segera menghapusnya. "Aku tak boleh seperti ini, aku tak boleh menjadi lemah" ucap pria itu sambil mengusap airmatanya.


  Pria itu sangat sedih saat tahu wanita yang dicintainya akan menikah dengan pria lain. Pria itu baru saja pulang dari perantauannya dan sebenanrnya setelah pulang dari sana dia ingin melamar gadia pujaan hatinya. Tapi takdir berkata lain sang pujaan telah di lamar oleh orang lain dan akan segera menikah. Dan hari ini dia melihat sang pujaan hatinya tengah bersanding dengan pria lain.


  Setelah itu pria itu pergi menjauh dari tempat itu dengan rasa kecewa dan sedih.


   Acara demi acara pun telah selesai dilaksanakan dan kini kedua mempelai pergi dari singgasananya.


  Clekk pintu terbuka. Terlihat sudut kamar bagaikan kamar di istana dimana setiap ruangan nya di hiasi dengan berbagai bunga dan hiasan lainya dan itulah yang di lihat Nabila. Setiap sudut kamar di hiasi dengan berbagai bunga dan di tengah ranjang dihias dengan kelopak mawar merah yang berbentuk love. Mungkin itu sangat indah bagi pengantin lain tapi berbeda dengan Nabila, dia memandang kamarnya dengan biasa saja.


  Setelah selesai mandi, Nabila langsung memakai gamis serta kerudung. Dan duduk di sisi ranjang sambil menunggu suaminya.


  Taklama pintu terbuka, terlihat Azmi masih memakai baju pengantin lengkap dengan jasnya. Azmi melihat Nabila dengan tatapan dingin setelah itu pergi ke kamar mandi.


  10 menit kemudian, Azmi keluar dengan hanya memakai handuk dari pinggang sampai lutut. Terlihat tubuh Azmi yang sedikit berotot. Saat melihat Azmi tiba-tiba dadanya berdetak hebat bagaikan ada pawai dari tentara angkatan darat yang ketika jalan mengeluarkan bunyi yang cukup membuat deg-degan di jantungnya.


  Saat itu juga Nabila langsung menunduk karena malu dan kemudian dia mengangkat kepalanya. Alangkah kagetnya Nabila  saat melihat Azmi sudah berada di depannya. Tiba-tiba Azmi mulai mendekati istrinya sedangkan yang di hampiri dagdigdug. Azmi semakin dekat, dan dekat, dan .....


   Azmi ingin mengambil hp yang berada di belakang Nabila. Dan Nabila tak menyadari bahwa ada sebuah hp di belakangnya. Seketika Nabila mencium harumnya tubuh Azmi.


  Setelah mengambil hp, Azmi menyuruh Nabila keluar. "Keluarlah, aku ingin memakai baju!" titah Azmi dengan nada dingin. Lalu Nabila menuruti perintah suaminya karena ia malu bila harus melihat suamunya telanjang untuk memakai baju.


  Setelah itu Azmi keluar dari kamar dan menyuruh Nabila untuk masuk ke kamar kembali.


  Di kamar hanya ada keheningan, keduanya tidak mengeluarkan suara. Dan Nabila pun mulai mengeluarkan suaranya


"Hmm, kamu mau kemana? " Tanya Nabila saat melihat Azmi mengambil bantal dan selimut.


"Aku mau tidur di sofa," jawab Azmi dengan nada dingin.


Nabila hanya ber "Oh" saja setelah itu keheningan kembali terjadi.


  Untuk saat ini Nabila dan Azmi akan menginap di rumah orangtua Nabila dan besok nya mereka akan pindah ke rumah Azmi sendiri.


  Setelah itu mereka pun tidur dan pergi ke mimpinya masing-masing.


 


****


 


  Jam menunjukkan pukul 02:30 WIB. Seperti biasa Nabila akan bangun untuk melaksanakan sholat tahajjud. Ini sudah menjadi rutinitasnya setiap hari dan Nabila tak perlu memakai jam karena dia sudah terbiasa bangun jam segini saat masih di pesantren.


  Nabila langsung dan terkejut saat melihat seorang pria di sofa kamarnya. Dan ia baru ingat bahwa kini dia sudah menikah dan pria itu adalah suaminya. Ingin Nabila membangukan Azmi tapi  dia masih canggung hingga akhirnya ia urungkan niatnya.


   Azmi terbangun ketika mendengar suara seseorang melantunkan ayat Al qur'an dengan merdu. Azmi langsung membuka matanya dan melihat Nabila sedang membaca Al Qur'an dengan indah membuat hatinya tersentuh. Namun Azmi kembali menutup matanya ketika Nabila melihat kearahnya.


  Adzan subuh pun berkumandang, Nabila langsung membangunkan Azmi untuk menunaikan sholat tapi dia bingung harus menyebut suaminya apa.


"Aku panggil dia apa yah, mas, kak, atau aa?" pikir Nabila bingung.


"Yaudahlah aku panggil mas aja" batin Nabila.


"Mas, bangun kita sholat subuh dulu yuk" ucap Nabila sambil memegang tangan Azmi.


  Mendengar ada yang mmbangunkannya, Azmi langsung membuka matanya dan melihat istrinya ada di hadapannya.


  Melihat Azmi sudah bangun, Nabila langsung mundur. Dan Azmi langsung pergi ke kamar mandi tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Dan mereka pun melaksanakan sholat berjamaah.


 


 



 


  Kini Nabila sedang berpamitan dengan orangtuanya karena dia akan pindah ke rumah suaminya. Suasana haru menyelimuti keluarga itu. Orangtua mana yang tak sedih melihat putrinya akan pergi meninggalkan mereka untuk pergi ke rumah suaminya. Airmata pun mengalir di pipi mereka.


"Bapak, maafkan Nabila yah bila selama ini Nabila telah menyusahkan bapak dan Ibu" ucap Nabila sambil menangis.


"Kau tak perlu meminta maaf nak, kamu tidak menyusahkan kami kok, malahan kami yang harusnta meminta maaf kalau selama ini bapak dan ibu tidak bisa memenuhi kebutuhanmu" ucap Ibu sambil memeluk anaknya.


"Nabila tidak merasa kekurangan kok bu, malahan Nabila sangat senang karena mempunyai Ibu dan Bapak yang hebat seperti kalian, dan Nabila juga minta maaf kalau Nabila belum bisa membahagiakan Ibu dan Bapak," ucap Nabila sambil membalas pelukan ibunya itu.


"Melihat kamu menikah saja sudah membuat kami bahagia "ucap Bapak sambil menghapus airmatanya.


  Azmi hanya melihat dengan tatapan haru. Ingin dia seperti itu melihat kedua orangtuanya bersama nya.


  Setelah berpamitan mereka pun langsung pergi dari rumah itu untuk menuju ke rumah baru mereka.