
Setelah berpamitan, Nabila dan Azmi pun berangkat menuju
rumah milik Azmi. Rumah itu adalah rumah yang dia beli hasil dari jerih payahnya
sendiri, yang ia kumpulkan selama Azmi bekerja di sebuah perusahaan swasta. Di
perjalanan hanya ada keheningan saja. Keduanya tidak saling membuka suara
hanya suara musik yang terdengar di mobil.
Azmi fokus menyetir. Sedangkan Nabila memandang ke arah jendela dengan tatapan sendu, seraya gerimis hujan yang sedang turun rintik-rintik dari langit.
Setelah menempuh perjalanan 15 menit akhirnya mereka sampai di rumah
milik Azmi. Rumah yang cukup besar dengan halaman yang cukup luas. Azmi dan Nabila langsung keluar
mobil dan memanggil seseorang.
"Pak Heru!" ucap Azmi sedikit berteriak.
Tak lama datang seorang pria paruhbaya dari belakang rumah.
"Iyah ada apa den," tanya Pak Heru sopan.
"Pak tolong bawa barang-barang ini ke dalam rumah." Ucap Azmi yang di balas anggukan oleh pak Heru.
Setelah itu Azmi langsung masuk ke dalam rumah sedangkan Nabila membantu pak Heru untuk mengeluarkan dari bagasi mobil.
"Biar bapak saja non, non masuk aja," tolak pak Heru saat melihat Nabila membantunya.
"Nggak apa apa pak, biar saya bantu, pasti bapak kerepotan," ucap Nabila sambil tersenyum.
"Non ini istrinya den Azmi kan?" Tanya pak Heru.
"Iyah pak," jawab Nabila sambil tersenyum ramah.
Setelah itu Nabila langsung masuk ke dalam rumah dan mencari Azmi.
"Nabila." Panggil Azmi dengan nada dingin.
Nabila kaget saat namanya dipanggil oleh Azmi.
"Iyah kak." Ucap Nabila gugup.
"Ikut aku," ucap Azmi sambil berjalan melewati Nabila yang kemudia di susul oleh Nabila.
Azmi berhenti di sebuah kamar dengan pintu berwarna biru muda.
"Ini kamarmu." Ucap Azmi sambil menunjukkan kamar yang ada di depan mereka.
kamar yang ada di dekat ruang tamu.
Hati Nabila sangat sakit saat mendengarnya. Tapi
ia memakluminnya karena pernikahan ini adalah perjodohan bukan karena cinta.
Nabila langsung membuka pintu kamarnya. Terlihat kamar yang cukup luas tapi kotor penuh debu sepertinya kamar ini sudah lama tidak terpakai. Di dalam kamar sudah tersedia kasur, lemari dan meja.
"Kamar ini sepertinya sudah lama tak terpakai. Tapi kalau di bersihkan pasti kamar ini akan bagus , dan rapih," ucap Nabila saat melihat kamaritu.
"Assalamualaikum non, ini barang barang non. Kata den Azmi barang ini di suruh
berikan ke non," jelas pak Heru sambil menaruh koper ke dalam kamar.
"Makasih pak, kalo boleh tahu pak, ini kamar
udah lama gak ke pake yah." Tanya Nabila pada pak Heru.
"Iyah non, kalo gitu bapak ke ke belakang
dulu ya," ucap pak Heru pergi meninggalkan Nabila.
Setelah pak Heru pergi. Nabila langsung membersihkan kamar itu dan merapihkannya. Dia tidak merasa
keberatan karena memang dia sudah terbiasa saat di pesantren. Nabila mengeluarkan barang-barang yang sudah rusak ke gudang yang ada di belakang
sendirian.
Tanpa sepengetahuan Nabila. Azmi pergi ke kantor tanpa berpamitan kepada Nabila. Tapi sebelum pergi Azmi melihat Nabila sebentar. Setelah itu dia pergi ke kantor. Nabila merentangkan tangannya setelah selesai merapihkan dan membeesihkan kamar itu.
"Alhamdulillah, akhirnya beres juga." Ucap Nabila sambil melihat kamarnya yang sudah rapih dan
bersih.
Setelah membereskan barang barangnya. Nabila langsung pergi ke dapur untuk memasak makan
siang. Nabila langsung membuka kulkas saat sampai di dapur. Karena di dalam kulkas hanya ada
sayuran dan ayam saja. Nabila memutuskan untuk memasak sayur sop.
Setelah selesai memasak Nabila pergi untuk mencari Azmi. Untuk mengajak makan siang. Tapi dia tak menemukan Azmi. Lalu Nabila pergi bertanya kepada pak Heru. Dan pak Heru pun menjawab kalau Azmi sudah pergi berangkat ke kantor karena ada pekerjaan penting yang membuatnya harus kesana.
Nabila sedikit kecewa karena Azmi tidak berpamitan dengannya. Tapi Nabila berhusnudzon mungkin Azmi terburu-buru dan masih canggung untuk berpamitan dengannya. Dan akhirnya Nabila memakan makan siangnya
sendiri tanpa Azmi bersamanya.