
Mendengar namanya di panggil seseorang, Nabila pun membalikkan badan. Dan kaget ketika melihat orang itu.
"Kak Zain," ucap Nabila.
Bahagia, sedih, haru, kecewa kini menjadi satu saat melihat orang yang ada di depannya. Ingin sekali Nabila memeluk Zain, tapi dia sadar dia bukan muhrim. Dan Nabila pun mengurungkan niatnya.
Zain pun menghampiri Nabila yang masih mematung di sana. Dia sangat bahagia karena bertemu dengan Nabila walaupun dia tahu kalau orang yang ia cintai telah menikah dengan orang lain.
"Bagaimana kabarmu?" Tanya Zain pada Nabila.
"Aku baik baik saja, kak." Jawab Nabila sedikit tersipu dan menunduk.
"Selamatnya saat pernikahan mu dengan siapa itu namanya, oh iyah Azmi," ucap Zain sambil tersenyum walaupun hatinya amat sakit untuk mengatakan itu.
Mendengar kalimat itu, hati Nabila bak ditusuk, sakit amat sakit ketika orang yang di cintainya mengatakan selamat padanya.
"Terimakasih kak," ucap Nabila sambil tersenyum kecut. Ekspresi wajah Nabila langsung berubah total setelah mendengar ucapan Zain tadi.
"Lebih baik kita bicara di taman saja," ajak Zain pada Nabila.
\=> Dilain Tempat.
Kini sepasang sejoli tengah duduk berhadap hadapan di sebuah kafe.
"Mel, maafkan aku, sungguh itu semua bukan keinginanku," ucap Azmi sambil menggenggam tangan Mella di atas meja.
"Aku tahu, tapi aku takut kamu perlahan akan menjauhiku dan mulai..." Ucap Mella yang tak bisa menyelesaikan ucapannya dan tergantikan oleh airmata.
"Tenanglah aku takkan mencintainya, aku hanya mencintaimu saja, ingatlah kata kataku, aku hanya mencintaimu saja, tak mungkin aku mencintai gadis itu," ucap Azmi meyakinkan Mella.
"Tapi aku takut Mi, karena cinta itu akan tumbuh seiring waktu." Ucap Mella menahan diri akan tidak terisak.
"Suttts, kamu jangan berpikiran seperti itu, dan ingatlah aku akan membuat hidupnya seperti di neraka, agar dirinya tak betah setelah itu dia akan berpisah dengaku dan kita akan menikah." Ucap Azmi sambil menggenggam erat tangan Mella.
Mella hanya mengangguk, setelah itu dia tersenyum.
=> Dilain Tempat.
"Apakah kau bahagia dengan pernikahanmu?" Tanya Zain setelah beberapa menit mereka terdiam.
"Begitulah, aku belum merasakannya karena kami baru saja menikah dan masih sama sama canggung," jawab Nabila sambil menunduk.
"Nabila, apakah kau menangis?" Tanya Zain karena mendengar suara isakan kecil.
"Aku tak menangis hanya sedang flu saja," jawab Nabila berbohong. Sampai kapan ia harus berbohong pada orang yang dicintainya. Tapi tidak ada cara lain untuk Nabila menjalani kehidupannya.
Zain tak tahu bahwa Nabila sedang menangis karena ia duduk di kursi yang berada di depan Nabila. Sedangkan Nabila duduk di belakang Zain.
Matahari mulai naik dan dan suhu pun mulai panas. Karena sang surya telah berada tepat di atas kepala orang-orang yang berada di sana.
Setelah berbincang-bincang, Nabila dan Zain pun pulang ke rumah masing-masing. Sebenarnya Zain mengajak Nabila untuk diantar olehnya, namun Nabila menolak.
=> Dilain Tempat.
Tok tok tok
"Permisi." Ucap Azmi mengetuk pintu ruangan bosnya.
"Silahkan masuk Azmi," ucap sang bos mempersilahkannya masuk.
"Ada apa bos memanggil saya?" Tanya Azmi pada bosnya.
"Duduklah," kata sang bos mempersilahkan Azmi duduk.
"Pertama saya ucapkan selamat atas pernikahanmu, maaf saya tidak bisa hadir karena ada urusan, dan yang kedua maaf saya telah menggangu waktu mu," imbuh bos Azmi.
"Tidak apa apa pak," balas Azmi sambil tersenyum.
"Begini saya sangat puas dan bangga akan hasil kerja kamu, maka dari itu saya akan mengangkat kamu menjadi manager," kata sang bos sambil tersenyum.
"Terimakasih pak." Balas Azmi senang .
"Saya ucapkan selamat dan sekarang kau bisa pulang," tambah sang bos sambil mengulurkan tangannya dan Azmi pun membalas uluran tangan bosnya itu.
Setelah pengumuman kenaikan jabatan dirinya. Azmi pun langsung pulang.
####
Setelah selesai dari pasar. Nabila pun langsung bergegas merapikan barang-barang yang belum dia rapikan kemarin. Tak lama terdengar suara ketukan pintu dari luar.
Tok tok tok
Nabila langsung pergi untuk membukakan pintu. Dan ternyata orang itu adalah Azmi, suaminya.
Saat Nabila akan menggapai tangan suaminya, Azmi pun langsung pergi ke kamar tanpa menghiraukan kehadiran Nabila.
Nabila hanya bisa beristighfar melihat suaminya itu. Dan berdo'a agar suatu saat nanti suaminya bisa menerima dirinya dan bisa mencintainya dengan ikhlas.
####
Kini sepasang suami istri tengah makan bersama di meja makan. Hanya ada suara sendok yang beradu dengan piring karena mereka berdua tidak saling berbicara.
"Mas... " Panggil Nabila pada Azmi.
"Hmm," hanya di balas deheman oleh Azmi.
"Mas, hari ini aku mau izin untuk pergi ke pengajian mingguan di desa sebelah, bolehkan?" Tanya Nabila untuk meminta ijin keluar rumah.
"Jam berapa?" Tanya Azmi
"Jam 8 pagi," jawab Nabila.
"Iya, mas ijinkan." Jawab Azmi dengan nada dingin.
Setelah selesai makan. Nabila langsung pergi untuk membereskan perabot yang kotor. Lalu mencucinya. Sedangkan Azmi, dia langsung pergi ke kamar untuk mengurus pekerjaannya.
Hari mulai larut, Nabila pun pergi ke ranjangnya untuk tidur karena kantuknya sudah menyerang. Setelah membaca do'a Nabila pun langsung tertidur pulas.
Suara alarm membangun Nabila dari mimpi indahnya. Karena sekarang waktunya untuk sholat tahajjud.
Setelah mandi dan berwudhu. Nabila pun menggelar sajadahnya dan mulai mengerjakan sholat dengan khusyuknya.
Setelah selesai sholat. Nabila pun mencurahkan isi hatinya kepada Allah, karena Allah tempat keluh kesahnya selama ini. Dengan kita curhat kepada Allah, insya Allah semua masalah yang kita hadapi akan ada jalan keluarnya.
Setelah berkeluh kesah kepada sang Khalik. Nabila pun tak lupa berdo'a kepada Allah, agar di beri kesabaran atas cobaan yang diberikan padanya. Dan tak lupa ia juga mendo'akan kedua orangtuanya, keluarganya dan suaminya.