
**tiga tahun kemudian**
Lokasi : bandara xxx
"Tuan muda, apa kau sudah yakin untuk datang ke kota x?" tanya seorang laki-laki, yang ternyata Romeo.
"Ya apa kau tidak mau menunggu sampai resepsi pernikahan kami di langsung kan?" tanya seorang perempuan cantik yang berdiri di samping Romeo.
"Maaf kak, aku tidak bisa, Romeo aku juga minta maaf, saat pernikahan kalian aku tidak bisa hadir, aku masih harus mencari keberadaan nya," jawab Samuel kepada Nara.
Ya perempuan itu adalah Nara, beberapa bulan lalu Nara dan Romeo memutuskan untuk bertunangan karena mereka sudah setahun belakangan ini mulai menjalin hubungan. Karena Celsy sudah menyetujui mereka pun memutuskan untuk ke jenjang yang lebih serius.
"Sudah tiga tahun lama nya Samuel, sudah berapa banyak tenaga,uang, dan juga orang yang kau sebar agar bisa menemukan Moza, tetapi tidak juga ada titik terang, dan kau juga baru bertemu Naya kemarin, langsung sudah percaya saja dengan nya," ucap Nara marah.
Hari ini, Nara dan Romeo memutuskan untuk mengantarkan Samuel yang hendak berangkat ke kota x ke bandara.
"Kak, aku sudah tidak bisa menunggu lagi, sudah tiga tahun aku mencarinya, dan sekarang aku tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk bertemu dengan nya, aku yakin jika Naya tidak berbohong dengan perkataan nya,"jelas Samuel.
Flashback on
Seminggu yang lalu.
Tak di duga, tampa di sengaja Samuel bertemu dengan Naya di sebuah cafe,pada saat itu Samuel baru keluar dari kantor nya dan mampir ke cafe biasa tempat ia menenangkan diri dengan secangkir kopi.
"Naya," lirih Samuel sambil meletakkan gelas kopi nya.
Naya yang melihat nya pun kaget, ia buru-buru keluar dari Cafe tersebut untuk menghindari Samuel.
Samuel yang tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu pun bergegas mengejar Naya dan menangkap tangan nya dengan cepat.
Takdir tetap lah takdir, mereka yang selama tiga tahun ini tidak perjumpa akhirnya di pertemukan kembali.
"Lepas kan aku Samuel!" ucap nya di depan cafe dengan wajah marah.
"Aku tidak akan melepaskan mu, sebelum kau bicara jujur padaku tentang keberadaan Moza karena aku tau, kau lah orang terakhir yang bertemu dengan nya sebelum dia menghilang, karena saat itu kau lah orang pertama yang tau soal permasalahan aku dan Moza, aku cukup ingat dan tidak akan pernah bisa lupa," tegas Samuel sambil memegang erat pergelangan tangan Naya.
"Jangan bodoh Samuel,aku bisa berteriak agar orang-orang mengira kau ini melakukan kekerasan kepada ku," ancaman Naya agar Samuel melepaskan nya.
"Aku tidak peduli dan aku tidak takut, ingat kau sudah kembali ke sini aku dengan mudah bisa mencari mu, aku tau papa mu pasti akan membawa mu kembali ke kota ini," ucap Samuel lagi.
Naya yang mendengar itu terdiam, kini dia sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi, dia sudah tertangkap oleh Samuel yang kejam.
Samuel pun menarik Naya keluar dari dalam Cafe tersebut untuk mengajak nya berbicara.
"Sakit Samuel!" Ringis Naya karena Samuel masih saja mencengkram erat tangan nya.
"Naya, aku mohon, aku rasa sudah cukup hukuman bagi aku selama tiga tahun ini, aku tau kau lah satu-satunya orang yang bisa membantu ku," ucap Samuel memohon.
"Maaf Samuel,aku tidak tau apa yang kau katakan, aku ini baru pulang ke kota ini memang karena aku sudah berhasil sembuh dari penyakit yang aku derita." Jelas Naya kepada Samuel.
Ya, selama ini Naya dan papa nya tidak lah pergi ke RS manapun, mereka kembali ke kampung halaman sang papa untuk bersembunyi di sana atas permintaan Naya, sang papa yang akhirnya luluh pun menuruti nya, dengan syarat Naya harus menjalani pengobatan alami, Naya lun setuju, di sana lah Naya menjalankan pengobatan.
Keajaiban pun terjadi, setelah hampir tiga tahun Naya menjalankan pengobatan herbal,ia pun sembuh dan sang papa memutuskan untuk kembali ke kota membawa Naya karena harus membangun kembali perusahaan nya yang sudah hampir bangkrut karena tidak benar-benar di urus oleh papa Hanan.
Dan hari ini, takdir pun membuat Naya dan Samuel bertemu.
"Naya, aku berjanji, jika kau ingin membuka informasi yang kau tau, aku akan membantu perusahaan papa mu, apa kau tidak ingin perusahaan yang di bangun oleh papa mu itu kembali bangkit? Apa kau lupa? Papa mu sangat menginginkan kerja sama dengan ku," jelas ada Samuel berusaha membujuk Naya melalui kelemahan nya sekarang.
Naya terdiam mendengar ucapan Samuel, ia juga tau saat ini papa nya sedang kesulitan dalam menangani dana perusahaan yang hampir habis dan sama sekali belum mendapatkan pinjaman uang.
Perusahaan itu di jamin bangkrut jika tidak ada suntikan dana.
"Aku, Samuel aku tidak tau apa-apa, aku mohon jangan membuatku kesulitan," jawab Naya masih berusaha mempertahankan rahasia yang dia jaga dalam tiga tahun ini.
"Naya aku mohon, apa kau lupa? Sekarang kau hanya memiliki papa yang begitu hebat, dia juga selalu mendampingi mu di saat kau kesulitan menghadapi penyakit mu, dan sampai lah saat ini kau telah sembuh berkat kuat nya dia di samping mu, memberikan kau semangat untuk tetap bertahan hidup," jelas Samuel membujuk Naya dengan segala kelemahan yang di miliki Naya saat ini.
Lagi-lagi Naya terdiam dan memikirkan perkataan Samuel.
"Naya, hukuman ku sudah cukup, aku ingin tau di mana dia aku mohon, sudah tiga tahun aku berusaha keras mencari dan terus mencari, Naya, apa kau tidak ingin aku bertemu dengan nya? Dia mungkin akan memaafkan ku dia mungkin butuh aku dan anakku, aku, aku ingin melihat nya kalau memang dia berhasil di lahir kan kedunia," jelas Samuel yang kini sudah berlutut di hadapan Naya.
Naya yang melihat nya benar-benar tidak tega, selain ia akan mendapatkan kesempatan untuk membantu sang papa yang selama ini berjuang keras untuk nya, dia juga punya hati nurani terhadap Samuel, kalau di pikir-pikir, mungkin benar jika hukuman itu sudah berakhir, dan ini lah saat nya dia membongkar semuanya.
"Baik lah, aku akan menceritakan semuanya dengan mu, tapi tidak di sini, ayo masuk mobil, aku takut ada yang tidak wajar di dengar oleh orang lain," jelas Naya sambil memegang kedua pundak Samuel yang kini berlutut di hadapan nya dengan air mata yang sedikit mengenang di kelopak mata nya.
"Benar kah kau tau semuanya? Kau akan menceritakan kepada ku tentang keberadaan nya? Sudah ku duga kau adalah kunci dari semua ini," ucap Samuel terlihat sangat senang karena sudah berhasil meluluhkan hati Naya.
"Masuk mobil sekarang, jangan bicara di sini," ucap Naya yang kemudian berjalan masuk ke dalam mobil nya, ia tidak mau orang lain mendengar cerita nya nanti.
Samuel yang begitu bersemangat pun akhirnya buru-buru mengikuti Naya dan kemudian masuk ke dalam mobil Naya.
Bersambung ....