My Perfect Wife

My Perfect Wife
Episode 36



"Kau kenal Samuel? Bagaimana bisa kalian bersama-sama datang ke sini?"Tanya Nara penasaran.


"Kau juga mengenali Samuel?"Tanya Moza kebingungan.


"Hm, tentu saja aku kenal, Samuel adalah adik sepupu ku."Ucap Nara memegang kedua pundak Moza.


"Apa? Ja, jadi kau adalah kakak sepupu Samuel, dan Celsy adalah keponakan Samuel?"Tanya Nara kaget.


"Iya, dan kau?"Tanya Nara tak sabar mendengarkan jawaban Moza.


"Aku, aku adalah istri nya Samuel."Ucap Moza dengan gugup menyatakan dia adalah istri nya Samuel.


Nara yang mendengar itu sontak kaget sekaligus bahagia, dia sejenak melupakan masalah yang dia hadapi dan kembali memeluk Moza dengan sangat erat.


"Astaga, kebetulan yang sangat membuat aku bahagia dan tidak menyangka, aku sangat bahagia awal nya aku sudah berencana untuk mengenalkan kau dengan Samuel, karena aku tau kau sangat baik dan kalian sangat cocok ternyata kalian sudah menikah? Kapan itu terjadi? Apa nenek sudah tau? Mengapa si bodoh itu menikah tidak memberitahu aku?"Ucap Nara panjang lebar.


Moza pun mulai bercerita dari awal sampai akhir tentang dirinya yang notabene nya adalah mantan kekasih Samuel, mereka bertemu kembali dan memilih untuk menikah, namun Moza menolak resepsi karena beberapa alasan, dan Moza juga menceritakan status dirinya yang sebelumnya adalah janda kepada Nara.


Namun Moza tidak menceritakan alasan sebenarnya dia menikah dengan Samuel karena hal ini hanya di ketahui oleh Samuel dan Moza saja.


"Aku benar-benar tidak menyangka, tapi aku sangat bahagia."Ucap Nara tersenyum sambil memegang pipi Moza.


"Kau masih bisa tersenyum saat situasi mu sedang tidak baik-baik saja, kau juga masih bisa bahagia untuk orang lain sementara kau sedang tidak baik-baik saja, aku salut,kau benar-benar wanita kuat."Ucap Moza kagum akan kekuatan hati Nara.


"Kau juga wanita kuat, aku yakin kau pasti akan memiliki anak dengan Samuel."Ucap Nara.


Deg ... Jantung Moza berdegup kencang, baginya bagaimana mungkin pernikahan kontrak ini harus melahirkan seorang anak, itu tidak akan terjadi.


"Mengapa kau diam?"Tanya Nara.


"Tidak, aku tidak apa-apa, sebaiknya kita duduk dulu, kau harus istirahat dan menenangkan diri mu, percayakan semua nya kepada Samuel."Jelas Moza yang kemudian memapah Nara untuk duduk istirahat di kursi ruang tengah rumah tersebut.


"Di mana dapur mu kak, aku akan mengambil minuman untuk mu."Ucap Moza kepada Nara.


"Di sana."Ucap Nara sambil tersenyum.


Moza pun kemudian berjalan menuju dapur rumah Nara dan mengambil segelas air putih untuk Nara dan juga kotak obat p3k yang ada di dapur.


"Aku tidak menyangka, Samuel ada hubungannya dengan Moza, dia perempuan yang baik, Samuel sangat beruntung mendapatkan nya."Batin Nara yang salut atas kepedulian Nara terhadap dirinya.


Tidak lama kemudian Moza pun kembali duduk di sebelah Nara dan memberikan segelas air putih itu kepada Nara.


"Kak, minum lah."Ucap Moza mengubah panggilan nya karena dia baru tau jika Nara adalah kakak sepupu Samuel, tak sopan baginya untuk memanggil nama.


"Terima kasih Moza."Jawab Nara.


"Kak, boleh aku mengobati luka-luka mu?"Tanya Moza kepada Nara.


"Aku malah akan sangat berterima kasih."Ucap Nara sambil tersenyum.


Sementara itu di sisi lain.


Samuel anak buah nya sudah berhasil menemukan Celsy yang hendak di bawa kabur ke dalam kapal oleh sang ayah.


Anak buah Samuel membantai habis ayah nya Celsy yang jahat itu, setelah puas memberikan hukuman kepada laki-laki itu, Samuel pun meminta anak buah nya membawa ayah nya Celsy ke kantor polisi dan menyerah kan beberapa bukti kekerasan dan penculikan anak.


"Paman aku sangat takut,aku ingin kembali menemui ibu."Ucap Celsy yang saat ini ada di dalam pelukan Samuel.


"Tenang lah sayang, Paman akan membawa mu bertemu ibu mu, dan paman pasti kan. Kau tidak akan melihat orang jahat itu memukuli ibu dan menculik mu lagi."Ucap Samuel yang kini Benar-benar marah kepada suami kakak sepupu nya.


Celsy yang mendengar itu pun lega, jujur saja, anak sekecil itu sudah cukup trauma karena ulah ayah nya sendiri.


Dia yang seharusnya hidup bahagia sebagai mana anak kecil pada umumnya malah menderita karena kejahatan ayah kandung nya sendiri, hal ini tentu saja membuat sang paman murka karena Celsy adalah keponakan kesayangan nya, dan kakak sepupu nya ya itu Nara adalah orang yang selalu mendukung dan memberikan support kepada nya sejak dulu di mana dia juga di tingal kan oleh mama dan papa nya.


Samuel pun memasukkan Celsy kepada mobil setelah menenangkan nya, ia pun melakukan mobil tersebut menuju rumah Nara, karena dia tau betapa khawatir nya Nara saat ini.


Bagi Samuel penjahat bodoh seperti ayah nya Celsy sangat lah mudah di tangani hanya saja, baru kali ini, Nara ingin terbuka kepada nya, biasa nya Nara selalu menyembunyikan luka nya di balik senyum manisnya itu.


"Aku tidak menyangka kak Nara menyembunyikan hal sebesar ini."Batin Samuel sambil mengemudi mobil dengan kecepatan sedang.


Sementara Celsy yang lelah karena menangis seharian pun akhirnya ketiduran di dalam mobil.


Sementara itu di sisi lain.


"Sampai sekarang kalian tidak juga mendapat maaf dari Samuel dan membuat dia mau bekerja sama dengan ku, aku sudah tidak bisa lagi diam dan membiarkan kalian, sekarang juga aku akan mencabut jabatan mu, Ferdi dari menejer ini menjadi karyawan biasa."Ucap papa nya Naya kepada Ferdi.


Saat ini Naya dan Ferdi berkunjung ke rumah papa nya Naya, mereka berniat untuk membujuk papa nya Naya agar tidak mencabut jabatan Ferdi, namun papa nya Naya adalah orang yang cukup keras dan galak dia tidak akan bisa di bujuk.


"Pa, jangan seperti itu, papa kan tau kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk membujuk Samuel, tapi tidak bisa pa, dia sangat sombong bukan orang yang bisa di rayu atau di bujuk dengan mudah, bahkan dia mengatakan sudah memaafkan kami tapi tetap tidak biasa menerima permintaan kerja sama papa."Ucap Naya menjelaskan.


"Benar pa, aku sudah berusaha, mohon pertimbangannya."Jawab Ferdi.


"Baik lah jika begitu, aku tidak akan menurunkan jabatan mu, tapi kau harus mencari tau satu hal."Ucap papa nya Naya dengan tatapan serius kepada Ferdi.


"Apa itu pa?"Tanya Ferdi bersemangat.


Sebenarnya ferdi khawatir jika jabatan nya turun dia pasti tidak akan bisa bertemu dan dekat dengan Novi lagi ini akan membuat dia menderita.


"Cari sumber kelemahan perusahaan Samuel,caro sebuah dokumen yang menyimpan rahasia penting perusahaan mereka, maka aku tidak akan mempermasalahkan posisi mu lagi."Ucap papa nya Naya.


"Apa? Apa itu tidak bahaya pa?"Ucap jaya kaget.


"Ya, sangat bahaya, tapi terserah pada kalian, karena jika tidak aku tidak segan-segan menjadikan Ferdi karyawan biasa dengan gaji yang sedikit."Ucap papa nya Naya.


Mendengar itu, Naya dan Ferdi pun saling pandang, mereka ingin menolak permintaan papa nya saat ini namun mereka tidak punya pilihan lain, Ferdi juga tidak sudi jika menjadi karyawan biasa dengan gaji kecil.


Bersambung ....