My Perfect Wife

My Perfect Wife
Episode 53



Namun akhirnya mereka pun sama-sama berangkat ke restoran yang sudah di tentukan oleh Moza.


Tidak butuh waktu lama, mereka pun tiba di restoran tersebut, restoran itu terlihat sangat sepi dan gelap sekali.


"Sayang, mengapa kita malah ke sini? Seperti nya restoran ini sudah tutup," jelas Samuel kepada Moza.


"Ayo masuk," ajak Moza, tampa Mempedulikan ucapan Samuel.


Samuel pun mau tidak mau mengikuti istri nya dari belakang untuk masuk ke dalam restoran tersebut.


Saat Samuel menginjakkan kaki nya ke dalam restoran itu, lampu pun menyala dengan begitu terang, terlihat dekorasi yang begitu cantik menghiasinya restoran itu, tidak ada satu orang pun di sana, hanya mereka yang baru saja tiba.


"Surprise!" ucap Moza sambil tersenyum kepada Samuel.


"Selamat ulang tahun!" ucap Moza lagi, ia pun menepuk tangan beberapa kali.


Sementara Samuel masih mematung, begitu juga dengan mama Ema dan Sonya.


"Niat sekali dia memberikan kejutan kepada Samuel," batin Sonya.


Tidak lama kemudian muncul lah Nara dan Romeo yang membawa kue ulang tahun untuk Samuel, sesuai keinginan Moza.


"Selamat ulang tahun tuan muda," ucap Romeo.


Jujur baru kali ini Romeo melihat ulang tahun tuan muda nya di rayakan dengan seromantis ini, biasanya jangan kan merayakan, ulang tahun nya sendiri saja Samuel sama sekali tidak ingat, dan melewatkan nya begitu saja.


"Sayang, kau ingat ulang tahun ku?" tanya Samuel kepada Moza dengan tatapan penuh cinta.


"Ya, tentu saja, dan aku juga menyiapkan hadiah yang luar biasa untuk mu," jawab Moza sambil tersenyum.


Tidak lama kemudian Nara memberikan kotak kecil berwarna biru muda kepada Moza.


"Apa itu?" tanya Samuel penasaran.


"Tiup lilin nya dulu, dan berdoa, setelah itu baru aku akan memberikan hadiah nya kepada mu," jelas Moza lagi.


"Baik lah, Romeo kemari kan kue nya, aku sudah tidak sabar," ucap Samuel yang sangat penasaran.


Romeo pun memberikan kue tersebut kepada Samuel, semuanya mengucapkan selamat ulang tahun kepada Samuel setelah itu, Samuel pun meniup lilin yang ada di atas kue tersebut dan memejamkan mata nya lalu berdoa dalam benak nya.


"Tuhan,biar kan wanita yang aku cintai selamanya bersama dengan ku," batin Samuel.


" Sudah selesai?" tanya Moza kepada Samuel.


Samuel mengangguk kan kepala nya dan kemudian meletakkan kue tersebut ke meja yang ada di hadapannya.


"Ayo berikan hadiah nya padaku," ucap Samuel.


Moza dengan perasaan bahagia pun memberikan kotak kecil berwarna biru muda tersebut kepada Samuel.


"Boleh aku membuka nya sekarang?" tanya Samuel lagi.


"Tentu,"jawab Moza.


Namun baru saja Samuel hendak membuka kotak kecil itu, tiba-tiba saja Sonya berkata ...


"Aduh, Tante, kepala ku sangat pusing," ucap Sonya sambil memegang kepala nya.


"Sonya, ada apa dengan mu?" tanya mama Ema panik.


Belum sempat menjawab, tiba-tiba tubuh Sonya sudah tergeletak jatuh ke lantai restoran, membuat semua yang ada di sana jadi kaget.


"Samuel,apa yang kau lihat? Cepat bawa Sonya ke mobil,kita bawa dia ke rumah sakit!" tutur mama Ema kepada Samuel.


"Astaga Sonya, apa yang terjadi?" ucap Samuel melepaskan kotak hadiah dari Moza dan buru-buru menghampiri Sonya lalu mengendong nya dan keluar dari restoran tanpa memikirkan perasaan Moza yang sekarang sedang menatap nya dengan tatapan penuh kecewa.


"Samuel!" pangil Nara yang kelsal karena tindakan Samuel barusan.


Romeo yang tak kalah kesal nya hendak mengejar Samuel, namun Moza menahan nya.


Sementara Nara yang melihat nya tau betul betapa sakit nya hati Moza saat ini, padahal di sana juga ada Samuel yang bisa di andalkan untuk membawa perempuan itu ke rumah sakit.


Diam nya Moza kini menjadi tanda dari hati nya yang sakit.


"Perempuan itu, dia sudah mengacaukan semuanya, aku yakin dia pasti hanya pura-pura," ucap Nara.


"Kalau begitu, sebaiknya kita ikuti saja mereka, ayo nona muda,ayo Nara," ajak Romeo kepada Moza dan Nara.


Mau tidak mau, Nara dan Moza pun memutuskan untuk mengikuti Samuel ke rumah sakit juga.


Tidak butuh waktu lama, mereka pun tiba di rumah sakit tempat Sonya di larikan.


Setelah bertanya banyak tentang pasien yang bernama Sonya dan di mana ruang rawat nya, Romeo, Moza dan Nara pun bergegas menuju ruangan tersebut.


Terlihat mama Ema dan Samuel yang sedang menunggu di depan ruang rawat Sonya, mereka terlihat sangat cemas akan keadaan Sonya saat ini.


"Ada apa dengan perempuan itu?" tanya Nara kepada Samuel.


" Maksud mu apa perempuan itu, dia calon menantu ku," ucap mama Ema lantang.


"Bibi, apa yang kau maksud? Kau sudah memiliki menantu!" marah Nara.


"Ma, Nara, sudah, jangan berdebat lagi, ini rumah sakit," ucap Samuel kepada Nara dan mama nya


Tak lama kemudian, dokter pun keluar dari dalam ruangan Sonya.


"Dokter, bagaimana keadaan Sonya?" tanya Samuel kepada dokter.


"Iya dokter, apa yang terjadi dengan nya?" Tanya mama Ema.


"Tidak ada yang perlu di khawatir kan, istri tuan hanya sedang dalam keadaan hamil, usia kandungan nya baru menginjak dua Minggu, jadi mohon di jaga baik-baik ya pak, sekarang bapak dan keluarga bisa masuk untuk menemui pasien," jelas sang dokter kepada Samuel.


Deg ... Jantung Moza seakan ingin berhenti berdetak mendengar penuturan dokter barusan.


"Maaf dok, dia bukan istri saya," jawab Samuel lagi.


"Samuel, ini bukan saatnya bicara ayo cepat masuk lihat Sonya," ucap mama Ema menarik Samuel masuk ke dalam ruang rawat Sonya.


Bodoh nya Samuel ia selalu menuruti apa yang di inginkan mama nya sampai tidak memikirkan perasaan Moza lagi.


"Moza, ayo!" ucap Nara tidak terima dan kemudian menarik Moza juga masuk ke dalam ruang rawat Sonya.


"Hiksss, Tante, Samuel, hiksss," tangis Sonya sambil menutup wajahnya.


"Sonya, sebenarnya apa yang terjadi kepada mu? Mengapa kau tiba-tiba di nyatakan hamil oleh dokter?" tanya Samuel kebingungan.


"Sonya, ayo jelas kan, kami di sini mendengar kan mu," ucap mama Ema.


" Tante, Samuel, sebenarnya aku ... " ucap Sonya yang kemudian mulai menceritakan semua yang terjadi kepada nya di kota x lalu.


Dia mengatakan bahwa dirinya di kota x tempat nya menjadi model ia pernah di perkaos oleh boss nya, dan untuk menutup malu ia pun balik ke kota xx agar kedua orang tuanya tidak tau, itu lah hal yang di jelaskan oleh Sonya.


"Astaga, mengapa kau baru menceritakan hal ini sekarang?" tanya Samuel menatap Sonya dengan tatapan iba.


"Bohong, kau mengatakan itu hanya untuk mencari perhatian Samuel kan? Dan kau Samuel, apa kau lupa Moza ada di samping mu saat ini? Bisa kah kau menghargai nya sedikit saja?" tanya Nara marah.


"Kak, situasi nya belum tepat sudah diam saja," ucap Moza berusaha bersabar.


Jujur sebenernya dia juga sangat sedih melihat kepedulian Samuel kepada Sonya, tapi sebagai seorang perempuan, dirinya juga memahami keadaan Sonya sekarang yang membutuhkan semangat dari orang terdekat.


"Hiksss, Samuel, tolong jangan katakan kepada orang tua ku tentang kondisi ku sekarang," ucap Sonya sambil memeluk Samuel.


" Sonya jangan Keterlaluan!" Marah Nara.


Sementara Moza yang melihat itu berjalan keluar dari ruangan tersebut,ia benar-benar tidak bisa menahan rasa sakit di hatinya saat ini.


Bersambung ....