My Perfect Wife

My Perfect Wife
Episode 83



"apa maksud mu bi?" tanya Moza lagi.


"Nona, ada hal yang harus aku ceritakan kepada nona, mungkin ini lah saat yang tepat,"


BI Juni mulai mengumpulkan semua kekuatan dalam hati nya untuk berusaha kuat menceritakan hal ini kepada Moza.


"BI,jawab aku, kenapa kau diam?"


Jujur saja saat ini Moza sudah mulai penasaran dengan apa yang akan di ceritakan oleh BI Juni kepada nya.


"Sebenarnya, rumah ini adalah rumah nya tuan Robi dan istri nya, nona Karina,"


BI Juni pun mulai bercerita.


"Apa? Rumah Robi dan istri nya? Karina?"


Jujur saja Moza kaget mendengar penjelasan bi Juni barusan, padahal ini baru awal dari cerita nya BI Juni.


"Iya nona, ini adalah rumah yang dulu mereka tinggali berdua, mereka adalah sepasang suami istri yang cukup baik, dan nona Karina dia sangat sayang kepada ku, mereka juga adalah pasangan yang bahagia, namun kebahagiaan yang mereka rasakan tidak bisa berlangsung lama, pada saat itu,nona Karina kecelakaan dan meningal dalam keadaan hamil muda, dan itu adalah awal dari kehancuran hidup nya tuan Robi,"


BI Juni melanjutkan ceritanya dengan air mata yang perlahan mulai menetes.


Sementara Moza yang kaget hanya bisa melongo menatap BI Juni seolah tak percaya akan adanya kisah pahit dalam kehidupan Robi yang terlihat begitu ceria dan selalu baik-baik saja.


"Namun setelah dia bertemu dengan nona Moza, dia jadi berubah seratus persen, dari yang awalnya hidup penuh kesedihan dia jadi bahagia, dan Nona tau kenapa? Ini lihat lah ini,"


BI Juni melanjutkan ceritanya sambil menyerahkan sebuah foto yang dia keluarkan entah dari mana sudah dia siapkan sebelum Moza datang ke ruang makan.


"Foto ku?"


Moza kaget setengah melihat foto yang sangat mirip dengan nya.


"Itu adalah nona Karina, dia sangat mirip dengan mu bukan? Dia adalah istri tuan Robi yang meninggal, dan sekarang nona tau kan? Betapa sayang nya tuan Robi kepada nona Moza?"


"Apa, apa karena aku mirip dengan dia? Tapi bagaimana bisa ini kebetulan? Bagaimana bisa aku sangat mirip bi dengan dia?"


Moza kaget sambil memegang muka nya, sejenak ia melupakan masalah tadi siang dan pikiran nya kini di penuhi dengan cerita BI Juni.


"Awalnya mungkin karena nona mirip dengan almarhum nona Kirana, jadi tuan Robi sangat baik kepada nona, tapi sepertinya sekarang dia menaruh perasaan cinta terhadap nona, jika nona memang tidak ingin kembali bersama dengan Dady nya Hansel bisa kah Nona Moza membuka hati untuk tuan Robi?"


BI Juni terlihat sangat menyayangi Robi, sampai-sampai dia mewakili Robi untuk mengatakan hal ini jelas Moza.


Moza terdiam, pikiran nya masih tertuju kepada mengapa dia bisa semirip ini dengan wanita yang bernama Kirana itu.


"Nona tidak perlu heran mengapa wajah kalian sangat mirip, karena di dunia ini, kita ada tujuh orang kembaran," jelas BI Juni sambil tersenyum kecut.


"BI, aku tidak menyangka Robi menyembunyikan luka yang bahkan lebih besar dari luka yang sedang aku rasakan, dia hanya menampilkan dirinya yang kuat di hadapan ku, aku tidak menyangka dia kehilangan dua orang yang dia sayang sekaligus dalam hidup nya, ini sangat berat, ternyata aku lah yang lemah baru menghadapi masalah kecil sudah jadi seperti ini," ucap Moza dengan tatapan yang masih kosong.


"Lalu bagaimana dengan perasaan tuan Robi nona? Apakah nona tidak mau membuka lembaran baru bersama nya? Mungkin saja nona bisa bahagia dengan nya," ucap BI Juni berharap.


"BI, kau harus tau satu hal, mungkin Robi tidak benar-benar mencintai aku, karena wajah ku yang mirip, makanya dia menaruh perasaan, dan aku lebih bahagia jika kami menjadi sahabat saja, aku tidak mau hidup bersama orang ya g mencitai aku karena wajah ku mirip dengan masa lalu nya, aku yakin kelak, akan ada perempuan baik yang akan menggantikan posisi almarhum Kirana di hati Robi dan itu mungkin bukan aku,"


BI Juni terdiam mendengar penjelasan Moza barusan, dia berfikir semua itu ada benarnya juga, mungkin Robi hanya mencintai Moza karena kemiripan wajah Moza dan Kirana.


"Huh, aku minta maaf nona Moza, aku mungkin terlalu egois mengatakan hal itu kepada mu, jujur aku hanya menginginkan kau semangat seperti sebelumnya, jangan menyerah di sekitar mu ada orang-orang baik yang selalu menyayangi mu," jelas BI Juni sambil memegang tangan Moza.


Moza pun tersenyum atas nasehat yang di berikan oleh BI Juni kepada nya, meskipun hati nya kini masih kacau balau karena beberapa masalah yang menumpuk.


Namun tampa mereka sadari, sepasang mata sedang menatap ke arah mereka, dan mata itu kini menjatuhkan beberapa bulir bening yang selama ini di bendung nya.


"Apa benar yang Moza katakan? Aku hanya mencoba mencintai nya karena dia mirip?" Batin Robi yang ternyata sedari tadi sudah menguning pembicaraan Moza dan BI Juni.


Ya, tadi Robi datang dan langsung masuk karena pintu rumah tidak di kunci, dan tampa sengaja dia mendengar percakapan Moza dan BI Juni, tapi jujur saja, di hatinya memang selalu ada nama Kirana, dia juga Sadar bahwa cinta nya selama ini terhadap Moza itu karena wajah Moza yang mirip dengan Kirana.


Robi pun memutuskan untuk keluar dari rumah nya dan kembali masuk ke dalam mobil lalu meningal kan rumah tersebut, dia tidak ingin BI Juni dan Moza tau jika dirinya sudah menguping pembicaraan mereka.


"Bodoh, aku sangat bodoh! Mengapa aku tidak bisa melupakan Kirana? Sayang,apa benar aku tertarik kepada Moza karena wajah nya yang mirip dengan mu?"


Seperti orang kehabisan akal Robi kini berbicara sendiri dengan mengemudi mobil dengan kecepatan tinggi.


Keesokan harinya.


"Robi! Robi tunggu!" ucap Samuel yang mengejar Robi yang hendak masuk ke dalam ruangan nya.


"Samuel,apa yang kau lakukan di RS ini? Apa kau mengikuti aku?"


Robi terlihat marah dan menghindari tangan Samuel yang hendak menyentuh nya.


"Robi,aku mohon tolong katakan, di mana tempat tinggal Moza sekarang? Aku ingin bertemu dengan nya, doa masih istri ku yang sah," ucap Samuel memohon.


Samuel yang dulunya seorang CEO penuh keangkuhan, martabat dan harga diri yang tinggi kini seolah seorang laki-laki tak berguna yang memohon kepada orang-orang untuk membantu nya menemui Moza sang istri yang teramat sangat di cintai nya.


"Kau sudah melihat keberadaan nya di sini, jadi itu harus kau usahakan sendiri untuk menemui di mana dia, tidak ada urusan nya dengan ku, aku bahkan lebih bahagia,jika kau menjauhi nya dan tidak mengenggu kehidupan nya lagi,"


Robi mengatakan hal itu kepada Samuel karena jujur saja dia tidak suka dengan cara Samuel menyakitkan hati Moza.


Bersambung ....