
"apa maksud mu perawatan khusus? Ada apa dengan bayi ku?"
"Moza, dengar kan aku, setelah selesai melakukan operasi, dokter mengatakan jika kandungan mu dari awal sudah lemah, di tambah pasca kecelakaan itu, dan dia mengatakan jika kandungan mu mungkin tidak akan bisa bertahan sampai sembilan bulan," Jelas Naya.
"Apa? Jadi? Jadi bagaimana dengan anaku? Apa dia akan mati?" Panik Moza.
"Lalu aku memohon, aku mengatakan jika kau mungkin hanya punya anak mu sebagai kelaurga mu, melihat aku yang seperti itu, dokter mengatakan jika dia bisa saja terus merawat mu dan menjadi dokter pribadi untuk mu, tapi dirinya akan pindah tugas ke kota x jika aku setuju dia akan membawa mu pergi dengan nya karena di sana peralatan medis lebih canggih dari di kota ini," panjang lebar Naya menjalas kan nya kepada Moza.
"Lalu? Apa yang kau katakan? Soal biaya bagaimana?" Tanya Moza sambil menyeka air matanya.
"Lalu aku mengatakan jika aku setuju, tapi aku minta waktu untuk berdiskusi dengan mu, apa kau mau? Karena jika kau mau aku akan segera mengabari dokter Robi karena keberangkatan nya itu besok,"jelas Naya lagi.
"Aku, aku bersedia, aku tidak ingin anaku terluka atau tidak bisa di selamat kan, aku ingin anaku lahir normal dan sehat, karena aku hanya punya dia, aku mohon tolong bantu aku Naya," tutur Moza terlihat sangat khawatir terhadap bayi yang ada dalam kandungan nya.
"Baik lah, jika kau mau, aku akan mengurus semuanya dengan dokter Robi, kau bisa pergi dengan nya, dan soal biaya aku sudah memperhitungkan semua nya, kau tidak perlu memikirkan itu," jawab Naya lagi.
"Terima kasih, terima kasih banyak,kau benar-benar sudah membuktikan jika kau pantas mendapatkan maaf dari ku, aku memaafkan mu," ucap Moza yang kemudian menarik tangan Naya dan memeluk Naya.
"Sudah sepantasnya aku membantu mu, sebagai tanda bahwa aku benar-benar menyesal atas hal ini, dan aku berjanji kepergian mu ini, hanya aku aku tidak akan membiarkan siapapun tau kota mana yang kau tinggali nanti," ucap Naya sambil mengelus punggung Moza.
Ini lah arti dari persahabatan, dan Naya, dia benar-benar membuktikan bahwa dia layak menerima maaf dari Moza atas usaha dan kebaikan yang sudah dia berikan untuk Moza.
Sementara itu di sisi lain.
Hari ini, Sonya, mama Ema dan juga Samuel kembali dari rumah sakit,
Namun masion terlihat sangat sepi para pelayan bahkan terlihat duduk diam dan juga tidak banyak bicara, mereka juga tidak menyambut kedatangan mama Ema, Samuel dan Sonya dari RS.
Samuel yang melihat itu, bergegas menuju dapur mansion sementara mama Ema menemani Sonya di ruang tengah.
"Di mana Moza?", tanya Samuel kepada kepala pelayan yang saat itu sedang membereskan barang-barang di dapur mansion.
"Tuan muda, anda sudah kembali ya?" jawab kepala pelayan dengan wajah datar.
"Aku bertanya di mana Moza?" tanya Samuel lagi.
"Mengapa tuan muda? Tuan muda mencari nyonya untuk memarahi nya lagi? Hari ini aku tidak peduli apa yang terjadi dengan pekerjaan ku, tapi aku rela di pecat dari mansion ini tuan muda," jelas kepala pelayan yang sudah tidak bisa menahan emosi nya.
"Apa urusan mu dengan rumah tangga ku, aku membayar mu untuk bekerja di sini, bukan ikut campur! Sekarang jawab di mana Moza!" bentak Samuel.
Kepala pelayan mengeluarkan sesuatu dari saku baju nya, dan memberikan nya kepada Samuel.
"Ini titipan dari nyonya, dan sekarang aku tidak tau nyonya di mana, dia sudah pergi sejak hari itu dan tuan aku ingin mengatakan jika nyonya tidak bersalah, untuk membuktikan nya mari ikut saya,"ucap kepala pelayan yang begitu cerdas ia telah mengecek cctv yang ada di tangga menuju ruang bawah tempat Sonya terjatuh.
Samuel kebingungan, perasaan nya mulai campur aduk, setelah menerima cincin yang di berikan oleh kepala pelayan kepada nya, di tambah lagi saat ini dirinya di tarik kepala pelayan pergi ke ruangan tempat pengecekan cctv.
Sebelum nya karena lelah dan panik Samuel bahkan tidak ingat bahwa cctv lantai bawah dan atas sudah di ganti karena memang yang sebelumnya pernah rusak.
Samuel yang penasaran pun akhirnya melihat rekaman cctv tersebut.
"Tidak,ini tidak mungkin,apa yang sudah aku lakukan? Moza, di mana dia? Dia pasti ada di kamar kan?" ucap Samuel seketika seperti orang gila berlari keluar dari ruangan tersebut menuju kamar.
Mama Ema dan Sonya yang melihat itu malah kebingungan di buat nya.
Setelah tiba di kamar, Samuel melihat semua barang-barang Moza sudah tidak ada, koper nya sudah tidak ada, baju-baju nya semuanya kosong.
Samuel pun mengila dan kembali menuruni tangga menuju ruang tengah, sambil berteriak-teriak memanggil Moza.
"Moza! Di mana kau? Moza!" teriak Samuel dengan air mata yang sudah mulai mengalir menyesal atas apa yang sudah dia lakukan.
"Samuel! Ada apa ini? Apa yang kau teriaki?" tanya mama Ema.
"Sonya, ya, kemari kau!" Ucap Samuel menarik Sonya yang saat itu sedang duduk di ruang tengah di atas sofa.
"Samuel apa yang kau lakukan? Sonya Masih sakit!" ucap mama Ema kepada Samuel.
"Samuel ada apa ini?" Tanya Sonya ketakutan melihat Samuel yang begitu marah dengan nya.
Plak ... Plak ...
Dua tamparan keras dari Samuel kini berhasil mendarat di pipi Sonya, lebih keras dari apa yang di rasakan oleh Moza.
"Samuel!" Jerit mama Ema.
"Diam ma!" Bentak Samuel.
"Aku sudah mengetahui apa yang kalian lakukan? Apa kalian lupa jika mansion ini ada cctv? Begitu bodoh nya aku sudah mempercayai kalian dan membuat Moza meningal kan aku! Kalian benar-benar keterlaluan!" marah Samuel dengan mata menyala.
"Samuel tapi ini ... " ucap Sonya gemetar tak di sangka kejahatan mereka begitu cepat terbongkar.
"Diam kau perempuan jahat, sekarang juga angkat kaki dari mansion ini, sebelum aku menyiksa mu dan membuat kau tidak bisa bernafas lagi!" ucap Samuel sambil menujuk wajah Sonya.
Rasa sakit di pipi Sonya masih belum hilang, namun dirinya sudah di usir, perban di kepala nya pun masih sangat baru dan juga badan nya masih terasa sangat sakit.
"Samuel tenang lah, mama melakukan semua ini karena ingin kau bahagia, Moza itu mandul dan tidak bisa punya anak, makanya mama melakukan itu, biarkan saja dia pergi kau bisa bersama dengan Sonya, dia bisa memberikan mama cucu," ucap mama Ema dengan gemetar.
Dia tidak pernah melihat Samuel semarah ini.
"Siapa? Siapa yang mengatakan jika Moza tidak biasa hamil?" tanya Samuel kaget.
"Emm, itu, mantan mertua nya," jawab mama Ema takut.
"Begitu mudah nya mama percaya akan ucapan orang, asal mama tau, bukan Moza yabg tidak bisa hamil namun mantan suaminya lah yang mandul, akun tidak tau dan tidak habis firkir dengan apa yang mama lakukan ma! Dengar kan aku baik-baik, mantan suami Moza lah yang berusaha mencuri informasi penting perusahaan ku dan akhirnya dia kecelakaan!" ucap Samuel menahan amarahnya.
Mama Ema terdiam mendengar ucapan Samuel barusan, kini dirinya sadar bahwa Bu Yani bukan lah wanita baik, dia sengaja memfitnah Moza untuk balas dendam dengan nya.
Bersambung ....