
"mama mertua, ya, dia pasti adalah mama mertua nya Moza, seperti nya aku sudah mendapatkan ide, untuk membuat Moza menderita dan dengan begitu dendam ku akan terbalas kan," ucap Bu Yani.
Ya, setelah tadi dia mengintip dan menguping pembicaraan antara Moza dan mama Ema saat di mall, akhirnya Bu Yani pun tau, jika perempuan paruh baya yang berpenampilan menarik itu adalah mama mertua nya Moza, dari sini lah Bu Yani melihat gerak-gerik mama mertua Moza yang seperti nya galak dan sesukanya juga ingin mengatur Moza, seperti dirinya dahulu.
Bu Yani pun akhirnya mendapatkan ide, untuk membuat Moza dalam masalah, ia sudah memiliki rencana jahatnya untuk Moza, seperti yang dia bicarakan dia akan balas dendam kepada Moza karena sudah membuat Ferdi dan Ayu jadi sengsara.
"Aku harus mencari kesempatan untuk bertemu dengan perempuan itu, dan menjalankan rencana ku," Batin Bu Yani nekat.
Entah rencana apa yang akan di lakukan oleh Bu Yani, yang jelas ini pasti akan menimbulkan konflik antara Moza dan mama Ema.
Setelah dua hari berlalu, Bu Yani pun akhirnya berhasil melacak akun sosial media milik mama nya Samuel, ya dengan segala usaha nya dia berhasil meminta seseorang untuk membantu nya untuk menemukan sosial media milik mama Ema, sosial media orang-orang terpandang seperti mama Ema sangat lah mudah di temukan.
Dari sana juga dirinya berhasil mendapat nomor ponsel mama Ema.
Siang itu pukul 01:20
Drtttt ... Drttt ... Drttt ...
Suatu ponsel mama Ema terdengar beberapa kali bergetar, menandakan ada panggilan masuk.
"Siapa lagi yang menghubungi aku mengunakan nomer baru? Apa ada kaitannya dengan perusahaan?" batin mama Ema yang berfikir itu adalah nomer telepon dari anak buah nya di kantor, di kota xx.
Ia pun mengambil ponsel tersebut dan menekan tombol hijau untuk mengangkat panggilan itu.
Call on.
"Hallo, apa benar ini dengan nyonya Ema?" tanya seseorang di sebrang telpon.
"Ya,saya Ema, ada apa?" tanya mama Ema dengan wajah bingung.
"Hm, maaf sudah mengangu anda, apakah anda bisa datang ke restoran xx sekarang? Ada hal penting yang ingin saya bicarakan," pintanya kepada mama Ema.
"Maaf, aku tidak punya banyak waktu, dan aku juga tidak kenal dengan mu, tolong jangan ganggu aku," kesal mama Ema.
Sebagai orang yang bermartabat, mama Ema tentu merasa tidak penting dengan orang yang tidak di kenali oleh nya tiba-tiba menelpon dan meminta bertemu.
"Tunggu, apa anda tidak mau tau soal menantu anda itu? Moza, anak mu Samuel, adalah anak tunggal bukan? Kau akan rugi jika kau tidak penasaran dengan ku, aku tau banyak tentang menantu mu itu, jangan sampai kau melepaskan anak mu itu begitu saja kepada perempuan itu karena perempuan itu adalah pembawa sial," kecam nya membuat mama Ema kaget dan penasaran.
"Baik, aku akan menemanimu, tunggu di sana, aku akan segera tiba," ucap mama Ema, yang kemudian mematikan telepon secara sepihak.
Call of.
Sebagai seorang ibu, yabg sangat menyayangi anak tunggal nya, mendengar berita seperti itu tentu membuat mama Ema penasaran dan cemas, dia yang awalnya sudah menerima Moza dan mengangap Moza Sud lolos dari ujian nya pun kini malah kembali ragu dan khawatir jika Samuel tidak menikahi wanita yang tepat.
Tidak butuh waktu lama, mama Ema pun akhirnya tiba di restoran tersebut.
Namun mama Ema kebingungan, di mana orang yang tidak di kenal itu duduk karena dia betul-betul tidak mengenali orang itu, si penelpon lah yang seharusnya duluan memagil nya, dengan begitu mama Ema pun berjalan dan melirik satu persatu bangku restoran itu.
"Di sini nyonya!" ucap seseorang yang tiba-tiba melambai kan tangan nya ke arah mama Ema.
Mama Ema yang mendengar itu pun terdiam dan melirik ke arah satu meja yang terlihat ada dua orang yang duduk, satunya wanita paruh baya yang seperti nya lebih tua dari nya dan satu lagi seorang laki-laki yang duduk di kursi roda dengan tatapan kosong.
Mama Ema pun berjalan menghampiri dua orang tersebut.
"Silahkan duduk nyonya Ema," Ucap nya kepada mama Ema.
Mama Ema pun duduk berhadapan dengan kedua orang tersebut, dengan beberapa pertanyaan yang ada di dalam benak nya saat ini.
"Maaf, sebelumnya siapa kalian ini? Mengapa kalian bisa kenal dengan ku, menantu ku, dan juga anak ku?" Mama Ema tak bisa menahan pertanyaan yang ingin sekali dia tanyakan sedari tadi.
"Nyonya, perkenalkan,aku adalah Yani, dan ini Ferdi anak ku," jelas Bu Yani sambil tersenyum.
Ya, mereka adalah Bu Yani dan Ferdi.
"Ya, tudepoin saja, aku tidak ingin berkenalan, jelas kan apa yang kau maksud di telpon tadi?" tanya mama Ema tak sabar.
"Nyonya, aku adalah mantan ibu mertua nya Moza, dan laki-laki ini adalah anakku, dia adalah mantan suami Moza, kau tidak tau bukan? Moza itu menikah dengan putra mu setelah dia meningal kan putra ku," ucap Bu Yani mulai melancarkan aksinya.
"Apa? Apa kau tidak bercanda?" Mama Ema kaget mendengar penjelasan tersebut.
"Ya nyonya, hikss, anaku lumpuh, dan Moza meningal kan nya, karena anakuu sudah tidak berguna lagi untuk nya, dia kemudian menikahi putra mu karena dia tau kalian adalah keluarga kaya, dia juga sebenarnya adalah wanita mandul yang tidak bisa melahirkan anak, Moza benar-benar jahat nyonya, padahal aku sudah ikhlas menerima dia sebagai menantu ku, walaupun dia tidak bisa memberikan aku cucu hiksss ... " Bu Yani mulai bercerita dengan segala sandiwara nya.
Sementara mama Ema kaget bukan main sampai tidak bisa berkata apa-apa.
"Sebelum nya aku minta maaf, sudah mengatakan ini, tapi aku juga tidak mau, kelurga kalian ikut menjadi korban kejahatan wanita itu, jadi aku mencari sosial media mu dan mengambil nomor telepon mu untuk aku hubungi,agar aku bisa mengatakan yang sebenarnya kepada kalian," jelas Bu Yani dengan wajah sedih nya.
"Ini benar-benar keterlaluan, aku tidak menyangka Moza adalah seorang wanita jahat seperti ini, padahal dia terlihat baik dan lembut di hadapan ku, apakah benar dia juga tidak bisa hamil?" anya mama Ema kepada Bu Yani.
"Ya, betul sekali, aku harap nyonya bisa secepatnya bertindak," ucap Bu Yani kepada mama Ema.
"Sebelumnya terimakasih atas informasi yang kau berikan kepada ku, dan aku turut prihatin atas keadaan kalian, aku akan memberikan sedikit uang untuk kalian, agar kau bisa mengobati anak mu, sebagai tanda terima kasih ku untuk kebaikan mu yang rela susah payah mencari informasi ku dan memberikan aku berita penting ini," jelas mama Ema yang kemudian mengeluarkan cek dari dalam tas nya dan menulis kan jumlah uang dan kemudian memberikan nya kepada Bu Yani.
Bu Yani yang melihat itu benar-benar bahagia, tidak di sangka oleh nya, rencana nya untuk menghancurkan kebahagiaan Moza malah doubel, dia malah mendapat kan sejumlah uang yang nominalnya cukup banyak dari mama Ema yang kaya.
Bersambung ....