My Perfect Wife

My Perfect Wife
Episode 84



"Robi, kau tidak tau apa-apa tentang masa lalu ku dan Moza, semua yang terjadi memang kesalahan ku, tapi aku tidak pernah melakukan kesalahan itu secara sengaja, aku hanya sedang bodoh dan semua yang terjadi karena orang-orang yang membenci Moza," jelas Samuel kepada Robi.


Namun Robi tidak peduli dengan ucapan Samuel, dia meningal kan Samuel dan masuk ke dalam ruangan nya dan mengunci pintu.


"Robi! Robi aku mohon bantu aku! Aku ingin bertemu anaku, aku mohon!" ucap Samuel sambil mengedor-gedor pintu ruangan Robi.


Namun tidak lama kemudian datang scurity RS dan kemudian membawa Samuel pergi dari RS tersebut karena sudah membuat kegaduhan dan membuat pasien RS jadi tidak nyaman.


"Maaf kan aku Samuel, aku tidak bisa menyerah kan Moza, karena dia adalah Kiranaku," ucap Robi yang kini mengepal kan tangan sambil tersenyum di depan cermin di dalam ruangan kerja nya.


Seminggu pun berlalu, sejak kejadian itu Samuel masih terus berusaha menghubungi atau menemui Robi untuk mencari tahu keberadaan Moza, meskipun dia sama sekali tidak mendapatkan sedikit jawaban pun dari Robi.


Pagi itu, terlihat bi Yati menghampiri Samuel dengan tergesa-gesa.


"Tuan, tuan muda, ada informasi penting, tuan muda!"


BI Yati berlari ke arah Samuel dengan mengengam ponsel di tangan nya.


"Astaga, ada apa bi?"


Samuel yang terlihat baru saja hendak masuk ke dalam mobil mengurungkan niatnya setelah melihat BI Yati yang menghampiri nya.


"Lihat lah tuan muda, baca lah ini, ini adalah teman ku, dia mengatakan sesuatu,"


BI Yati dengan wajah bahagia menyerahkan ponsel nya kepada Samuel.


"Astaga, kenapa aku baru sadar, jika toko kue Hansel complete cake adalah milik Moza?"


Samuel kaget, setelah membaca isi dari pesan yang di kirim kan oleh teman nya bi Juni barusan.


Pesan tersebut berisi informasi tentang Moza, teman nya bi Yati mengatakan jika dia sangat kenal dengan Owner Hansel complete cake karena menjadi costumer di sana sudah lama dan saat melihat foto Moza,dia langsung tau kalau itu adalah Moza owner Hansel complete cake.


"Tunggu apa lagi tuan, ayo pergi lah ke sana"


BI Yati malah begitu bahagia dan tidak sabar untuk menyuruh Samuel pergi ke sana.


Samuel yang awalnya hendak membawa sang mama terapi kini malah kebingungan, harus pergi ke tempat Moza duluan atau ke RS.


"Aku akan ke sana setelah mama selesai fisioterapi bi, karena kesehatan mama sudah makin membaik, jadi aku tidak bisa melewati fisioterapi," ucap Samuel yang ke kemudian masuk ke dalam mobil.


Sementara bi Yati kebingungan karena seperti nya Samuel tidak terlalu kaget akan berita yang dia berikan.


"BI, nanti malam, suruh orang itu datang ke vila, aku akan memberikan dia hadiah atas informasinya penting yang sudah dia berikan," jelas Samuel kepada BI Yati.


Belum sempat BI Yati mengatakan ia, Samuel sudah menyalakan mesin mobil dan kemudian pergi dari halaman vila.


"Ada apa denga tuan muda? Dia terlihat sudah tidak bersemangat," ucap BI Yati lagi.


Sementara itu


"Moza, perlahan aku akan kembali mengambil hati mu, aku tidak akan membiarkan dokter kurang hajar itu mengambil mu dari ku, dari awal dan sampai sekarang kau hanya milikku, miliku," batin Samuel sambil fokus mengemudi mobil.


Samuel yang sekarang mungkin telah kembali menjadi Samuel yang sesungguhnya.


Sementara mama Ema hanya menatap sang anak dengan tatapan bingung, karena Samuel mulai mengendarai mobil sambil tersenyum miring.


"Aku sudah tau di mana kau sekarang? Dan aku tidak akan menyerah untuk mengambil cinta mu kembali, karena dari awal aku tidak pernah mencintai wanita lain kecuali kau," batin Samuel lagi.


Sementara sang mama melakukan fisioterapi, Samuel seperti biasa menunggu nya di kursi depan ruangan Robi.


Kebetulan sekali pada saat itu, Robi sedang lewat, seperti nya dia hendak masuk ke dalam ruangan kerja nya.


"Sudah datang ya, pebinor,"


Saat Robi melewati Samuel, tampa sengaja dia mendengar ucapan Samuel yang membuat dirinya menghentikan langkahnya.


"Apa yang kau katakan barusan?" tanya Robi yang kini berdiri tepat di depan Samuel.


"Apa kau tuli? Barusan aku mengatakan, jika kau adalah pebinor, sangat tidak pantas menjadi dokter,"


Samuel malah memancing emosi Robi dengan mengatakan bahwa Robi adalah pebinor.


"Haha, apa kau sudah tidak tahu malu? Kau lah yang membuang nya dan membuat dia menderita, lalu aku mengambil dan menjaga nya selama tiga tahun, dan sekarang kau dengar tidak tahu malu datang kembali untuk mengambil nya dari ku? Apa kau pikir kau akan berhasil? Sebaiknya kau kembali ke kota mu saja," ucap Robi sambil tersenyum miring menatap Samuel.


"Tutup mulut mu, aku tekan kan sekali lagi, bahwa dia masih istri ku, dan Hansel adalah anakku darah daging ku, kau tidak berhak sedikit pun atas mereka," Samuel malah termakan emosi sendiri akibat Robi.


"Tuan Samuel, sadar lah, seberapa besar pun perjuangan mu, kau tidak akan mampu mengambil nya dari ku, karena dia adalah milikku, dan akan menjadi milikku,"


Robi dan Samuel kini saling menatap dengan tatapan tajam, mereka memperebutkan hak atas Moza dan Hansel.


"Kita lihat saja, siapa yang akan menang, kau bukan siapa-siapa!"


Setelah berkata demikian sambil menujuk wajah Robi, Samuel pun pergi dari hadapan Robi.


"Karina ku tidak akan jatuh ke tangan orang lain, aku tidak akan membiarkan nya, walaupun aku harus membunuh mu," batin Robi yang senyuman nya bisa di bilang kini terlihat mengerikan seolah seorang psychopath saja.


Sementara itu di sisi lain.


"Buk, maaf, dari tadi aku lihat Buk Moza hanya diam, apa ibuk sakit atau sedang memiliki masalah? Maaf kalau saya lancang bertanya," ucap salah satu karyawan Moza yang sedari tadi kebingungan karena owner mereka tidak biasanya terlihat murung seperti ini.


"Ah, tidak, aku hanya kurang enak badan, bisa kah kau membantuku untuk membuat segelas teh hangat?" tanya Moza kepada sang karyawan.


"Tentu buk, tunggu sebentar ya," jawab karyawan nya yang kemudian berjalan ke dapur khusus di dalam toko tersebut.


"Robi menolong ku karena aku mirip dengan mantan istri nya? Pantas saja perlakuan nya kepada ku begitu spesial, aku sudah merasa jangal sejak awal, tapi bagaimana mungkin bi Juni mengira dia benar-benar mencintai aku?"


"Mengapa begitu banyak masalah yang muncul saat aku hampir berhasil membuat lembaran baru bersama Hansel? Belum lagi Samuel yang pasti tidak akan tinggal diam, dia pasti akan melakukan segala cara untuk mengangu ku,"


"Tuhan, tolong beri aku jalan keluar,"


Moza terlihat larut dalam pikiran nya, batin nya kini tertekan akan kedua masalah yang sedang menimpa nya secara bersamaan.


Namun di saat ia melamun, ada sebuah mobil yang kelihatan nya berhenti di depan toko kue nya, kebetulan saat itu pembeli sedang sangat sepi dan menjelang waktu istirahat para karyawan.


Moza berdiri dari duduknya, saat melihat laki-laki yang keluar dari dalam mobil itu, mata nya membulat seolah tak percaya dengan siapa yang dia tatap saat ini.


Bersambung ....


Maaf ya gantung hehe.


Jangan lupa like,komen,bintang lima, dan subscribe, terima kasih sayang!