My Perfect Wife

My Perfect Wife
Episode 99 TAMAT



"Syukur lah, akhirnya dia selamat aku sudah setengah mati menghawatirkan pahlawan bodoh itu," kesal Moza.


" Aku juga sangat bahagia," ucap Robi yang hendak memeluk Moza.


Namun dengan cepat Samuel menarik Moza dan merangkul nya.


"Maaf pak dokter, ini istri ku," ucap Samuel yang masih saja menujukkan rasa cemburunya di tengah suasana haru tersebut.


Sementara Moza hanya tersenyum kecut sambil mencubit pelan pinggang Samuel.


Seminggu kemudian


"Daddy!" Teriak Hansel berlari ke arah Samuel yang saat itu baru saja tiba di villa.


"Sayang!" ucap Samuel yang kemudian mengendong Hansel dan menciumi pipi nya.


Sementara itu terlihat Moza yang duduk mengobrol dengan mama Ema di ruang tengah villa.


"Kalian kapan datang?" tanya Samuel kepada Moza sambil menggendong Hansel.


"Sebenarnya aku tidak mau datang, tapi lihat lah anak mu itu, menyebalkan sekali dia malah demam dan memangil-mangil mu sepanjang malam," jelas Moza dengan wajah di tekuk.


"Heem, bi, ambil Hansel dan bawa dia kepadaku, seperti nya ada yang ingin bicara berdua," ucap mama Ema mengkode bi Yati.


"Eh, tidak ma, aku ingin ke RS menjenguk Naya," ucap Moza.


"Baik kalau begitu biar kan aku menjaga cucu ku, kalian pergi lah," ucap mama Ema lagi..


"Emmm," jawab Moza ragu.


"Sini Sayang sama Oma," ucap mama Ema yang saat ini sudah semakin sehat dan mampu menggerakkan tangan nya meski kaki nya masih tidak biasa berjalan.


Pada akhirnya Moza dan Samuel pun berangkat ke RS berdua, untuk melihat keadaan Naya.


"Apa kau sudah memikirkan nya? Hubungan mu dan mama terlihat sudah baik-baik saja, apa kau sudah memaafkan mama?" tanya Samuel sambil mengemudi mobil.


"Aku sudah lama memaafkan mama," jawab Moza tanpa menatap Samuel.


"Bagaimana dengan aku? Apa aku masih harus berjuang?" tanya nya dengan nada bicara yang terdengar sedih.


"Emm, aku tidak tau," ucap Moza yang sebenarnya cangung untuk banyak bicara dengan Samuel.


Namun tiba-tiba Samuel memberhentikan mobilnya di pinggir jalan.


"Mengapa? Ada apa?" tanya Moza menatap Samuel dengan tatapan bingung.


Samuel menatap Moza dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.


"Apa yang harus aku lakukan untuk membuat mu memaafkan aku? Apakah aku harus membuktikan cinta ku pada mu untuk yang kedua kalinya?" tanya Samuel yang tangan nya mulai memegang pundak Moza.


"Membuktikan cinta ya g kedua kalinya? Apa maksud mu?" Jawab Moza sedikit takut.


"Jika Hansel adalah bukti cinta yang pertama, bagaimana jika kita hadirkan yang kedua agar kau bisa memaafkan aku," racau Samuel.


"Mesum, jangan dekati aku!" marah Moza sambil mencoba menahan dada Samuel yang kini semakin mendekati nya.


"Kau mencintaiku, hanya saja kau masih malu mengatakannya kan? Baik lah, kalau begitu biar kan aku yang membantu mu,"


Samuel pun menarik tengkuk Moza dan ya, dia mulai berani nyosor lagi, namun kali ini berbeda, Moza tidak menolak seperti beberapa beberapa hari yang lalu dia terlihat pasrah hari ini dengan Samuel yang mulai nakal terhadap nya.


"Kau sudah memaafkan aku? Kau bersedia kembali kepada ku?" tanya Samuel saat setelah dia melepaskan tautan bibir mereka.


Moza menatap nya dengan tatapan sendu lalu kemudian mengangguk kan kepala nya.


Samuel yang melihat itu sontak bahagia dan kembali meraup bibir Moza dengan brutal.


Semua masalah kini sudah benar-benar selesai dan teratasi oleh Samuel.


Satu bulan pun telah berlalu.


"Sayang dasi ku mana? Sayang jam tangan ku mana? Sayang tolong kancing baju ku!" ucap Samuel yang saat ini begitu sibuk dengan pakaian jam tangan dan baju nya.


"Astaga, kalian berdua ini, bagaimana bisa aku berdandan? Tidak Hansel tidak kau terus memanggil ku," ucap Moza yang kemudian memasang dasi ke leher Samuel, mengancing jas nya lalu memakai kan jam tangan.


"Moza, Samuel ayo cepat sebentar lagi acara nya sudah akan di mulai!" ucap mama Ema yang sudah terlihat rapih dengan pakaian Bagus nya sambil berdiri mengendong Hansel.


"Ma lihat lah, dia lebih susah di atur dari pada Hansel," omel Moza.


Mama Ema hanya bisa menepuk jidatnya, mereka hari ini akan pergi menghadiri pesta pernikahan Romeo dan Nara, namun Samuel dan Moza malah seperti anjing dan kucing terus menerus bertengkar.


Ya, beberapa hari lalu mereka sudah kembali ke kota, karena pengobatan mama Ema sudah selesai dan kini mama Ema juga sudah pulih, Samuel juga meminta Moza untuk tidak lagi bekerja dan fokus dengan Hansel serta rumah tangga mereka, Moza pun menyetujui nya, karena berdekatan dengan pesta pernikahan Nara dan Romeo mereka pun memutuskan kembali ke kota mereka, namun sayangnya Robi dan Naya tidak bisa ikut karena Robi masih dalam tugas nya di kota itu dan meminta Naya untuk menemani nya di sana.


Moza, Samuel, mama Ema dan juga Hansel pun kini telah tiba di gedung resepsi pernikahan Nara dan Romeo.


"Oma! Beby Hansel selemat datang!" ucap Celsy yang sangat bahagia melihat kelaurga nya kini kembali berkumpul bersama.


"Mah, nenek di sana,"ucap Samuel yang menujuk nenek nya yang duduk di kursi roda dan terlihat sangat bahagia.


"Celsy sayang, jaga Hansel ya, oma mau pergi ke sana sebentar," ucap mama Ema.


"Oke Oma," jawab Celsy yang kemudian bermain dengan Hansel.


Sementara itu Moza dan Samuel pergi untuk menghampiri Romeo dan Nara.


Sedangkan mama Ema pergi menghampiri nenek nya Samuel dan juga di sana ada mama dan papa Nara.


Seperti nya semua masalah yang selama ini sudah memecahkan kelaurga akan segera hilang.


"Hey, di hari pernikahan mu, mengapa kau bersedih?" tanya Samuel kepada kakak sepupu nya itu.


"Sejujurnya aku tidak sedih, dan aku bahagia, tapi mengapa Naya tidak kembali dia masih marah dengan ku" tanya Nara lagi.


"Siapa yang marah, aku kan baru tiba!" ucap seseorang yang suaranya lantang yang kini berdiri di belakang Samuel dan Moza.


"Astaga," ucap Romeo kaget.


Semua tamu melihat ke arah mereka.


Ya itu adalah Robi dan Naya, yang baru saja tiba hari ini di kota itu dan langsung bergegas untuk menghadiri pernikahan Nara dan Romeo.


Suasana haru pun semakin menjadi-jadi saja, tiga pasang sejoli kini sudah kembali berkumpul.


Nara yang melihat kedatangan Naya pun sangat bahagia, mereka mengabadikan momen bahagia tersebut dengan berfoto dan makan bersama dengan pengantin yang hari ini kebahagiaan nya benar-benar lengkap.


Kini tiba lah di mana acara lempar bungga akan di lakukan oleh Nara dan Romeo.


Semua orang bersorak bahagia dan beberapa perempuan sudah mengatur siasat untuk mendapatkan bungga pengantin.


Namun setelah hitungan satu, dia dan tiga, Nara malah berbalik dan turun dari altar, dia dengan tersenyum memberikan bunga tersebut kepada Naya.


"Setelah aku, giliran kalian oke?" ucap Nara.


Naya pun tersenyum dan kemudian memeluk Nara dengan erat.


Tidak hanya Samuel dan Moza yang bahagia, tapi dua pasang lain nya pun ikut bahagia, serta suasana haru benar-benar terasa di di nikmati oleh para tamu undangan di sana.


Sementara itu, untuk yang penasaran dengan Ferdi dan mama nya, ya, bair author jelas kan.


Ferdi masih dalam keadaan lumpuh dan luntang-lantung, karena sang ibu sudah meninggal akibat kecelakaan parah, Karma di bayar tunai oleh aku sendiri sebagai Author.


Sementara itu, Sonya juga sudah meningal tiga tahun lalu, setelah di usir mama Ema dan Samuel dia menderita sakit akibat jatuh dari tangga dan akhirnya meningal karena tidak ada yang mengurus nya.


Malam harinya.


"Sayang, semua masalah sudah selesai, dan aku iri dengan Romeo," ucap Samuel yang kini bermanja dengan merebah kan dirinya di sebelah Moza yang pada saat itu sedang bermain ponsel.


"Aishh, ada apa? Masuk kamar tiba-tiba membahas iri dengan Romeo, apa yang dia lakukan sehingga membuat mu iri?" tanya Moza melepaskan ponsel nya dan memegang pipi Samuel serta menatap nya dengan tatapan lembut.


"Bagaimana tidak iri? Mereka akan malam pertama, aku juga mau," jawab Samuel manja.


Seketika Moza mencubit pipi Samuel dengan kesal.


"Ternyata itu ya? Menyebalkan sekali, aku mau tidur saja," jawab Moza.


"Tidak, aku tidak mengijinkan nya, sayang ayo bikin satu lagi, aku sudah lama sangat ingin memberikan adik untuk Hansel," ucap Samuel membujuk Moza.


"Kau sudah mengempur ku habis-habisan beberapa hari lalu, tinggal tunggu jadi saja, aku tidak mau kau sangat rakus," tolak Moza.


Namun Samuel tidak mendengar kan Moza, dia malah membuka baju nya, membuat Moza tak mampu menolak nya, saat ini Moza hanya bisa pasrah karena di perkosa lagi oleh suaminya.


"Semakin sering akan semakin lebih cepat jadi," bisik Samuel kepada Moza.


"Ahhh," leguh Moza saat Samuel mengigit telinga nya.


Selanjutnya bayangkan saja dengan imajinasi Masing-masing ya, auntor capek beper sendiri.


Yang jahat mendapatkan kan balasan nya, dan yang baik mendapatkan kan kebahagiaan nya.


TAMAT.


Jangan minta extra part ya, author gak punya soalnya hehe.