My Perfect Wife

My Perfect Wife
Episode 41



"Apa yang ibu lakukan!"Ucap Naya sambil memegang kedua pipi nya yang kini panas atas tamparan Bu Yani.


"Kau sudah membuat semuanya berantakan! Perempuan sialan! Pergi kau dari sini!"Ucap Bu Yani yang saat ini terlihat sangat marah kepada Naya.


"Sudah; sudah! Cukup! Tolong jangan berkelahi di ruangan pasien, anda akan membuat pasien lain terganggu sekarang jika ada masalah apapun selesai kan secara baik-baik di luar, aku mohon tinggalkan kamar pasien terlebih dahulu karena die akan istirahat total satu hari ini jangan ada yang menggangu."Ucap sang dokter.


Bu Yani dan Naya pun di usir dari ruang rawat Ferdi karena berkelahi, sementara Ferdi seolah tidak bisa berkata apa-apa lagi, dia tidak menyangka jika nasip nya akan menjadi seburuk ini setelah menikah dengan Naya.


"Aku lumpuh! Aku tidak bisa berjalan!"Jerit Ferdi sudah seperti orang gila.


Melihat itu, dokter pun terpaksa harus menyuntikan obat penenang agar membuat Ferdi lemah dan tidak bisa berteriak dan akhirnya tertidur.


Sementara itu di sisi lain.


"Kau sudah tau ini belum?"tanya Samuel kepada Moza dan kemudian memberikan sebuah video berita dari dalam ponsel nya yang di kirim oleh Romeo.


"Apa itu?"Tanya Moza.


"Lihat saja."Ucap Samuel kepada Moza.


Moza pun menonton berita yang tersebut dari awal sampai akhir.


"Apa? Ini serius? Ferdi kecelakaan?"Tanya Moza dengan mata yang bersinar menatap suaminya.


"Ya, dan kau tau? Tadi malam itu dia datang ke kantor ku, untuk mencuri."Ucap Samuel menjelaskan.


"Jadi? Apa semua ini ada kau di balik nya?"Tanya Moza kebingungan.


"Maaf sayang, aku hanya membantu mu sedikit saja, aku hanya meminta Romeo semalaman mengawasi cctv karena aku sudah tau, siang itu aku memecat adik nya yang masuk ke dalam ruang kerja ku di kantor dia ingin mencuri berkas-berkas penting kantor atas perintah Ferdi, dan tadi malam aku hanya meminta Romeo untuk memotong rem mobil nya hanya itu saja "Ucap Samuel berbisik di telinga Moza.


Moza seolah tak percaya,dia hanya bisa membulat kan mata menatap Samuel dengan mulut yang hampir tergaga mendengar penjelasan suaminya itu,tak di sangka seorang Samuel yang di kenal lembut olehnya ternyata diam-diam mematikan.


"Apa itu tidak keterlaluan? Bagaimana jika ada yang tau dan kau di tangkap polisi? Dan dia mati? Kau akan parah mendapatkan hukuman."Ucap Moza.


"Kau khawatir dengan ku?"Tanya Samuel menatap istri nya itu.


"Bu, bukan begitu."Jawab Moza gugup.


"Lalu?"Tanya Samuel kebingungan dengan ekspresi wajah sang istri yang Gemoy.


"Hemm, terima kasih."Ucap Moza yang tidak tahan untuk memeluk Samuel.


Samuel kaget karena tiba-tiba saja Moza mengambil inisiatif untuk memeluk nya duluan.


"terima kasih sudah membantu ku."Ucap Moza yang kini masih memeluk Samuel.


"Hanya terima kasih saja?"Tanya Samuel lagi.


"Lalu kau Mau apa?"Jawab Moza melepas pelukannya dan menatap wajah Samuel.


"Aku ingin ... "


Belum sempat melanjutkan perkataan nya, Moza pun menarik tengkuk Samuel dan kemudian mencium lembut bibir Samuel.


Sontak Samuel kaget melihat perubahan istri nya itu, rasanya jantung Samuel ingin berhenti berdetak, bagaimana tidak, si galak yang biasanya sangat sulit untuk di taklukkan kini malah menyerahkan diri ke Samuel.


Ya kalian tau lah kan apa yang selanjutnya mereka lakukan, author tidak ingin menerangkan nya, selanjutnya iemajenasi masing-masing saja ya. Manteman hehe karena ini bukanlah yang pertama kali.


Tidak tau bagaimana perasaan Moza ke Samuel saat ini, yang jelas Samuel cukup bahagia karena sejauh ini mungkin perasaan Moza kepada Samuel sudah 80% kembali. Meskipun pernikahan mereka masih berstatus kontrak.


Satu bulan kemudian.


Setelah satu bulan berlalu kini Ferdi mulai terbiasa akan hidup di kursi rodanya, sementara itu satu Minggu lalu, Ayu terpaksa di masukan ke dalam rumah sakit jiwa, karena dia sudah benar-benar gila akan Samuel dan tidak bisa lagi di urus di rumah apalagi Ferdi sedang lumpuh dan tidak bisa bekerja lagi.


Kini Bu Yani, Ferdi, Naya dan Ayu benar-benar menerima karma mereka masing-masing.


"Bagaimana hasilnya?"Ucap Bu Yani kepada Naya yang saat ini baru pulang dari rumah sakit bersama dengan Ferdi.


Ya, hari ini, Bu Yani memaksa Naya untuk melakukan cek kesetiaan secara detail karena masih belum hamil juga sampai sekarang.


"Lihat dan baca."ucap Naya dengan wajah datar nya.


Bu Yani pun mengambil dua surat yang di berikan oleh Naya dan membaca nya.


"Aku sehat kan? Sekarang kau tau siapa yang mandul?"Ucap Naya kini tidak bicara sopan lagi kepada Bu Yani.


"Tidak, tidak mungkin, Ferdi tidak mungkin mandul."Ucap Bu Yani tidak percaya.


"Aku tidak peduli lagi dengan kalian, dan mas Ferdi, aku ingin kita bercerai! Aku tidak aku hidup dengan laki-laki mandul dan juga lumpuh seperti kau!"Ucap Naya kepada Ferdi.


"Silahkan pergi, aku juga tidak butuh wanita seperti mu, aku sudah punya Novi dia pasti akan merawat dan menjaga ku, kita cerai!"Ucap Ferdi dengan lantang.


"Haha, sudah aku duga dari awal, kalian memang sudah ada hubungannya! Dasar laki-laki tidak berguna."Marah Naya yang kemudian berjalan masuk ke dalam kamar.


Beberapa menit kemudian Naya lun kembali keluar dengan koper di tangan nya.


Dia pun masuk ke dalam mobil dan meningal kan Ferdi.


Sementara itu Bu Yani masih tidak percaya jika selama ini Ferdi anak nya lah yang tidak bisa memberikan keturunan, dia benar-benar kecewa dan terpuruk, apalagi mengingat keadaan Ayu yang sekarang gila dan di rawat di RSJ.


"Mengapa semuanya jadi begini Ferdi? Mengapa?"Tangis Bu Yani sambil menyobek-nyobek kertas yang di berikan oleh Naya tadi.


"Maaf Bu, aku mengecewakan mu."Tutur Ferdi sambil menunduk.


"Selamat siang! Seperti nya ada yang sedang berduka,apa ada yang mati?"Tanya seseorang yang kini berdiri di depan pintu rumah Ferdi.


"Novi, kau ke sini? Bagaimana kau bisa tau rumah ku di sini? Apa kau datang ingin menjenguk ku? Novi aku sudah bercerai dengan Naya, setelah ini kita bisa hidup bersama aku sangat mencintaimu."Ucap Ferdi dengan sangat antusias saat melihat kedatangan Novi.


"Ouh, sudah bercerai ya? Selamat atas perpisahan nya, dan selamat juga atas penderitaan kalian berdua."Ucap Novi sambil tersenyum miring.


"Apa maksud mu?"Tanya Ferdi kebingungan.


"Ferdi wanita mana lagi yang membuat kekacauan ini?"Tanya Bu Yani dengan air mata yang tidak ada henti-hentinya.


"Maaf ibu tua, aku tidak membuat kekacauan, aku hanya ingin berpamitan dan memberikan Ucapan Selemat untuk anak mu itu, karena tugas ku untuk membalas dendam kakak sepupu ku sudah selesai, kalau begitu aku pamit. Dadaa!"Ucap Novi yang kemudian berjalan masuk ke dalam mobil nya kembali dan melaju meningal kan tempat itu.


"Kakak sepupu? Novi? Adik sepupu Moza? Tidak! Ini tidak mungkin! Mozaaaaa! Kau adalah penyebab semuanya!"Amuk Ferdi.


Bersambung ....