
Sementara mama nya melakukan fisioterapi, Samuel pun keluar dari dalam ruangan tersebut untuk menunggu di luar, karena kalau menunggu di dalam itu sangat membosankan bagi Samuel.
Ia pun memainkan ponselnya dan berjalan untuk mencari tempat duduk tak jauh dari ruang terapi mama nya.
Namun karena ia fokus dengan layar ponselnya,ia tidak menatap orang yang juga sedang buru-buru di hadapan nya.
Brak ...
Pada akhirnya, Samuel dan seorang dokter pun bertabrakan sehingga ponsel nya jatuh.
"Astaga, maaf-maaf, aku sedang buru-buru, jadi tidak terlalu memperhatikan jalan," ucap dokter tersebut sambil mengambil ponsel Samuel dan kemudian memberikan kembali kepada Samuel.
"Seharusnya aku lah yang minta maaf dokter, karena aku terlalu fokus menatap ponsel ku," jawab Samuel sambil mengambil ponsel nya dari tangan sang dokter.
"Sekali lagi maaf, mungkin lain kali kita akan bertemu lagi, aku permisi dulu," ucap dokter tersebut yang kemudian berjalan meningal kan Samuel.
"Dokter muda?" batin Samuel sambil menatap punggung sang dokter yang semakin menjauh.
Samuel pun melupakan kejadian itu dan kemudian duduk di kursi tak jauh dari ruang terapi mama nya, ponsel nya yang jatuh mengalami retak di layar nya namun tidak mati.
Dua jam pun berlalu.
Kini mama Ema sudah selesai fisioterapi Samuel pun mengajak sang mama untuk pulang ke vila, ia mendorong kursi roda mama nya keluar dari dalam ruangan operasi tersebut.
"Eh, bukan kah, kau yang tadi aku tabrak? Ternyata kita bertemu lagi," ucap Robi yang kini berpapasan kembali dengan Samuel.
Samuel memberhentikan langkah nya tepat di depan Robi yang kini juga berhenti sambil mengamati mama Ema yang duduk di kursi roda.
"Dokter, seperti nya kau baru selesai melakukan operasi besar ya?"
Samuel bertanya demikian karena Robi masih mengunakan pakaian khusus nya.
"Ah iya, hanya operasi kecil, ternyata kau di sini dengan ... "
Robi menggantungkan kalimatnya karena menunggu Samuel memperkenalkan wanita paruh baya tersebut.
"Ah iya, tadi pagi saat aku tanpa sengaja menabrak dokter,itu aku sedang menunggu mama ku yang sedang di fisioterapi oleh dokter,"
"Ohh, jadi ini mama mu?"
"Iya, dia sudah lama menderita struk,"
"Kau mungkin membawa nya ke RS yang tepat dokter spesialis di sini sangat bisa di andalkan, aku yakin mama mu pasti akan segera sembuh, tapi aku asing dengan wajah mu dan mama mu, apa kalian baru di sini?"
Robi yang ramah serta Samuel yang juga tak kalah ramah pun mulai asik mengobrol, apalagi Samuel dia tentu harus lebih ramah karena tau apa yang dia perlukan untuk mengorek informasi RS tersebut dan mencari dokter Robi.
"Iya, dokter aku dan mama baru di kota ini, aku datang untuk melakukan pengobatan khusus di sini, agar mama ku bisa kembali sembuh,"
Samuel menjelaskan namun tidak secara rinci tentang tujuan utama nya.
"Oh begitu, aku juga sebenarnya dokter pendatang di sini, dari kota mana kau berasal?"
Robi yang tertarik tentang dari mana Samuel dan mama nya pun mulai bertanya semakin jauh tentang Samuel dan sang mama.
"Aku dan mama ku dari kota xx dan dokter sendiri dari mana?"
Samuel pun balik bertanya setelah menjawab pertanyaan Robi.
"Wah, aku tidak menyangka, ternyata kita datang dari kota yang sama, ya aku juga pindahan dari kota itu,"
Pantas Robi terlihat sangat cocok berbincang dengan Samuel, dan ternyata mereka datang dari tempat yang sama.
"Astaga, kebetulan yang luar biasa, siapa tau kita bisa menjadi teman,"
Samuel sengaja memanfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan lebih banyak kenalan agar dia bisa memperluas pencarian tentang Moza, batin nya.
Robi menanyakan nama nya Samuel.
"Nama ku Samuel, senang berkenalan dengan seorang dokter yang ternyata bertempat tinggal sama dengan ku,"
Samuel dan Robi bersalaman sebagai tanda perkenalan pertama mereka.
"Nama ku ... "
"Dokter, kelaurga pasien x ingin bertemu dengan dokter,"
Baru saja Robi ingin menyebutkan nama nya, seorang suster malah menghampiri nya dan mengatakan ada kelaurga dari pasien x yang baru selesai di operasi kan oleh nya ingin bertemu.
"Baik lah, maaf Samuel aku harus pergi sekarang,"
Robi pun meningal kan Samuel dan mama Ema tampa menyebutkan nama nya.
Sementara Samuel hanya mengangguk kan kepala sambil tersenyum tipis sebagai tanda keramahan.
Setelah kepergian Robi dari hadapan nya, dia pun kembali mendorong kursi roda sang mama untuk keluar dari RS tersebut, karena untuk hari ini, urusan mereka di RS tersebut sudah selesai.
"Huh, akhirnya mama sudah bisa menjalankan pengobatan di RS itu, aku sangat senang ma," ucap Samuel sambil mengemudi mobil nya.
Ya saat ini mereka sedang dalam perjalanan pulang ke vila.
Namun sang mama hanya terdiam sambil menatap ke luar jendela kaca mobil.
Samuel yang melihat itu pun sedikit khawatir, karena seperti nya sang mama masih tidak bahagia dan seperti ada hal yang saat ini sedang di pikir kan oleh nya.
Namun tiba-tiba Samuel pun memberhentikan mobilnya di depan sebuah toko kue, dia ingin membelikan sang mama kue agar tidak terlalu larut dalam pikiran buruk.
"Ma, lihat lah di sana, ada toko kue yang cukup besar, aku yakin di sana pasti ada banyak jenis kue kesukaan mama, mama tunggu di dalam mobil ya, biarkan aku pergi membeli kue terlebih dahulu,"
Samuel keluar dari dalam mobil meskipun tak ada jawaban dari sang mama, dia berjalan menyebrang jalan raya untuk pergi ke toko kue yabg menarik perhatian nya.
Sementara mama Ema hanya menatap nya dari dalam mobil.
"Samuel, andaikan saja kau tau, apa yang mama lihat tadi malam, kau pasti akan sangat bahagia, dan mama juga mengerti saat ini kau juga hanya pura-pura kuat untuk menenangkan hati mama," batin mama Ema
Mama Ema menatap Samuel yang makin menjauh.
"Selamat siang," ucap Samuel kenapa salah satu karyawan toko kue tersebut.
"Selamat siang juga tuan, selamat datang di toko kue Hansel complete cake," jawab seorang karyawan dengan senyum nya.
"Aku ingin satu cake strawberry dan juga mocy durian,"
Samuel tanpa basa-basi langsung memesan kue yang di sukai mama Ema, dan juga kue kesukaan nya ya itu mocy durian yang sudah membuat nya ngiler saat pertama kali melihat.
"Baik tuan tunggu sebentar ya, saya siapkan terlebih dahulu,"
Karyawan itu pun meminta satu orang teman nya untuk mengambil boks dan juga menyiapkan kue yang di pesan Samuel.
Selang beberapa menit kemudian, mereka pun selesai menyiapkan nya dan menyodorkan kue tersebut kepada Samuel.
"Terima kasih sudah berbelanja di toko kue Hansel complete cake kami tuan, datang lagi,"
Begitu lah pelayanan toko kue yang bernama Hansel complete cake tersebut,yang membuat pembeli antri untuk mendapatkan kue di toko itu.
Setelah memberikan uang kepada kasir toko Samuel pun meningal kan toko itu.
Setelah kepergian Samuel pelangan pun semakin banyak dan antiran pun semakin panjang.
Bersambung ....