
Usia kandungan Paulina kini mendekati hari persalinan. Kandungannya Paulina sudah memasuki bulan ke 9 bulan.
Dan beberapa minggu lagi sudah masuk dalam masa hari prediksi lahir.
Sebuah kamar bayi yang didesain khusus untuk menyambut kedatangan sang bayi pun. Sudah disiapkan oleh Ozan.
Ozan sendiri yang mendesain kamar tersebut dengan desain yang netral.
Kamar itu didominasi warna putih. Yang melambangkan kesucian. Sebagaimana melambangkan cinta Ozan untuk sang istri tersayang Paulina.
Mereka memilih warna putih untuk disain kamar bayi di karenakan juga karena. Sampai saat ini mereka belum mengetahui jenis kelamin bayinya.
Paulina dan Ozan belum tau jenis kelamin anak mereka. Apakah perempuan ataukah laki-laki. Oleh sebab itu Ozan mendesain kamar bayinya dengan nuansa warna putih.
Karena warna itu cukup netral digunakan untuk menyambut kedatangan bayinya.
Sebuah mukjizat terjadi pada Paulina. Penyakit kanker otak yang ia derita sepertinya berangsur-angsur membaik.
Padahal Ozan sangat ketar-ketir dengan kesehatan sang istri. Yang saat itu dilanda penyakit yang begitu mematikan. Tetapi sepertinya keajaiban terjadi pada diri sang istri.
Paulina semakin ke sini semakin sehat. Dan ia tidak lagi merasakan keluhan sakit yang ia derita di kepalanya.
Dan tentu saja hal itu membuat hati Ozan senang.
Sampai detik ini Ozan juga tidak pernah lengah sedikitpun untuk memperhatikan kesehatan sang istri.
Ia selalu memantau dan menjaga serta memastikan Paulina untuk tetap sehat dan dalam kondisi prima.
Apalagi saat ini sedang mengandung. ke protektifan Ozan berlipat ganda ketika sang istri telah berbadan dua. Dan Ozan tidak mau mengambil resiko.
Paulina saat ini juga terlihat sangat bahagia dan senang ketika melihat wajah sang suami dalam beberapa ini terlihat selalu ceria.
"Ozan, aku senang melihat wajahmu yang seperti itu." ujar Paulina. Saat mereka bersama-sama sedang berada di ruang bayi.
Mereka meninjau ruangan bayi yang telah selesai di kerjakan itu.
"Memangnya apa yang kau lihat dari wajah ku." tanya Ozan pada sang istri.
"Wajah yang bahagia, wajah yang penuh rasa ke antusias san, wajah yang penuh kesabaran selama ini. Entahlah Ozan, kamu benar-benar seperti malaikat bagiku."
*Dan seperti biasa, aku selalu mendengar pujian mu. Ini adalah hasil dari perjuangan cinta kita dari awal kita menikah sampai sekarang Paulina. Aku merasakan sebuah keajaiban yang luar biasa yang terjadi dalam kehidupan rumah tangga kita. Terlebih untukmu. Kau wanita yang luar biasa Paulina. Dan kau memang pantas untuk diperjuangkan."
"Aku sejauh ini bertanya-tanya, memangnya apa yang kau liat dari diriku. Aku merasa diriku tidak spesial."
"Dirimu spesial sayang. Dan hanya aku yang bisa melihatnya. Dan tentunya, kamu sempurna. Kamu istri sempurna ku. Dari awal sampai sekarang aku selalu berkata demikian karena aku yakin."
"Terima kasih untuk selalu setia pada ku Ozan."
"Kesetiaan seorang pria itu adalah bagian dari ke gentleman seorang pria itu sendiri. Seorang pria akan terlihat gentleman ketika dia memiliki satu wanita dalam sisinya. Dan dia bahagia bersamanya. Seorang pria sejati adalah yang tidak menyakiti wanitanya. Dan ia akan selalu melindungi wanita dengan cara apapun. Dan juga membahagiakannya."
"Bahasa mu sayang sangat luar biasa." Kemudian Paulina memberikan pelukan kepada Ozan.
Untuk sejenak, mereka saling berpelukan sambil menikmati pemandangan kamar bayi mereka. Yang sudah siap untuk menyambut kedatangan bayi mungil itu yang akan lahir beberapa minggu kedepan.
"Aku sangat bersyukur. Tuhan ternyata begitu baik dengan kita. Sekarang kita merasakan kebahagiaan ini."
"Terkadang orang hidup itu diuji dengan kesabaran sayang. Dan seberapa sabar serta seberapa lama kesabaran itu harus dirasakan oleh kita. Aku yakin, Tuhan akan mengabulkan semua doa-doa kita. Dan seperti sekarang ini. Hidup kita sempurna. Sebentar lagi dia akan hadir di tengah-tengah kita." ucap Ozan sambil mengelus perut buncit Paulina.
Kini, mereka pun merasa kebahagiaan itu. Sebuah kebahagiaan yang mereka tunggu sejak lama.