
"ma, apa benar mama melihat Moza di taman kota tadi malam? Dia bersama siapa? Apa itu benar-benar dia? Apa mama tidak salah lihat?"
Samuel terlihat begitu antusias bertanya kepada sang mama.
Sementara mam Ema yang melihat nya hanya bisa menitikkan air mata, karena dia tidak bisa menjawab dengan benar seluruh pertanyaan yang di berikan oleh sang anak, dia hanya bisa mengangguk untuk menjawab nya.
"Ya Tuhan, mengapa aku tidak melihat nya, mengapa harus mama yang melihat nya? Jika saja aku yang melihat nya tadi malam, pasti kami sudah bertemu,"
Samuel terlihat menyesali kesempatan yang sudah berlalu ini, dia juga menyesal karena sudah tidak mengerti akan apa yang di ucapkan oleh mama nya tadi malam.
"Tuan muda, tenag lah, setidaknya sekarang kita benar-benar sudah mendapatkan informasi tentang keberadaan nya di kota ini, tingal mencari titik terang nya saja tuan muda bersabar lah, ini adalah awal dari usaha tuan muda yang akan berhasil," jelas BI Yati menyenangi Samuel.
Samuel pun memeluk sang mama dengan erat, tak di sangka mama nya yang sakit bisa menujukkan satu informasi tentang Moza yang ternyata memang benar-benar ada di kota itu.
Selanjutnya dia hanya harus berusaha lebih keras untuk mencari keberadaan Moza lagi.
"Samuel, jangan khawatir, mama juga pasti akan membantu mu untuk menemukan istri mu, karena mama lah yang menyebabkan penderitaan yang kau alami saat ini," batin sang mama yang benar-benar masih dalam penyesalan atas kejahatan nya.
Satu Minggu kemudian.
Baik Samuel maupun BI Yati terus berusaha mencari keberadaan Moza melalui foto yang di sebarkan di internet, namun karena foto itu mungkin adalah foto tiga tahun lalu banyak orang yang kesulitan untuk mengenali Moza yang sekarang yang jauh lebih cantik dan banyak perubahan dia juga sekarang adalah pemilik toko kue ternama dan tidak ada orang yang ngeh dengan wajah nya.
Hari ini, tepat nya hari Minggu, hari ke dua Minggu Samuel sudah tinggal di kota x
"Ma, bagaimana hari ini kita jalan-jalan setelah mama selesai fisioterapi? Aku akan membawa mama ke taman kota lagi, siapa tau kita bisa bertemu dengan Moza lagi di sana," ucap Samuel sambil mendorong kursi roda mama nya masuk ke dalam ruang tempat sang mama fisioterapi.
Mama nya hanya mengangguk atas ucapan Samuel.
Fisioterapi pun di mulai, seperti biasanya Samuel menunggu di luar ruangan saja.
Namun hari ini tidak seperti biasanya,dia tidak melihat dokter yang di kenal nya di ruangan sebelah.
"Suster, permisi, maaf apa kau melihat dokter yang di ruangan itu? Mengapa dia tidak ada?" tanya Samuel penasaran karena biasanya Robi akan selalu ada di dalam ruangan tersebut saat dia datang ke RS mereka bahkan sudah semakin akrab akhir-akhir ini.
"Maksud nya dokter Robi ya tuan? Beliau sedang tidak masuk hari ini, katanya ada urusan," jelas suster itu kepada Samuel.
"Dokter Robi? Jadi namanya dokter Robi?" ucap Samuel kaget.
Bodohnya Samuel selama ini selalu mengabaikan tentang orang yang berbicara dengan nya, dia juga tidak menanyakan nama dan hanya memangil dokter saja.
"Iya tuan, dia adalah dokter Robi, dokter spesialis operasi," jelas suster tersebut kepada Samuel.
Deg ... Saat ini Samuel seolah tidak mampu berbicara apa-apa lagi, dirinya benar-benar kaget setengah mendapat penjelasan dari suster kalau yang selama ini mengobrol dengan nya adalah dokter Robi dan orang itu juga adalah dokter spesialis operasi, hal yang semakin membuat Samuel kaget adalah dia baru ingat jika Naya menyatakan dokter spesialis operasi bernama Robi lah yang membawa Moza ke kota x karena dia pindah tugas ke sana.
"Jadi, jadi dia adalah orang yang aku cari selama ini?" batin Samuel.
Kini Samuel sudah mengetahui jika dokter itu adalah Robi dokter yang membawa Moza, sangat di sayangkan dia mengetahui semua itu hari ini, hari di mana dokter Robi malah tidak masuk kerja.
Samuel pun semakin bahagia karena kini sudah menemukan titik terang yang sebenernya ya itu dokter Robi, rasanya ingin sekali Samuel mencari dokter Robi itu sekarang juga m untuk menemui nya dan menanyakan tentang di mana Moza dan anak nya.
Namun tiba-tiba dokter yang melakukan fisioterapi kepada mama nya tiba di hadapan Samuel bersama sang mama.
Mereka berdua malah bingung dengan raut wajah Samuel yang saat ini terlihat memerah.
"Tuan, fisioterapi hari ini sudah selesai, dan ada kabar baik, mama anda sudah bisa mengerakan tangan nya secara perlahan," jelas dokter itu kelas Samuel.
Namun Samuel masih terdiam dan kelihatan tidak fokus.
"Tuan,"
Lagi-lagi sang dokter memangil Samuel, namun kali ini dengan menepuk pundak Samuel untuk menyadarkan Samuel yang sedang melamun.
"Ah iya, dokter, apa sudah selesai?" tanya Samuel reflek menatap ke arah dokter tersebut dan mama nya.
"Sudah tuan dan barusan saya mengatakan jika Bu Ema telah berhasil mengerakan tangan nya,"
Dokter itu kini kembali menjelaskan perkembangan mama Ema kepada Samuel.
"Baik lah dokter, terima kasih banyak, kalau begitu,aku dan mama ku permisi dulu," ucap Samuel yang kemudian berjalan pergi dari rumah sakit tersebut bersama dengan mama nya.
Seperti yang di katakan oleh Samuel, pagi ini dia akan kembali membawa mama nya untuk jalan-jalan ke taman kota, tempat di mana malam itu sang mama melihat Moza, sejujurnya Samuel berharap jika Moza ada di sana meskipun itu tidak mungkin.
Kini mereka pun ada di dalam mobil dalam perjalanan menuju taman kota, meskipun suasana sudah mulai panas tapi Samuel tidak peduli, setidaknya hari ini bisa membawa sang mama untuk jalan-jalan lagi.
Tidak butuh waktu lama, mereka pun akhirnya tiba di taman kota tersebut.
Taman yang begitu luas lebih terlihat cantik pada saat siang hari, karena ini hari Minggu dan masih dalam rangka tahun baru suasana taman tersebut pun di penuhi dengan banyak orang yang melakukan piknik bersama teman-teman, pasangan atau suami istri dan juga satu kelaurga.
Samuel mendorong kursi roda sang mama ke bawah sebuah pohon besar di taman yang terlihat sangat teduh.
"Mama, karena kita tidak membwa bekal makanan atau tikar untuk duduk di bawah dengan dan lesehan, mama tunggu lah di sini terlebih dahulu karena aku akan pergi ke tempat penyewaan tikar dan membeli makan siang, hari ini kita akan makan siang di sini bersama." Jelas Samuel yang sengaja melakukan itu untuk membuat sang mama bahagia.
Mama nya pun mengangguk kan kepala pertanda ia menyetujui apa yang di ucapkan oleh Samuel.
Jujur saja saat ini masih ada udara pagi yang segar,mama Ema pun mulai menggerak-gerakkan tangannya untuk berlatih sendiri sebagai mana yang di ajarkan oleh dokter.
Sementara itu tak jauh dari tempat mama Ema, tepat nya hanya berjarak beberapa meter saja dari tempat mama Ema ...
Bersambung ....