
"tidak, dia tidak mungkin meningal kan aku, tidak mungkin,aku akan menemukan nya,aku pasti akan menemukan nya," ucap Samuel berdiri dan kemudian bergegas keluar dari runah Nara.
Tampa basa-basi, Samuel pun kembali masuk ke dalam mobil nya, dan melaju kencang meningal kan rumah Nara.
Sementara itu di sisi lain.
"Apa sekarang kita telpon tuan muda saja?" tanya salah satu pelayan yang kini sedang berdiri di samping ranjang mama Ema yang sudah tidak sadar kan diri.
"Jangan, tuan muda sedang mencari nyonya muda Moza, dia tidak akan kembali sebaiknya kita Jangan menganggu nya, biar kan dokter yang menangani nyonya Ema, karena aku sudah menelpon dokter," ucap kepala pelayan yang bijaksana.
Semuanya teridam mendengar ucapan kepala pelayan, mereka tidak ada seorang pun yang berani menentang atau membantah kepala pelayan di mansion tersebut.
Tidak butuh waktu lama, dokter pribadi keluarga mama Ema pun tiba di mansion tersebut.
Ia masuk ke dalam kamar mama Ema dan kemudian memeriksa keadaan nya, sementara itu para pelayan dan kepala pelayan menunggu di depan pintu kamar.
Selang sepuluh menit kemudian, dokter tersebut pun keluar dari kamar mama Ema.
"Di mana tuan muda Samuel?" tanya dokter kepada kepala pelayan.
"Tuan muda sedang ada urusan dokter, dokter bisa menjelaskan kepada kami apa yang terjadi dengan nyonya Ema," jawab kepala pelayan.
"Sebenarnya pada saat serangan jantung datang, nyonya Ema harus di larikan ke RS segera, namun sudah terlambat, sekarang kondisinya memburuk aku khawatir dia akan terkena struk ringan karena penyakit nya bukan hanya di jantung saja, nanti setelah tuan muda Samuel kembali, tolong suruh dia untuk menelpon ku," jelas sang dokter kepada kepala pelayan.
"Baik lah dokter, terima kasih banyak," ucap kepala pelayan.
"Aku sudah memberikannya obat, untuk sekarang biar kan dia tidur," jelas dokter itu lagi.
Kepala pelayan mengangguk paham atas ucapan sang dokter barusan.
Dokter itu pun akhirnya pergi setelah menangani nyonya Ema, tapi dia tidak bisa bertindak banyak karena tidak ada Samuel di sana, dia tidak berhak merujuk karena tidak ada permintaan dari salah satu kelaurga.
"Seperti nya nyonya Ema mendapatkan karma, karena dia sudah jahat dengan nyonya muda, aku malah senang kalau dia struk,"ucap salah satu pelayan berbisik.
"Ya,aku setuju dengan mu, biarkan saja dia mendapat balasan atas kejahatan nya, aku harap tuan muda lama kembali jadi tidak perlu bawa dia ke rumah sakit," jelas pelayan lain.
"Sudah, lakukan pekerjaan kalian masing-masing, jangan bergosip lagi," tegur kepala pelayan.
Baik ketua,"jawab para pelayan yang kemudian bubar meskipun masih terdengar bisikan-bisikan kecil gosip mereka.
Hari sudah semakin gelap karena jam sudah menujukkan pukul 18.30 malam, namun Samuel masih belum kembali ke vila dengan membawa Moza, dia juga tidak tau bagaimana keadaan mama nya sekarang.
"Tuan muda, aku rasa pencarian ini di lanjutkan besok saja, kau sudah terlihat lelah aku khawatir malah kau yang jatuh sakit," ucap Romeo kepada Samuel.
"Tidak Romeo, aku tidak akan kembali sebelum menemukan Moza," jelas Samuel sambil menatap sekeliling jalan.
Sementara Romeo fokus mengemudi mobil.
"Tapi keadaan mu sudah begitu lelah,aku tau kau cukup khawatir dengan keadaan nona muda, tapi jangan seperti ini, jika kau jatuh sakit maka kau tidak akan bisa menemukan nya sampai kapan pun," tutur Romeo.
"Lalu apa yang harus aku lakukan Romeo? Aku tidak ingin kehilangan kedua orang sekaligus," jelas Samuel di penuhi rasa penyesalan.
Salaman itu, Samuel benar-benar tidak mendengar ucapan Romeo yang meminta untuk kembali ke mansion dan meneruskan pencarian besok pagi, dan akhirnya mereka pun terus mencari.
Jam menujukkan pukul 02.20 malam, entah karena lelah dan kegelisahan hati nya, Samuel pun tiba-tiba tertidur.
"Kasian tuan muda, dia terlihat sangat khawatir,tapi ini terjadi karena kesalahannya sendiri, namun aku juga tidak bisa membiarkan nya sakit," batin Romeo yang memutuskan untuk membawa kembali Samuel ke mansion pada pukul dua malam itu.
Karena percuma mencari, meret juga masih belum mendapatkan kabar dari anak-anak buah mereka yang sedang menyelidiki kebenaran Moza.
Dan pada akhirnya Romeo dan Samuel pun tidur di dalam mobil setelah tiba di mansion, karena jika Romeo membangun kan Samuel pasti dia akan meminta Romeo untuk kembali pergi mencari dan mencari.
Samuel kini tersiksa akan kesalahannya sendiri.
Keesokan harinya.
Bandara xx Jakarta.
Naya mendorong kursi roda Moza dengan pelan, di samping nya ada dokter Robi.
"Aku hanya bisa mengantarkan di sini saja, Moza suatu saat aku akan datang untuk menjenguk mu, karena kau sudah memutuskan untuk tidak kembali ke sini lagi,maka aku lah yang akan pergi ke sana nanti," ucap Naya yang kini berlutut di hadapan sang sahabat yang sebentar lagi akan pergi ke kota x untuk selamanya.
"Aku tidak tau apa yang aku katakan itu benar atau tidak, yang jelas aku akan memulai kehidupan baru ku di sana bersama anaku kelak, terima kasih atas bantuan mu," jawab Moza yang saat ini duduk di kursi roda.
"Hati-hati," ucap Naya yang kemudian menarik Moza ke dalam pelukan nya.
"Aku tau,"jawab Moza.
"Baik lah, sebentar lagi pesawat akan lepas landas ke kota x, kita harus segera masuk," jelas dokter Robi kepada Moza dan Naya.
Naya melepaskan pelukan nya dan kemudian menatap Moza sekali lagi.
Setelah berbincang untuk perpisahan ini, Moza dan dokter Robi pun pergi menuju pesawat karena sebentar lagi sudah waktunya mereka pergi.
"Moza, akhirnya aku bisa lega karena sudah mendapatkan maaf dari mu, sebenarnya aku juga sekarang sedang sakit," ucap Naya yang sedari tadi menahan batuk nya.
Uhuk ... Uhuk ...
Naya batuk dan batuk itu mengeluarkan darah segar dari dalam tenggorokan nya.
Flashback on
"Nona, dengan berat hati, aku menyatakan jika saat ini kau sedang mengalami penyakit berbahaya, anda mengalami gagal jantung," jelas dokter kepada Naya.
"A,apa? Aku terkena Gagal jantung?" tanya Naya kaget.
"Ya, dan usia anda tidak lama lagi, jika anda ingin operasi masih ada kemungkinan selamat, namun hanya dua puluh persen saja, kami tidak bisa menjamin," jelas sang dokter.
Dari sini lah Naya mulai merasakan kehidupan nya sudah benar-benar tidak berguna lagi, dia juga tidak yakin dengan operasi yang notabene nya dua puluh persen selamat, dan karena di fonis ini lah, Naya mencari Moza karena dia tidak ingin saat dia nanti sudah mati, dia masih berhutang maaf dari Moza, pencarian pun ia lakukan berhari-hari dan pada akhirnya bertemu dengan cara seperti itu.
Bersambung ....