My Perfect Wife

My Perfect Wife
Episode 81



"mengapa kau bisa ada di sini bocah galak? Di mana orang tua mu yang ceroboh itu?" tanya Samuel mencoba berinteraksi dengan Hansel.


"Hansel, butan anak tecil," jawab nya dengan tatapan geram terhadap Samuel.


"Haha, mama, lihat lah dia menatap ku dengan tatapan tajam, padahal aku hanya bertanya," ucapan Samuel sambil tertawa.


"Samuel,apa kau belum sadar jika dia seperti duplikat dari diri mu?" batin mama Ema sambil melihat tingkah Samuel yang sangat suka melihat Hansel.


Sementara itu.


"Hansel! Kau di mana Sayang? Hansel!" Teriak Robi yang berdiri tak jauh dari tempat Samuel dan Hansel.


Samuel mendengar teriakan itu dan kemudian berdiri sambil melihat di mana arah suara orang yang berteriak tersebut.


"Om! Om! Hansel, di cini!" Teriak Hansel yang mengenal suara Robi.


Robi yang mendengar itu pun menoleh ke arah Samuel, Hansel dan mama Ema, sontak dirinya kaget melihat Samuel dan mama Ema sedang bersama Hansel.


Begitu juga Samuel, dia kaget melihat dokter Robi yang kini berjalan ke arah mereka, seketika dia kembali ingat apa yang di jelas kan oleh suster kemarin.


"Om!" Teriak Hansel yang kemudian berlari ke arah Robi.


Robi pun dengan bahagia mengambil dan mengendong Hansel sambil menciumi pipi nya.


"Sayang, kau membuat khawatir momy dan om Robi,"


"Dia? ..."


"Samuel, bu Ema, kalian yang menemukan Hansel?" tanya Robi kepada Samuel.


"Dia mendatangi ibu ku," jawab Samuel sambil tersenyum.


"Terima kasih banyak Samuel kau sudah menjaga nya, aku sudah khawatir dia di culik oleh orang jahat," jelas Robi lagi.


"Hansel! Hansel kau di mana!" teriak seorang perempuan yang kini tengah mencari-cari keberadaan Hansel.


"Momy!"


Hansel menjerit kuat memagil Momy nya.


"Astaga, apa itu suara Hansel, pasti Robi sudah menemukan nya, iya dia sudah menemukan nya!" ucap Moza yang pikirannya sudah berkecamuk sekali karena takut terjadi sesuatu yang buruk kepada Hansel.


Moza pun pergi untuk mencari tempat arah suara tersebut, tidak butuh waktu lama, dirinya pun melihat Robi yang sedang mengemudong Hansel, dengan air mata yang membasahi pipi nya ia pun berlari dan mengambil Hansel dari pelukan Robi.


"Ya Tuhan Hansel kau dari mana saja? Momy meminta mu untuk menunggu di sana, mengapa kau kabur-kaburan?" tanya Moza masih sibuk dengan menatap wajah Hansel.


"Oh iya, Moza mereka lah yang sudah menemukan Hansel dan menjaga nya," ucap Robi kepada Moza.


"Terimakasih ban ..."


Moza terdiam menatap seorang laki-laki bertubuh tinggi dengan mantel coklat yang kini berdiri di sebelah Robi dan menatap nya dengan tatapan tak bisa di artikan.


Sementara itu di sebelah pria itu seorang wanita tua yang cukup di kenali oleh nya duduk di atas kursi roda dengan keadaan yang memperihatinkan.


Tangan Moza gemetar menatap kedua orang yang sungguh tidak asing di matanya itu, pelukan nya terhadap Hansel semakin erat, air mata nya kini semakin deras mengalir membasahi pipi nya serta bibir gemetar tak mampu angkat bicara.


"Moza,"


Satu kata keluar dari bibir mama Ema setelah melihat perempuan cantik yang memeluk Hansel kini berdiri tepat di hadapan nya.


Robi yang melihat tatapan aneh antara Moza dan Samuel pun menjadi sedikit kebingungan di tambah lagi mama Ema yang mengenali Moza sampai-sampai dia yang susah bicara berhasil menyebutkan nama Moza.


"Terima, terima kasih kalian sudah menemukan anaku, Robi ayo kita pulang," ucap Moza memegang pergelangan tangan Robi sambil menggendong Hansel.


Deg ... Dada Samuel kini terasa sesak melihat Moza yang seperti nya berusaha untuk tidak mengenali nya dan juga mama nya, padahal status mereka masih suami istri dan tidak pernah bercerai.


"Mengapa buru-buru bukan kah kita akan piknik hari ini?" tanya Robi yang tidak tau apa-apa.


"Ayok," ucap Moza menarik tangan Robi.


Baru selangkah Moza ingin berjalan pergi dari sana, Samuel pun angkat bicara.


Sesungguhnya dia benar-benar sudah sangat merindukan Moza, rasanya ingin sekali ia memeluk Moza saat ini, dan menanyakan apakah anak kecil itu adalah anak nya.


"Moza,"


Lirih Samuel.


Dokter Robi memberhentikan langkah nya dan menatap Samuel.


Sementara Moza tidak berbalik sama sekali dan memilih membelakangi mereka.


Hari ini jantung nya seperti di sambar petir saja, tak di sangka akan bertemu dengan cara seperti ini, pantas saja hati nya beberapa Minggu ini merasakan ada sesuatu yang akan terjadi.


"Moza, seperti nya mereka mengenali mu ayo ngobrol lah sebentar, biar kan aku yang mengendong Hansel,"


Robi mengambil alih mengendong Hansel dari Moza, sepertinya kini dia sudah ingat dengan siapa kah Samuel sebenarnya.


Setelah mengambil Hansel dari tangan Moza, Robi pun menjauh dari mereka bertiga.


"Moza akhirnya aku menemukan mu," ucap Samuel hendak memegang tangan Moza dari belakang.


Namun Moza berbalik dan menjauhi nya.


"Jangan pernah menyentuh ku,"


tukas Moza sambil menatap Samuel dengan tatapan penuh kebencian.


Sementara mama Ema hanya menatap mereka dengan air mata yang mengalir deras melihat Samuel yang kini sudah bertemu dengan Moza.


"Moza, apa Hansel?" ...


"Dia anakku, dia anakku jangan sesekali kau berfikir jika itu anak mu? Aku tidak menyangka kita akan bertemu di sini, dan apa yang kau lakukan di kota x apa kau datang ke sini karena ingin mencari ku? Merusak kebahagiaan ku merusak kehidupan baru kami?" ucap Moza dengan gemetar menahan emosi nya.


Sementara Robi hanya mengawasi dari jauh saja.


"Aku memang datang ke sini untuk mencari mu dan anakku, tapi tidak dengan tuduhan untuk menghancurkan kehidupan kalian," jawab Samuel.


"Sebaiknya kau pergi dari kota x, aku tidak mau kau, menganggu kehidupan ku,"


Moza menghapus air matanya sambil menatap wajah Samuel dengan tatapan tajam.


"Tidak akan, aku akan pergi jika kau juga pergi bersama dengan ku, dan katakan lah jika dia adalah putra ku, wajah nya, rambut nya dia sangat mirip dengan ku, jangan pikir aku tidak memperhatikan nya," ucap Samuel dengan wajah sedih nya.


"Sampai kapanpun, dia adalah anak ku, dan aku adalah ibu tunggal satu-satunya bagi Hansel, dan Hansel dia tidak punya seorang ayah yang memedulikan kondisi perempuan lain di bandingkan istri nya sendiri dan Hansel juga tidak pernah tau jika dia memiliki seorang ayah jadi jangan coba-coba mengambil nya dari ku!" bentak Moza yang kini emosi nya sudah meluap-luap.


"Hentikan Moza, kau mengatakan hal yang tidak benar, aku memang bersalah tapi aku sudah menyadari nya sejak lama, aku juga sudah berusaha mencari keberadaan kalian selama tiga tahun, aku melakukan apa yang aku bisa," ucap Samuel hendak mendekati Moza.


Namun tepat di saat itu Robi datang dan memegang tangan Moza beserta Hansel yang ada di dalam pelukan nya.


Bersambung ....