
Di sebuah rumah sakit ternama yang ada di ibukota. Ozan nampak mondar-mandir di depan sebuah ruang bersalin. Karena pada saat itu Paulina tengah di periksa untuk melahirkan anak pertama saat ia sudah merasa mulas.
Ozan merasa sangat tidak tega berada di dalam sana. Karena melihat Paulina begitu merasa kesakitan. Dan tanda-tanda akan melahirkan itu rupanya akan segara Paulina lalui.
Dan seperti yang sudah Paulina inginkan bahwa ia tidak menginginkan di operasi Cesar tetap ia kekuh untuk melahirkan bayinya secara normal
Ozan yang saat ini berada di luar. Bukannya tidak mau untuk menemani Paulina. Tetapi ada ketakutan yang Ozan rasakan ketika ia harus berada di sisi Paulina.
Ia merasa takut melihat berjuang Paulina untuk melahirkan putranya. itulah sebabnya Ozan memilih menunggu di depan sebuah ruang bersalin.
Beberapa saat kemudian, dokter Amanda keluar dari sebuah ruang bersalin. Dan Ozan pun langsung bergegas menemui dokter Amanda.
"Bagaimana dengan proses pembukaannya. Apakah sudah cukup untuk segera bisa membuat Paulina bisa melahirkan."
"Kami masih menunggu untuk pembukaan yang lengkap Ozan. Karena Paulina menginginkan melahirkan normal. Maka proses melahirkannya itu juga harus di lalui dengan pembukaan. Paulina saat ini baru dalam pembukaan 5. Jadi belum memungkinkan untuk kita memulai proses melahirkan sang bayi." jelas Amanda.
"Tapi dia sudah kesakitan seperti itu Amanda. Aku tidak tega untuk melihatnya."
"Sakit di saat melahirkan itu wajar Ozan. Jangan khawatir, Paulina dalam keadaan baik-baik saja sampai saat ini. Dia siap untuk melahirkan normal. Dia tetap rileks dan tenang di dalam sana. Kau boleh menengok istri mu. Karena dukungan mu untuk berada di sisinya sangat penting. Di dalam sudah ada suster yang menemaninya. Suster akan memberitahukan kepada ku jika Paulina sudah siap untuk melahirkan. Aku akan kembali karena aku masih harus mengurus pasien lain yang kebetulan saat ini juga sedang akan melahirkan."
"Bagaimana keadaanmu," sapa Ozan yang langsung mendekati sang istri.
"Aku baik-baik saja. Aku sudah sangat siap untuk melahirkan bayi kita Ozan. Tapi seperti kata dokter, aku harus menjalani serangkaian pembukaan. Dan pembukaan ku saat ini belum siap untuk diriku bisa segera memulai melahirkan bayi kita. Tenang saja sayang, semua pasti akan baik-baik saja. Dan do'akan saja semua akan berjalan lancar. Aku sudah sangat siap."
"Aku tidak tega melihatmu kesakitan seperti itu Paulina."
"Ini semua wajar sayang, semua perempuan merasakan ini. Dan seperti yang sudah aku lalui sebelumnya jika aku menikmati masa kehamilanku. Dan ini adalah detik-detik terakhir aku akan merasakan kesakitan dan setelahnya aku akan menjadi seorang wanita yang paling bahagia di dunia. Yang bisa menimangnya, menciuminya dan juga menyusuinya."
"Sungguh luar biasa dirimu sayang. Kau melalui banyak sekali ujian dan rintangan hingga dirimu bisa seperti sekarang."
"Tetaplah di sisiku, dan saksikan aku melahirkan anakmu. Berikan aku dukungan, jangan takut, aku tidak akan apa-apa. Aku akan baik-baik saja."
"Aku awalnya sangat ketakutan melihatmu kesakitan. Tapi mungkin kau benar. Aku harus ada di sisimu dan melihat perjuangan mu melahirkan anak kita."
"Nah, begitu dong. Aku pasti akan lebih semangat."